<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365</id><updated>2011-07-08T22:43:43.146+07:00</updated><category term='jilbab'/><category term='Humor'/><category term='Kisah Shahabat'/><category term='Keluarga'/><title type='text'>Rudi Irawan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-3253811114830942779</id><published>2010-04-23T12:57:00.000+07:00</published><updated>2010-04-23T12:57:30.787+07:00</updated><title type='text'>Kebiasan Buruk Setelah Makan</title><content type='html'>Menjaga kesehatan tidak hanya terpaku pada memperhatikan jenis makanan. Lebih dari itu, Anda harus memperhatikan apa saja yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan selepas makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang sebaiknya ditinggalkan itu, Anda akan merasakan manfaat lebih dari makanan yang Anda konsumsi, adalah ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda bayangkan, merokok saja sudah merusak tubuh apalagi jika hal ini Anda lakukan setelah makan. Berdasarkan penelitian, menghisap satu batang rokok setelah makan sama saja dengan merokok dengan sepuluh batang. Sehingga, kemungkinan terserang kanker jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makan Buah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini orang salah persepsi tentang hal yang satu ini. Kebanyakan orang makan buah setelah dianggap sebagai tradisi dan mereka meyakini buah sebagai hidangan pencuci mulut. Padahal, mengkonsumsi buah setelah makan akan membuat perut dipenuhi udara alias kembung. Tapi bukan berarti Anda tidak boleh siasati. Nah, cobalah mengkonsumsi buah dengan jeda waktu 1-2 jam setelah makan. Dan jangan mengkonsumsi buah satu jam sebelum makan, ini akan membuat perut Anda kenyang dan makan tidak terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Minum Teh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian, daun teh memiliki kandungan asam yang tinggi. Hal ini menyebabkan kandungan protein dalam makanan sulit dicerna. Selain hal itu, minum teh setelah makan dapat menyebabkan hambatan terhadap penyerapan zat dalam tubuh hingga 80 persen. Padahal, seperti yang kita ketahui, zat besi sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan kualitas tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengendurkan Ikat Pinggang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hal yang sepele tapi seringkali dilakukan. Mungkin maksud Anda supaya makananyang masuk bisa lebih banyak dan Anda tidak merasa begah. Karena itu, Anda mengendurkan ikat pinggang. Tahukah Anda? Mengendurkan ikat pinggang dapat menyebabkan usus terbelit dan terblokir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mandi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak banyak orang yang melakukan, terkadang ada saja yang berpikir untuk melakukan mandi selepas makan. Pada pagi harikebanyakan orang lebih memilih makan dulu daripada mandi dengan alasan setelah makan pasti perut menjadi penuh dan hasrat ingin buang hajat lebih besar. Sehingga Anda berpikir untuk mandi sekalian BAB. Padahal, mandi yang dilakukan setelah makan akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki, dan badan yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berjalan-jalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang benar-benar harus Anda hindari. Pernahkah Anda mendengar cerita bahwa orang yang sedang mengikuti lomba gerak jalan maupun lari marathon tiba-tiba saja muntah di tengah jalan? Ya, itu adalah salah satu alasan mengapa tidak boleh langsung berjalan apalagi lari setelah makan. Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang telahdimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langsung Tidur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang paling sulit dihindari adalah rasa kantuk setelah makan. Apalagi jika makanan yang baru saja dikonsumsi sangat memuaskan perut dalam artian sangat mengenyangkan. Namun, cobalah untuk tidak mengikuti rasa kantuk Anda. Tidur setelah makan membuat makanan tidak dapat dicerna dengan baik. Akibatnya, usus mengalami kembung dan terjadi peradangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Minum Air Dingin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terakhir ini yang tidak disadari oleh masyarakat adalah minum air dingin. Suhu dingin akibat es yang berkondesasi dengan air dapat membekukan makanan, terutama yang mengandung minyak (lemak akan terbekukan). Hingga pada akhirnya lemak itu bisa tertimbun dalam usus dan mengakibatkan penyempitan saluran-saluran pencernaan dan berujung pada kegemukan. Nah, untuk itu mulai saat ini cobalah ganti air es yang biasa Anda minum dengan minum air hangat.&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;b&gt;*(Berbagai Sumber)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-3253811114830942779?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/3253811114830942779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/04/kebiasan-buruk-setelah-makan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3253811114830942779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3253811114830942779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/04/kebiasan-buruk-setelah-makan.html' title='Kebiasan Buruk Setelah Makan'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-4461318610317419662</id><published>2010-04-19T09:06:00.002+07:00</published><updated>2010-04-19T09:06:49.997+07:00</updated><title type='text'>Wara' nya seorang Ibu</title><content type='html'>Sabili No.26 Th.IX  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu datang kepada Imam Ahmad bin Hambal untuk meminta fatwa  mengenai pengalaman yang baru saja dialaminya. Dengan wajah bimbang, ia  bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai pelita umat Islam, sesungguhnya saya ini perempuan tak punya.  Saking melaratnya, sampai lampu untuk menerangi rumah pun kami tak  punya. Karena pada siang hari saya harus mengurus pekerjaan rumah, maka  saya mencari makan untuk kami sekeluarga pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dapat saya lakukan untuk menopang kami sekeluarga adalah dengan  merajut benang. Rajutan benang itu yang akan saya jual ke pasar. Untuk  melakukan pekerjaan itu, biasanya saya menunggu bulan purnama, karena  cahayanya cukup untuk menerangi kegiatan merajut benang," ungkapnya  kepada Imam Ahmad bin Hambal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan tetapi suatu ketika, lewatlah serombongan kafilah di depan rumah  saya pada malam buta dengan membawa lampu yang sangat banyak. Maka,  tidak saya sia-siakan kesempatan itu. Selagi mereka berdiri di tepi  jalan pada saat lewatnya iring-iringan mereka, kesempatan itu saya  gunakan untuk memintal beberapa lembar kapas," lanjut perempuan itu  tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adapun yang saya tanyakan adalah: apakah uang hasil penjualan benang  yang saya pintal dalam cahaya lampu milik iring-iringan kafilah itu  halal bagi saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seksama Imam Ahmad bin Hambal mendengarkan perkataan Sang Ibu  tadi. Setelah sebuah pertanyaan dilontarkan si Ibu muslimah itu, dalam  kekaguman yang tidak dapat disembunyikan, Imam Ahmad balik bertanya,  "Siapakah Anda, yang menaruh perhatian terhadap perkara agama sedemikian  besarnya di zaman ini, pada saat masyarakat Islam telah dikuasai oleh  kelalaian dan kekikiran terhadap harta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1271641527_2" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Saya&lt;/span&gt; adalah  saudara perempuan Basyar Al Hafi Rahimahullah," jawab si ibu, masih  dengan kerendahan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, spontan Imam Ahmad menangis tersedu-sedu. Itu tak  lain karena yang baru saja disebut oleh si ibu tadi adalah nama seorang  gubernur yang saleh dan mutashawwir yang lurus hati. Beberapa saat  kemudian Imam Ahmad terdiam dan belum dapat menjawab pertanyaan  perempuan di hadapannya itu. Ia sibuk berdoa memohonkan rahmat atas  gubernur yang shalih dan terus memujinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, barulah beliau berkata, "Sesungguhnya kain  penutup wajah yang anda kenakan adalah lebih baik daripada sorban-sorban  yang kami pakai. Sesungguhnya kami ini tak patut jika dibandingkan  dengan orang-orang tua yang telah mendahului kita, ya Sayyidati.  Sedangkan anda, ya Sayyidati, perempuan yang demikian luhur takwanya dan  rasa takutnya kepada Allah SWT. Tentang pertanyaan yang anda ajukan,  sebenarnya, tanpa ijin rombongan kafilah itu, tidak halallah bagi anda  uang hasil penjualan benang tersebut."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-4461318610317419662?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/4461318610317419662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/04/wara-nya-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4461318610317419662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4461318610317419662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/04/wara-nya-seorang-ibu.html' title='Wara&apos; nya seorang Ibu'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-4639497055589466841</id><published>2010-03-11T00:09:00.000+07:00</published><updated>2010-03-11T00:09:49.612+07:00</updated><title type='text'>Al-‘Arif Billah Al-Imam as-Sayyid Abdullah ibn ‘Alawi Al-Haddad</title><content type='html'>Al-‘Arif Billah Al-Imam as-Sayyid Abdullah ibn ‘Alawi Al-Haddad (wafat 1132 H), Shahib ar-Ratib, dalam karyanya berjudul Risalah al-Mu’awanah, h. 14, menuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah engkau memperbaiki aqidahmu dengan keyakinan yang benar dan meluruskan nya di atas jalan kelompok yang selamat (al-Firqah an-Najiyah). Kelompok yang selamat ini di antara kelompok-kelompok dalam Islam adalah dikenal dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah kelompok yang memegang teguh ajaran Rasulullah dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan engkau apa bila berfikir dengan pemahaman yang lurus dan dengan hati yang bersih dalam melihat teks-teks al-Qur’an dan Sunnah-Sunnah yang menjelaskan dasar-dasar keimanan, serta melihat kepada keyakinan dan perjalanan hidup para ulama Salaf saleh dari para sahabat Rasulullah dan para Tabi’in, maka engkau akan mengetahui dan meyakini bahwa kebenaran akidah adalah bersama kelompok yang dinamakan dengan al-Asy’ariyyah. Sebuah golongan yang namanya dinisbatkan kepada asy-Syaikh Abu al-Hasan al-Asy’ari -Semoga rahmat Allah selalu tercurah baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah orang yang telah menyusun dasar-dasar akidah Ahl al-Haq dan telah memformulasikan dalil-dalil akidah tersebut. Itulah akidah yang disepakati kebenarannya oleh para sahabat Rasulullah dan orang-orang sesudah mereka dari kaum tabi’in terkemuka. Itulah akidah Ahl al-Haq setiap genarasi di setiap zaman dan di setiap tempat. Itulah pula akidah yang telah diyakini kebenarannya oleh para ahli tasawwuf, sebagaimana telah dinyatakan oleh Abu al-Qasim al-Qusyairi dalam pembukaan Risalah-nya (ar-Risalah al-Qusyairiyyah). Itulah pula akidah yang telah kami yakini kebenarannya, serta merupakan akidah seluruh keluarga Rasulullah yang dikenal dengan as-Sadah al-Husainiyyin, yang dikenal pula dengan keluarga Abi ‘Alawi (Al Abi ‘Alawi). Itulah pula akidah yang telah diyakini oleh kakek-kakek kami terdahulu dari semenjak zaman Rasulullah hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah al-Imam al-Muhajir yang merupakan pucuk keturunan dari as-Sadah al-Husainiyyin, yaitu as-Sayyid asy-Syaikh Ahmad ibn ‘Isa ibn Muhammad ibn ‘Ali Ibn al-Imam Ja’far ash-Shadiq -semoga ridla Allah selalu tercurah atas mereka semua-, ketika beliau melihat bermunculan berbagai faham bid’ah dan telah menyebarnya berbagai faham sesat di Irak maka beliau segera hijrah dari wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berpindah-pindah dari satu tempat ke tampat lainnya, dan Allah menjadikannya seorang yang memberikan manfa’at di tempat manapun yang beliau pijak. Hingga pada akhirnya beliau sampai di tanah Hadramaut Yaman dan menetap di sana hingga beliau meninggal. Allah telah menjadikan orang-orang dari keturunannya sebagai orang-orang banyak memiliki berkah, hingga sangat banyak orang yang berasal dari keturunannya dan dikenal sebagai orang-orang ahli ilmu, ahli ibadah, para wali Allah dan orang-orang ahli ma’rifat. Sedikitpun tidak menimpa atas semua keturunan Al-Imam agung ini sesuatu yang telah menimpa sebagian keturunan Rasulullah dari faham-faham bid’ah dan mengikuti hawa nafsu yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua tidak lain adalah merupakah berkah dari keikhlasan al-Imam al-Muhajir Ahmad ibn ‘Isa dalam menyebarkan ilmu-ilmunya, yang karena untuk tujuan itu beliau rela berpindah dari satu tempat ke tampat yang lain untuk menghindari berbagai fitnah. Semoga Allah membalas baginya dari kita semua dengan segala balasan termulia, seperti paling mulianya sebuah balasan dari seorang anak bagi orang tuanya. Semoga Allah mengangkat derajat dan kemulian beliau bersama orang terdahulu dari kakek-kakeknya, hingga Allah menempatkan mereka semua ditempat yang tinggi. Juga semoga kita semua dipertemukan oleh Allah dengan mereka dalam segala kebaikan dengan tanpa sedikitpun dari kita terkena fitnah. Sesungguhnya Allah maha pengasih. Dan ketahuilah bahwa akidah al-Maturidiyyah adalah akidah yang sama dengan akidah al-Asy’ariyyah dalam segala hal yang telah kita sebutkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (w 1205 H), dalam pasal ke dua pada Kitab Qawa’id al-‘Aqa’id dalam kitab syarah Ihya’ berjudul Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 2, h. 6, menuliskan: “Jika disebut nama Ahlussunnah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah kaum Asy’ariyyah dan kaum Maturidiyyah”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-4639497055589466841?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/4639497055589466841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/al-arif-billah-al-imam-as-sayyid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4639497055589466841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4639497055589466841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/al-arif-billah-al-imam-as-sayyid.html' title='Al-‘Arif Billah Al-Imam as-Sayyid Abdullah ibn ‘Alawi Al-Haddad'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-5965329347391344972</id><published>2010-03-08T21:56:00.000+07:00</published><updated>2010-03-08T21:56:13.606+07:00</updated><title type='text'>Peristiwa Terbunuhnya Imam Husein  ( 2/2 )</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;JALAN PERTEMPURAN KARBALA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Seorang penulis sejarah dan tokoh Islam, Atthobari, telah menulis bahwa dalam pertempuran antara dua kekuatan yang tidak seimbang itu, seorang demi seorang sahabat Alhusain r.a. maju mendesak ke depan menghadapi hujan panah dan sasaran tombak serta kibasan pedang. Kegagah-beranian mereka yang luar biasa saja yang memungkinkan mereka untuk bertahan melawan gelombang ribuan pasukan Umar bin Saad itu sampai tengah hari. Padahal pertempuran dimulai pada lepas fajar. Ketika saat dzohor tiba, Alhusain r.a. tidak lupa segera memerintahkan anggota pasukannya untuk menghentikan perlawanan sebentar guna dapat melaksanakan sholat dzohor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah selesai melakukan sholat itu, mereka kembali melanjutkan pertempuran. Tetapi sebagaimana sudah diduga semula, betapapun juga kegagah-beranian para pengikutnya, tetapi jumlah mereka yang kecil menghadapi lawan yang demikian besar, akhirnya tak dapat berlanjut. Pasukan Alhusain r.a. yang selalu mengelilingi putera Rasul Allah s.a.w. itu akhirnya satu per satu gugur hingga habis semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal lagi di antara rombongan Alhusain r.a. itu kemudian para anggota keluarga Alhusain r.a. sendiri. Majulah kemudian yang pertama di antara keluarga Alhusain r.a. itu, &lt;b&gt;Abdullah,&lt;/b&gt;putera Muslim bin Aqil. Dengan penuh ketabahan ia menyerbu ke depan sambil mengucapkan syair yang berbunyi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu ayahku aku hari ini &lt;br /&gt;dan pemuda-pemuda yang gugur membela Nabi &lt;br /&gt;Mereka adalah keturunan yang mulia &lt;br /&gt;berbudi pekerti, bukan pendusta… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul kemudian tampil maju ke depan &lt;b&gt;Abdullah, putera Alhasan bin Ali&lt;/b&gt; yang langsung disusul oleh &lt;b&gt;Ali Al-akbar putera Alhusain r.a.&lt;/b&gt;, seorang muda remaja yang baru mencapai usia 19 tahun. Mereka menerjang tanpa mengenal takut sedikit pun menghadapi musuh yang jauh lebih kuat. Dengan wajah yang memancar sebagai pencerminan suatu keberanian, putera Alhusain r.a. tersebut maju dengan pedang terhunus di tangan kanan. Juga di tengah bahaya maut ini ia terus bersyair dengan mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku putera Husain bin Ali &lt;br /&gt;Dari ahlul-bait yang terdekat pada Nabi &lt;br /&gt;kutebaskan pedangku hingga melengkung &lt;br /&gt;pukulan pemuda Bani Hasyim yang patut &lt;br /&gt;hingga kini tetap aku pelindung ayahku, &lt;br /&gt;Demi Allah, diperintah anak Ziyad aku tak mau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mendendangkan syair ini ia terus menggebu-gebu menebaskan pedangnya ke tangah-tengah musuh. Riwayat menyatakan bahwa demikian kuat tenaga anak muda ini dan tangkas ia memainkan pedangnya, sehingga menurut taksiran tidak kurang dari 200 anggota pasukan Umar bin Saad yang berhasil dibunuhnya. Selesai menjalankan tugasnya dengan gagah berani itu Ali Al-akbar kemudian menyempatkan diri untuk menghadap ayahnya sambil berseru: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ayah, aku haus sekali …" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar permintaan anaknya itu Alhusain r.a. yang tengah memusatkan tenaga dan keberaniannya menghadapi musuh sempat meneteskan air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabarlah, anakku sayang. Tidak lama lagi kakekmu Rasul Allah akan memberimu minum dari gelasnya…," kata Alhusain r.a. dengan penuh kasih sayang. Mendengar jawaban ini, tanpa menghiraukan lagi kehausan yang mencekiknya, Ali Al-akbar kembali terjun ke medan laga. Segenap tenaganya dikerahkan untuk dapat lebih banyak menghabiskan riwayat musuh-musuhnya. Tetapi sepucuk anak panah tak lama kemudian menembus dadanya. Ia terjatuh tersungkur sambil memegangi bagian dada yang ditembus anak panah itu tepat di hadapan ayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menghiraukan keadaan di sekelilingnya, Alhusain r.a. segera mendekati anaknya dan sambil memegang badan Ali Al-akbar berkatalah ia: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Semoga Allah s.w.t. membunuh mereka yang membunuh engkau, anakku. Oh, alangkah beraninya mereka menentang Allah s.w.t. dan menginjak-injak kehormatan Rasul-Nya…" &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Alhusain r.a. ini rupanya tak sempat lagi didengar oleh Ali Al-akbar, karena ia telah mendahului gugur di medan perang Karbala ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya para wanita yang berada dalam kemah-kemah rombongan Alhusain r.a. terus-menerus mengintip jalan pertempuran itu dari jarak yang begitu jauh. Tanpa menghiraukan bahaya desingan panah, Sitti Zainab yang melihat dengan jelas apa yang terjadi atas diri Ali Al-akbar, segera ia berlari meninggalkan kemahnya dan menuju ke tempat putera Alhusain r.a. itu gugur. Dengan berteriak-teriak: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, kekasihku… Ooooh, anak saudaraku," ia kemudian memegang kepala Ali Al-akbar yang penuh berlumuran darah. Dipeluk dan diciumnya tubuh yang bermandikan darah itu dengan disertai tangis dan ratap yang mengibakan tanpa menghiraukan sama sekali bahwa di sekelilingnya sedang berkecamuk suatu pertempuran antara kekuatan yang kecil sekali melawan kekuatan besar. Alhusain r.a. yang segera menyadari bahaya ini segera memegang tangan adiknya dan membawanya kembali untuk masuk ke dalam kemah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan ini menjadi bertambah memilukan karena dari dalam kemah terdengar tangis bayi yang tiada henti-hentinya. Tangisan itu keluar dari mulut &lt;b&gt;Ali Al-Asghar&lt;/b&gt; yang masih sangat kecil karena merasakan haus yang luar biasa. Alhusain r.a. yang datang mengantar adiknya seketika lupa akan tugasnya dalam pertempuran. Tangisan kesedihan anak bayinya itu telah menggerakkan hati seorang ayah. Segera diangkatnya anaknya dan dibawanya ke luar. Sambil menggendong anaknya itu Alhusain r.a. dengan berteriak mengatakan kepada orang-orang Kufah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai warga Kufah! Tidakkah kalian takut pada siksaan Allah? Jika aku ini dalam pandanganmu adalah seorang yang dholim dan layak untuk dihukum mati, apa salah anak kecil yang masih menyusu ini, yang belum tahu apa-apa sama sekali? Mengapa kalian haramkan dia untuk mendapat setetes air untuk diminumnya? Tidakkah kalian lihat betapa kejam kehausan yang telah mencekam dirinya? Tidakkah kalian takut pada siksaan Allah kelak?" Demikian teriakan Alhusain r.a. penuh rasa kejengkelan dan kegemasan sambil mengacungkan bayi di bawah terik matahari dan kepulan debu akibat pertempuran yang masih terus berlangsung, meskipun sudah mulai mereda karena makin habis anggota rombongan Alhusain r.a. Bayi itu terus menangis melampiaskan suara memilukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Alhusain r.a. telah berteriak pada orang-orang yang membuta dan memekak. Mereka sudah tidak mendengar lagi kata-kata "Allah". Syaithan rupanya sudah terlalu dalamt merasuki jiwa mereka. Bahkan seorang prajurit Kufah telah menyambut pandangan berupa anak kecil dan tangisan yang minta dibelas-kasihani itu dengan merentangkan panahnya dan melepaskan anak panah langsung ditujukan kepada bayi yang berada di tangan Alhusain r.a. tersebut. Sambil melepaskan anak panah yang lepas dari busurnya itu prajurit yang sudah menjadi syaithan bertubuh manusia itu berseru dengan geram: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah air minum yang dimintanya itu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak panah itu lepas dari busurnya dan menembus perut anak yang masih suci bersih. Suatu jeritan pendek menandai kesakitan sekejap keluar dari mulut Ali Al-asghar, karena sebentar kemudian anak itu meninggal dunia. Hilang kehausannya bersama dengan hilangnya nyawa dari tubuhnya yang terkena anak panah tersebut. Terkejut dan tertegun Alhusain r.a. memandangi anaknya yang berlumuran darah dan masih berada dipelukannya itu. Tak percaya ia bahwa manusia bisa berbuat sedemikian kejam. Lagi-lagi, tanpa disadarinya air mata mengucur dari matanya bercampur dengan keringat dan debu yang sudah mengotori wajahnya. Dibiarkannya air mata itu mengalir dan sambil memandang ke langit ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, jika Engkau memang telah menahan kemenangan bagi kami di dunia ini, maka berilah kiranya kami kemenangan yang lebih baik. Ya Allah, jatuhkanlah pembalasan-Mu yang setimpal terhadap orang-orang yang durhaka dan dholim itu…" Kemudian dengan perlahan-lahan ia berjongkok dan meletakkan anaknya yang sudah tidak bernyawa itu di tanah berpasir, di samping saudara-saudaranya yang telah terlebih dahulu gugur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ALHUSAIN R.A. DIKEROYOK &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang seharusnya mengharukan orang-orang yang normal, ternyata sama sekali tidak merubah semangat orang-orang Kufah, anggota tentara Yazid itu. Segera dari berbagai jurusan mereka mengepung Alhusain r.a.. Alqasim, putera Al-hasan bin Ali melihat bahaya besar yang sedang mengancam pamannya, segera ia menyerbu untuk melindungi pamannya itu. Padahal Alqasim sebenarnya belum layak untuk maju ke medan pertempuran. Ia masih seorang kanak-kanak dan usianya baru pada awal belasan tahun. Sitti Zainab yang melihat tindakan Alqasim itu segera berdiri untuk mencoba menghalang-halangi. Tetapi ternyata gerakannya kalah cepat dengan gerakan seorang prajurit Kufah yang mengayunkan pedangnya ke arah Alhusain r.a. Pedang besar itu berayun ke leher Alhusain r.a. sedang Alqasim yang kecil itu berusaha menahan tebasan tersebut dengan tangannya sambil berseru: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai bedebah! Apakah engkau akan membunuh pamanku?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mata kepalanya sendiri Sitti Zainab menyaksikan pedang besar yang hendak menebas leher Alhusain r.a. itu ternyata telah menebas tangan anak kecil tersebut. Sitti Zainab memekik melihat pemandangan yang mengerikan itu. Melihat salah satu tangannya putus, maka&lt;b&gt; Alqasim&lt;/b&gt; berteriak kesakitan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ibu…, aduh ibu…" Ia kemudian jatuh tertelentang ke tanah. Mendengar keluh kesakitan anak itu Sitti Zainab kemudian menyahut dari jauh: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku! Aku datang, anakku!" Segera ia berlari mendekati Alqasim. Tetapi tiba-tiba ia menengadah dan melihat Alhusain r.a. sudah berdiri tegak di dekat kepala Alqasim. Berkatalah Alhusain r.a. kepada anak yang sudah kehilangan salah satu tangannya itu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabarlah, wahai putera saudaraku, menghadapi apa yang telah menimpa dirimu. Sebentar lagi engkau pasti akan bertemu dengan ayahmu dan orang-orang soleh yang bersama dengan ayahmu. Demi Allah, berat sekali bagi pamanmu ini untuk mendengar panggilanmu itu tanpa dapat memberikan pertolongan kepadamu. Demi Allah…, hari ini benar-benar hari yang banyak sekali dengan pembunuh dan sedikit sekali dengan penolong…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan kemudian diangkatnya Alqasim dan didekapkannya di dadanya Sesudah itu anak yang juga telah meninggal dunia itu dilktakkan di samping putera-puteranya yang telah terlebih dahulu gugur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugurlah kemudian satu per satu putera-putera saudara-saudara Alhusain r.a. yang lain laksana gugurnya bunga-bunga yang masih segar ditimpa kekeringan yang tiba-tiba menghiasi persada Karbala yang gersang dan kering itu. &lt;b&gt;Al-Abbas, Ja'far, Abdullah, Usman, Muhammad Al-asghar dan Abubakar beserta kedua anak Sitti Zainab, masing-masing On dan Muhammad berguguran&lt;/b&gt;. Menyusul kemudian putera Alhasan bin Ali r.a., yaitu &lt;b&gt;Abubakar dan putera paman Alhusain r.a., Aqil bin Abitholib, yaitu Ja'far, Abdurrahman dan Abdullah&lt;/b&gt;. Belum pernah pada suatu tempat demikian banyak yang gugur keluarga Rasul Allah s.a.w. pada waktu yang demikian singkat. &lt;b&gt;Sebagian besar mereka itu adalah orang-orang yang masih sangat muda, bahkan anak-anak, bunga-bunga yang sedang kuncup. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pertempuran makin tidak seimbang, tetapi perkelahian tidak kalah dahsyatnya. Sisa-sisa rombongan Alhusain r.a. yang makin kecil itu memberikan perlawanan yang makin sengit. Darah membasahi bumi Karbala. Udara dipenuhi oleh debu dan bau darah segar yang anyir. Burung-burung yang semula tidak nampak segera terbang berputar-putar di angkasa Karbala setelah mencium bau darah manusia yang segar itu. Perempuan-perempuan yang ada di kemah-kemah sudah tidak terdengar lagi tangisnya; airmata rupanya telah kering dan duka sudah terlalu mendalam. Segenap anggota keluarga Alhusain r.a. sekarang telah gugur semua. Pada saat itulah maka tiba-tiba sepuluh orang anggota pasukan Kufah maju menyerbu ke kemah kediaman Alhusain r.a. dengan tujuan untuk melakukan perampokan dan perampasan atas harta Alhusain r.a. yang masih ada. Mereka berpesta pora mengambili dan mengangkuti apa saja yang ada dalam kemah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tindakan biadab itu, Alhusain r.a. segera meloncat dan menyerbu orang-orang yang sedang berpesta pora itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cilaka kalian. Kalau kalian sudah tidak punya agama lagi, berlakulah seperti orang merdeka yang berjiwa luhur dan jangan bertingkah laku seperti budak-budak belian yang berjiwa hina!" kata Alhusain r.a. dengan penuh kegeraman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan itu ternyata telah menaikkan lagi tenaga dan semangat Alhusain r.a. Serbuannya membuat kalang kabut mereka yang sedang berebut harta itu. Peristiwa ini merupakan puncak dari pertempuran Karbala. Tiga orang, Alhusain r.a. dan dua sahabatnya, berhadapan dengan 3.000 orang prajurit musuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;GUGURNYA AL HUSAIN R.A &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran di Karbala yang bermula sejak fajar itu berlangsung terus sampai petang. Pasukan kecil yang dipimpin oleh Alhusain r.a. makin habis. Ketika habis Asar tinggal 3 orang yang masih mampu memberikan perlawanan. Dan ketika sinar matahari sudah mulai melembut menjelang rembang petang, akhirnya tinggal Alhusain r.a. sendiri yang terus melakukan perlawanan. Seorang dikerubuti oleh tidak kurang dari 3.000 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat bahwa dari rombongan Alhusain r.a. tinggal seorang, yaitu Alhusain r.a. sendiri, maka pasukan &lt;b&gt;Ubaidillah ibn Ziyad&lt;/b&gt; yang sudah kerasukan setan tiba-tiba seperti ragu-ragu. Tetapi Alhusain r.a. tidak memperdulikan sikap musuhnya itu. Dengan pedang di tangan yang sudah penuh berlumuran darah, baju yang sudah lusuh, berdebu dan koyak-koyak serta muka hitam mengkilat karena keringat dan debu, Alhusain r.a. terus melakukan penyerangan. Siapa saja yang ada di hadapannya, pasukan pejalan kaki atau berkuda diserangnya. Bagaikan seekor harimau yang sudah luka disertai teriakan membesarkan nama Allah s.w.t., ia mengibaskan pedangnya ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun di antara tentara Kufah yang beribu jumlahnya itu berani menyerbu dan mendekati. Mereka mencoba menghindar dan dari jarak agak jauh baru mereka melepaskan anak-anak panah. Petang itu medan Karbala seolah-olah kejatuhan hujan. Tetapi bukan hujan air. Yang dihujani adalah tubuh Alhusain r.a. seorang diri dan yang menghujani adalah anak-anak panah yang berdesing lepas dari busur-busur orang-orang Kufah itu. Demikian hebat anak panah menghujani tubuh cucu Rasul Allah s.a.w., sehingga orang yang menyaksikan peristiwa tersebut melihat Alhusain r.a. seolah-olah berselubung kulit landak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari makin condong ke barat, udara makin menyejuk. Tetapi hati Alhusain r.a. semakin panas dan juga darah panas mengalir dari luka-lukanya. Bagaimanapun hebat syaitan telah menyelusup ke dalam tubuh orang-orang Kufah itu, rupanya ada juga sebetik ketakutan di hati kecil mereka menghadapi turunan langsung Rasul Allah s.a.w. itu. Mereka dihinggapi kebimbangan untuk menjadi pembunuh Alhusain r.a.. Dalam keadaan yang berlarut-larut inilah kemudian seorang bernama Syammar dzil Jausyan, seorang pembenci ahlul-bait khususnya Alhusain r.a. akhirnya tidak dapat mengekang nafsu haus-darahnya. Ia makin panas melihat Alhusain r.a. tidak juga sudi menyerah, sedangkan kawan-kawannya ragu-ragu untuk memberikan "tembakan akhir" untuk mematikan Alhusain r.a. Dengan suara lantang ia kemudian berseru: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayo, apa kalian! Kepung dan seranglah dengan serentak dia!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan anak panah makin menghebat. Kuda tunggangan Alhusain r.a. akhirnya tak dapat bertahan lagi dan jatuh tertelungkup dengan mengeluarkan ringkikan maut yang mengerikan. Tanpa memperdulikan kejatuhan kudanya, Alhusain r.a. kemudian tegak berdiri terus melanjutkan perlawanannya. Sekarang bukan lagi anak panah, tetapi tebasan pedang dan tusukan tombak bertubi-tubi menyerangnya dari segala jurusan. Darah membasahi seluruh tubuhnya. Jubah yang dikenakannya sudah berubah warna merah kecoklat-coklatan. Sehari ia bertempur tiada hentinya. Suatu dorongan ajaib rupanya telah membuat ia tidak kenal lelah dan tak ingat haus. Tetapi, bagaimanapun juga batas kekuatannya tidak bisa terlewati lagi. Sepucuk anak panah beracun tiba-tiba menancap dalam tubuhnya tepat mengenai jantungnya. Pertama kali orang mendengar ia mengeluarkan erangan kesakitan. Masih sempat ia memegang anak panah yang menancap itu dan dengan sisa tenaga yang masih ada ia mencabut anak panah tersebut sambil mengeluarkan suara mengerang, karena darah telah memenuhi kerongkongannya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Oh, Tuhanku, ya Ilahi, engkau tahu mereka telah membunuh putera nabi-Mu…, dan di dunia ini tiada putera nabi lain daripada aku…" Anak panah itu tercabut juga diikuti oleh darah yang menyembur. Badannya terasa makin lemah dan lesu. Akhirnya Alhusain r.a., putera Sitti Fatimah Azzahra, cucu Rasul Allah s.a.w. itu roboh mencium bumi Karbala yang sudah disirami oleh darah banyak ahlul-bait dan putera-putera Bani Hasyim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugurlah cucu Rasul Allah s.a.w, itu setelah melakukan perlawanan mati-matian sampai pada detik yang terakhir. Suasana tiba-tiba hening. Burung-burung gagak pemakan mayat yang berterbangan di atas medan pertempuran Karbala dengan mengeluarkan suara-suara bergaok yang mengerikan. Juga anggota-anggota pasukan Umar bin Saad yang semula hiruk pikuk tiba-tiba berhenti berteriak-teriak dan menyaksikan rubuhnya putera Rasul Allah s.a.w. itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi peristiwa yang mencekam itu tidak berlangsung lama. Syammar bin Dzil Jausyan yang sangat membenci ahlul bait itu segera berteriak: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayo! Mengapa kalian melongo saja? Hayo habiskan jiwanya!" Perintah nya ini segera menyadarkan anak buahnya yang tengah terpukau itu. Seorang yang bernama Zar'ah bin Syarik tiba-tiba maju dan menebaskan pedangnya. ke arah pundak Alhusain r.a. yang sebelah kiri hingga tercerai dari badannya. Alhusain r.a. yang sudah tidak berdaya makin bermandikan darah yang masih hangat. Melihat itu Syammar ibnu Dzil Jausyan kemudian datang mendekati tubuh Alhsain r.a. yang sudah tergeletak tak berdaya itu. Pedang yang ada di tangannya kemudian diangkat tinggi-tinggi dan dengan kuat diayunkannya ke leher Alhusain r.a. yang tertelungkup di tanah. Sekali tebas terpisahlah kepala dari tubuh. Tanpa ragu-ragu segera dipegangnya rambut Alhusain r.a. dan diangkatnya kepala itu tinggi-tinggi. Dengan lagak kemenangan dan sinar mata yang mencerminkan jiwa kesetanan, kepala itu kemudian dibawanya menuju ke tempat komandan pasukan, yaitu Umar bin Saad. Ribuan pasang mata prajurit Kufah mengikuti peristiwa mengerikan ini. Sampai di dekat Umar bin Saad. Syammar kemudian menyerahkan kepala Alhusain r.a. Komandan pasukan Kufah menerimanya untuk "dipersembahkannya" kepada Ubaidillah bin Ziyad di Kufah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KISAH LAIN TENTANG GUGURNYA AL HUSAIN R.A &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Di samping versi di atas ada kisah lain yang menggambarkan detik-detik Alhusain r.a. terakhir pada pertempuran di Karbala itu. Dikisahkan bahwa ketika tinggal Alhusain r.a. seorang diri melakukan perlawanan terakhir, maka setelah bertempur hampir sepanjang hari, cucu Rasul Allah s.a.w. itu akhirnya tidak dapat menahan lagi kelelahan dan kehausannya. Sesungguhnya pada detik-detik yang demikian itu sangat mudah bagi anggota-anggota pasukan Umar bin Saad untuk menamatkan riwayat Alhusain r.a. Tetapi, bagaimanapun juga tersesat hati mereka, tokh ada sekelumit perasaan yang tertinggal di hati mereka. Yaitu bahwa yang ada di hadapannya itu adalah Alhusain r.a., cucu kesayangan Rasul Allah s.a.w. Pasukan yang terdiri dari beberapa suku kabilah itu rupanya enggan dan takut untuk menjadi algojo putera dari keturunan agung dan suci itu. Masing-masing suku secara diam-diam mengharapkan agar bukan orang dari sukunyalah yang tercatat dalam sejarah sebagai pembunuh keturunan langsung Rasul Allah s.a.w. itu. Melihat musuh-musuhnya yang terdiam dan ragu-ragu itu, akhirnya Alhusain r.a. menyadari bahwa ia dalam keadaan sangat kehausan. Dengan setengah sadar ia kemudian berjalan dengan lunglai menuju ke tepi sungai Euphrat. Tetapi usahanya itu telah dihalang-halangi. Seorang dari Bani Tamim bernama Umar Atthohawi ketika melihat Alhusain r.a. mendekati sungai Euphrat, kemudian mengangkat busurnya, memegang tali busur dan melepaskan anak panah yang akhirnya mengenai pundak Alhusain r.a. sebelah kiri. Tindakan tersebut kemudian diikuti oleh pukulan pedang temannya yang bernama Zur'ah bin Syarik Attamimi, tetapi yang berhasil ditangkis oleh Alhusain r.a. dengan tangannya. Dan tangan Alhusain r.a. putus karenanya. Sinan bin Anas kemudian tidak mau ketinggalan dan langsung menyerbu ke arah Alhusain r.a. dan menikam lambung cucu Rasul Allah s.a.w. yang sudah hampir sama sekali tidak berdaya itu, Alhusain r.a. rubuh ke tanah. Belum puas dengan tindakannya itu, Sinan bin Annas kemudian menyelesaikan "tugas''-nya dengan menebas batang leher Alhusain r.a. yang sudah tertelungkup di tanah. Setelah itu dipungutnya kepala yang sudah terpisah dari badan tersebut dan diserahkan kepada salah seorang temannya bernama Khauli bin Yazid Al-usbuhi. Sebab pembunuh terakhir Alhusain r.a. itu kemudian sibuk "mengurusi" tubuh Alhusain r.a. untuk mengambil celana, terompah dan pedang yang dikenakan dan dipergunakan oleh Alhusain r.a. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah suatu versi yang lain dari kisah yang menyedihkan mengenai akhir kehidupan dari putera Ali bin Abitholib r.a. dan cucu tersayang Rasul Allah s.a.w. di Karbala, tidak jauh dari Kufah di wilayah Irak sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugurnya Alhusain r.a. menandai berakhirnya pertempuran tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriyah di Karbala yang berlangsung sehari suntuk antara 4.000 orang anggota pasukan Umar bin Saad dari Kufah dan sekelompok tidak lebih dari 80 orang anggota rombongan Alhusain r.a. Pedang-pedang dibersihkan dan dimasukkkan ke dalam sarungnya. Busur-busur disarangkan kembali ke pundak. Tombak-tombak dibersihkan ujungnya dari darah yang mulai mengering. Tidak ada lagi sudah sasaran untuk senjata-senjata yang digerakkan oleh tangan-tangan yang dikendalikan jiwa yang dihuni oleh syaitan itu. Jenazah para pahlawan, anggota rombongan Alhusain r.a. yang bertebaran di padang Karbala itu bisa dibedakan dengan jelas dari mayat-mayat anggota pasukan Umar bin Saad yang tidak sedikit jumlahnya. Jenazah-jenazah pasukan Alhusain r.a. semuanya sudah tidak berkepala lagi karena selalu ditebas dengan gemasnya oleh pasukan-pasukan dari Kufah. Tinggal lagi tubuh-tubuh yang tidak berkepala itu berserakan. Di angkasa burung-burung buas berterbangan, siap untuk berpesta pora dengan mayat yang sedemikian banyaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat demikian itulah, menurut suatu riwayat yang dikisahkan oleh penulis sejarah Islam terkenal Atthobari dan Ibnul Atsir, pasukan Umar bin Saad yang masih segar kemudian berebut beramai-rarnai menggerayangi jenazah-jenazah para pahlawan tersebut untuk mengambil apa saja yang bisa mereka bawa. Kuda dan onta yang sudah tidak bertuan lagi mereka kejar-kejar untuk mereka miliki. Senjata yang sudah lepas dari tangan-tangan yang tak bernyawa mereka angkuti. Dan belum puas dengan itu semua, mereka kemudian mengarahkan pandangannya ke perkemahan para wanita dan anak-anak. Tanpa perintah komandannya, tetapi diperintah oleh syaitan yang bersemayam dalam hati mereka, kemudian mereka menyerbu kemah-kemah kaum wanita yang sudah ditinggalkan sama sekali oleh kaum lelaki itu. Berpacu mereka saling mendahului untuk mendapatkan barang yang terbaik dan terbanyak. Segera dari dalam kemah itu terdengar jeritan-jeritan dan tangisan perempuan untuk sebentar kemudian diikuti oleh wanita yang menggendong anak-anak berlarian ke luar. Tetapi orang-orang tetap mengejar mereka dan melucuti perhiasan dan pakaian yang dikenakan oleh wanita dan anak-anak itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tingkah polah anggotanya itu, Umar bin Saad tersentuh hatinya. Segera diperintahkannya agar mereka menghentikan tindakan-tindakannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayo, kembalikan semua barang-barang wanita-wanita itu," perintahnya. Tetapi mabuk kemenangan dan mabuk harta menyebabkan orang-orang itu sama sekali tidak mematuhi perintah atasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian menurut apa yang diriwayatkan oleh Atthobari dan Ibnu Atsir mengenai detik-detik terakhir peristiwa hitam yang terjadi di Karbala itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari semakin gelap. Di ufuk Barat tinggal lagi cahaya merah tua. Burung-burung pemakan mayat yang berpesta mulai meninggalkan tempat kembali ke sarangnya. Sebentar kemudian tibalah waktu maghrib. Perempuan-perempuan anggota rombongan Alhusain r.a. melakukan sholat maghrib dalam keadaan yang paling menyedihkan. Tanpa pemimpin dan tanpa Imam mereka. Mereka mengadukan nasibnya sekarang kepada Allah s.w.t. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana berkabung dan sedih mencekam wanita dan anak-anak seperti serombongan anak ayam yang ditinggalkan tiba-tiba oleh induknya dan dibayangi di atas oleh burung elang yang kelaparan. Tidak jauh di depan kemah-kemah mereka terserak jenazah orang-orang yang sangat mereka cintai terdiri dari sanak- saudara dari rumpun Bani Hasyim, kerabat yang paling dekat dari Rasul Allah s.a.w. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera bulan menggantikan matahari menyinari padang Karbala yang mengerikan itu. Burung-burung ganas digantikan oleh anjing-anjing liar padang pasir. Suara aungan mereka menambah seram malam 10 Muharram itu. Mereka mencium bau mayat-mayat segar dan segera akan berpesta pora. Lolongan kegembiraan mereka memanggil kawan-kawannya lebih menyatat-nyayat hati orang-orang perempuan yang duduk termangu-mangu sambil mengucapkan kata-kata membesarkan nama Allah s.w.t. dan mohon ampun kepada-Nya. Perlahan-lahan mereka keluar kembali menuju ke bekas medan laga. Tanpa takut dan ngeri, di bawah cahaya bulan mereka merunduk-runduk melihat mayat dari satu jenazah ke jenazah yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kepiluan dan kasih sayang dan sedu sedan mereka mengumpulkan tangan yang telah hilang untuk didekatkan dengan tubuh yang semuanya sudah tidak berkepala lagi itu. Tangan suami tangan kekasih, tangan kakak atau adik yang tercinta. Kemudian mereka duduk termangu menunggui sisa-sisa bekas orang-orang yang paling mereka kasihi dan mengasihi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu tidak jauh dari tempat kedudukan itu terhimpun sisa anggota pasukan Ubaidillah bin Ziyad. Beramai-ramai mereka mengelilingi api unggun. Bernyanyi, tertawa dan bersorak serta berpesta pora sambil menghitung-hitung harta hasil rampokan mereka masing-masing. Di samping itu mereka juga sibuk menghitung kepala-kepala manusia yang mereka bawa seperti menjinjing kepala kambing. Komandan pasukan dari Kufah itu kemudian memerintahkan agar kepala-kepala anggota rombongan Alhusain r.a. itu dikumpulkan untuk dibawa ke Kufah guna diserahkan sebagai barang bukti kesetiaan mereka kepada Ubaidillah bin Ziyad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab "Asadul-Ghabah" mengungkapkan, bahwa komandan pasukan, Umar bin Saad di samping berhasil menyerahkan kepala Alhusain r.a. juga telah menyerahkan tidak kurang dari 71 kepala para sahabat dan keluarga Alhusain r.a. yang telah gugur di Karbala itu. Ternyata kepala-kepala yang sudah terpisah dari tubuhnya itu dijadikan bahan rebutan oleh suku-suku Arab yang berada di sekitar Kufah. Mereka itu ingin memperoleh bukti bahwa mereka telah berjasa menumpas rombongan Alhusain r.a. untuk kemudian dapat digunakan sebagai usaha mencari muka dan menjilat kepada Ibnu Ziyad di Kufah atau Yazid bin Muawiyah di Damsyik (Syam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku "Asadul-Ghabah" itu selanjutnya mengungkapkan bahwa suku Kindah yang dipimpin oleh Qais bin 'Asy'ats telah berhasil mengumpulkan dan "mempersembahkan" kepada Ibnu Ziyad 13 buah kepala. Sedangkan suku Hawazin yang dipimpin oleh Syammar Dzil Jausyan yang terkenal sebagai orang yang sangat membenci ahlul-bait berhasil "mempersembahkan" 20 buah kepala dari orang-orang keluarga Rasul Allah s.a.w. itu. Sementara Bani Tamim dan Bani Asad masing-masing "memberikan sumbangan" berupa 17 buah kepala dari hasil pembantaian yang mereka lakukan di Karbala pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriyah itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Timeline Syahidnya Imam Husein&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;02 Muharram&lt;/b&gt; : Imam Husain [A.S.] tiba di Karbala&lt;br /&gt;&lt;b&gt;03 Muharram&lt;/b&gt; : Istishad Imam Husain [A.S.]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;04 Muharram&lt;/b&gt; : Tenda Imam Hussain [A.S.] dipindah dekat Sungai Euphrates&lt;br /&gt;&lt;b&gt;06 Muharram&lt;/b&gt; : 30.000 pasukan Yazid Laknatullah tiba di Karbala&lt;br /&gt;&lt;b&gt;07 Muharram&lt;/b&gt; : Jalan menuju sungai Euphrates diblokir oleh pasukan Yazid Laknatullah&lt;br /&gt;&lt;b&gt;09 Muharram&lt;/b&gt; : Yaumul Tasu'a: Rombongan Imam Hussain [A.S.] dikepung oleh musuh / Malam Asyura&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10 Muharram&lt;/b&gt; : Hari Asyura / Syahidnya Imam Husain [A.S.] - 61H termasuk pembantaian seluruh keluarga &amp;amp; pengikut rombongan oleh pasukan Yazid Laknatullah &lt;br /&gt;&lt;b&gt;11 Muharram&lt;/b&gt; : Hanya 3 orang keluarga Rasulullah SAW yang tersisa hidup yakni :&lt;br /&gt;1. Siti Zainab bin Ali&lt;br /&gt;2. Ummu Kulsum bin Muhamad (anak) &lt;br /&gt;3. Imam Ali Zayn Al-Abidin bin Husein [A.S.] &lt;br /&gt;beserta beberapa orang lainnya ditawan dan dirantai dibawa ke Kufah dan Damascus ( Ass Shams ) sebagai tawanan untuk dihadapkan ke Yazid Laknatullah yang saat itu menjadi khalifah menggantikan ayahnya Muawiyah. Dan yang paling mengerikan adalah para pasukan Yazid Laknatullah juga membawa penggalan Kepala Imam Hussain [A.S.]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12 Muharram&lt;/b&gt; : Rombongan Ahlul Bait [A.S.] yang menjadi tawanan Yazid Laknatullah tiba di Kufah&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13 Muharram&lt;/b&gt; : Setelah dipertontonkan kepada Gubernur Kufah, seluruh mayat Ahlul Bait [A.S.] termasuk penggalan kepala Imam Husain [A.S.] dikubur di Kufah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit kisah pembantaian keluarga Rasulullah SAW di Karbali oleh pasukan Yazin bin Muawiyah. Yang tertinggal hanya anak Sayidina Husein yakni Sayidina Zainal Ali Abidin dan Zainab. Mereka dibawa Ke Kuffah dan Damsyik menemui Raja Yazid sebagai TAWANAN. Itulah keangkaran murka yang berlanjut hingga sekarang ini...... banyak umat Islam yang tidak kenal keluarga Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sumber &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://swaramuslim.net/"&gt;Swara Muslim&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-5965329347391344972?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/5965329347391344972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/peristiwa-terbunuhnya-imam-husein-22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/5965329347391344972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/5965329347391344972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/peristiwa-terbunuhnya-imam-husein-22.html' title='Peristiwa Terbunuhnya Imam Husein  ( 2/2 )'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-7486717842808923759</id><published>2010-03-08T21:49:00.001+07:00</published><updated>2010-03-08T22:02:51.581+07:00</updated><title type='text'>Peristiwa Terbunuhnya Imam Husein  ( 1/2 )</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Allahumma Shalli ^ala Muhammad Wa ali Muhammad &lt;br /&gt;Assalamu'alaika Ya Aba Abdillah, Assalamu'alaika yabna Rasulullah, Assalamu'alaika yabna Amiiril mukminiina wabna sayyidil washiyyin, Assalamu'alaika yabna Fathimata sayyidati nisaail 'alamiin, Assalamu'alaika Ya tsarallahi wabna tsarihi wal witral mawtuuraa, Assalamu'alaika wa 'alal arwa ihillati hallat bi finaa ika, 'Alaikum minni jami'an salamullahi abadaan ma baqiitu wa baqiyallailu wannahaari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam atas mu wahai Aba Abdillah, Salam atas mu wahai putera Rasulullah, Salam atas mu wahai putera Amirul Mukminin, Salam atas mu wahai putra Fathimah penghulu wanita sedunia, Salam atas mu wahai Tsarallah wabna tsarih wal witral mawtur, Salam atas mu dan para arwah yang berada di halamanmu, Salam dariku untuk semua, akan selalu kuucapkan Salamullah atas mu sepanjang hidupku dan sekekal siang dan malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima puluh tahun setelah jasad Rasulullah SAWW dibaringkan disamping Masjid Nabawi, dunia Islam telah terbentang meliputi hampir setengah bumi. Gembala-gembala onta kini berpesta pora di istana- istana. Mereka telah menaklukkan Romawi dan Persia. Suara azan bergema mulai dari kota Alexandria di Mesir sampai ke dusun-dusun kecil di Azerbaijan. Berkat perjuangan Muhammad Rasulullah SAWW, orang-orang Arab yang miskin kini menjadi penguasa dunia. Bangsa yang semula terasing disahara sekarang menentukan sejarah umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Madinah, tidak jauh dari para Rasul yang agung, putera pendiri Islam tinggal dalam gubuk yang sederhana. Pada malam-malam yang dingin, ia menghabiskan waktunya dalam ruku' dan sujud. Zikirnya menyobek kesepian malam, melantunkan lagu-lagu suci para Nabi. Lihatlah, ia datang berziarah ke pusara kakeknya. Ia merintih, mengadukan keadaan ummat yang Ia saksikan. Dalam gemerlap istana para penguasa, cahaya Islam telah padam, dalam bentangan daerah kekuasaan mereka, kaum mukminin yang saleh menderita karena penindasan. Istana-istana telah didirikan dengan merampas hak orang-orang yang lemah. Anggur yang diedarkan dalam cawan-cawan merah diperah dari keringat dan darah kaum muslimin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Musik-musik dimainkan dengan membungkam suara pejuang kebenaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Ia sampaikan kepada Nabi apa yang dilakukan umamatnya. Nabi pernah berpesan agar ummatnya memelihara dua pusaka yang ditinggalkannya: Kitabullah dan Keluarganya, Ahlul Bayt-nya. Sekarang Al-Qur'an hanya tinggal bacaan. Para ulama sewaan memutarbalikkan maknanya. Lalu, dimana keluarga Nabi yang agung, dimana bahtera Nabi Nuh (a.s.), dimana gemintang petunjuk jalan ? Imam Ali (a.s.) dikhianati bekas pengikutnya. Ketika ruku' pedang menebas kepalanya dan darah membasahi jenggotnya. Padahal di zaman Rasul yang agung, ketika ruku' Imam Ali (a.s.) menyerahkan sedekahnya kepada peminta-pemintanya. &lt;br /&gt;Masih terngiang ucapan Rasulullah kepada Imam Ali (a.s.), "Hai Ali, tidak akan mencintaimu kecuali orang mukmin, dan tidak akan membencimu kecuali orang munafik." Ketika Imam Ali (a.s.) berperang tanding dengan Amer bin Abdul Wudd di Khandaq, Nabi sujud dan berdo'a: "Ya Allah, Engkau telah mengambil Ubaidah pada perang Badar dan Hamzah pada perang Uhud, jangan Engkau mengambil Ali, jangan tinggalkan aku sendirian." Imam Ali menang, Rasulullah memeluknya, air mata, deras membasahi pipinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini putera Imam Ali, Al-Husein mendengar para khatib melaknat ayahnya di mimbar-mimbar. Imam Ali (a.s.) yang meruntuhkan benteng Khaibar, yang memenangkan perang Badar, kini dicaci maki. Imam Ali, suami puteri kesayangan Rasulullah dianggap murtad dari agama. Imam Ali yang tidur di ranjang Nabi ketika Nabi berangkat hijrah, yang mengantarkan hijrah keluarga Nabi dengan berjalan kaki ratusan kilo meter sehingga melepuh kedua telapak kakinya, kini dimusuhi kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hasan (a.s.) bersedia berdamai asalkan Muawiyah menghentikan kecaman terhadap ayahnya, Ia dikhianati. Muawiyah melanggar janji. Bahkan Imam Hasan, penghulu surga ini diserang diatas kendaraannya dan diracun oleh orang yang terdekat dengannya. Para pecinta Imam Ali dikejar-kejar dan dianiaya. Lihatlah, Hujur bin Adi dan sahabat-sahabatnya dikubur hidup-hidup. Puluhan orang jama'ah Masjid dipotong tangannya karena tidak mau melaknat Imam Ali (a.s.). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Husein (a.s.) menangis, merintih di depan pusara kakeknya. Ia mengadukan semua kezaliman ummat terhadap Ahlul Bayt dan para pengikutnya. Dengarkan Al-Husein berkata kepada kakeknya, "Salam bagimu, ya Rasulullah. Inilah aku, Al-Husein puteri fathimah. Kesayanganmua, cucumu dan pusaka yang kau tinggalkan kepada umatmu. Saksikan, ya Nabi Allah, mereka telah menghinaku, menyia-nyiakan aku, dan tidak menjagaku. Aku mengadu kepada mu, sampai aku bertemu dengan mu". Kemudian Imam Husein shalat beberapa rakaat. Setelah shalat, Ia berdo'a: "Ya Allah, inilah kubur Nabi-Mu, Muhammad SAWW. Aku anak dari puteri Nabi-Mu. Telah terjadi padaku peristiwa yang telah Engkau ketahui. Ya Allah, aku mencintai kebaikan dan membenci kejahatan. Aku bermohon pada-Mu, wahai pemilik keagungan dan kemuliaan, dengan hak kubur inidan penghuninya. Pilihkan bagiku urusan yang Engkau ridhai, yang diridhai Rasul-Mu, yang diridhai kaum mukminin". Ia menangis terus sampai menjelang waktu subuh. Ia meletakkan kepalanya di atas pusara kakeknya sampai tertidur. Tiba-tiba Ia melihat Nabi yang mulia datang, dikawal para Malaikat disebelah kiri dan kanan, dimuka dan di belakang. Nabi merapatkan Al-Husein ke dadanya dan mencium diantara kedua matanya, sambil berkata, "Husein sayangku, seakan telah kulihat tubuhmu bersimbah darah, terbantai di Karbala, ditengah-tengah ummat-ku. Waktu itu engkau kehausan dan tidak diberi minum, engkau dahaga dan tidak dipuaskan. Padahal mereka mengharap syafa'at-ku. Tidak, mereka sama sekali tidak akan mendapat syafa'at-ku pada hari kiamat. Mereka binasa disisi Allah. Kasihku, Husein, ayahmu, ibumu dan saudaramu menitipkan salam padaku, mereka merindukannmu. Bagimulah derajat tinggi di surgayang tak tercapai kecuali dengan kesyahidan mu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di makam Rasulullah, Imam Husein berjanji untuk menegakkan kembali Islam yang sebenarnya, Islam yang diajarkan oleh kakeknya. Islam yang menentang kezaliman, Islam yang melawan penindasan, Islam kaum mustadh'afin. Esoknya Ia menghimpun keluarganya, berangkat menuju Kufah. kepergiannya mengguncangkan hati banyak sahabat Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah, Ummul Mukminin, isteri Rasulullah SAWW mengantarkannya dengan linangan air mata. Ummu Salamah terkenang saat ia bersama Rasulullah. Dengarkan cerita Ummu Salamh: "Pada suatu malam Rasulullah berbaring untuk tidur, kemudian bangun kembali dalam keadaan resah, berbaring kembali lalu bangun kembali. Di tangannya ada segenggam tanah merah. Ia mencium tanah itu. Aku bertanya, tanah apakah ini ya Rasulullah ?, Rasulullah menjawab, baru saja Jibril memberitakan padaku bahwa Al-Husein akan terbunuh di Karbala. Inilah tanah, tempat darahnya tumpah. Kemudian ia memberitakan padaku seraya berkata: Tanah ini berasal dari tanah tempat Al-Husein akan terbunuh. Kalau tanah ini nanti berubah menjadi darah, ketahuilah Al-Husein sudah terbunuh. Kemudian aku menyimpan tanah itu didalam botol. Aku bertanya, hari itu hari berkabung bila tanah ini telah berubah menjadi darah". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Detik-detik Saat Darah Suci Mewarnai Tanah Karbala &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Suasana kota Kufah tercekam kezaliman dan ketidak-adilan, ajaran Islam diselewengkan oleh penguasa zalim Ibnu Ziyad, Gubernur kepercayaan Yazid bin Muawiyah. Penduduk Kufah tidak tahan menghadapi kenyataan itu. Mereka mengirim surat kepada Imam Husein (a.s.), isinya mengharapkan bimbingan ruhani dari cucu kesayangan Rasulullah SAWW. Mereka berjanji akan membai'at kepadanya sebagai khalifah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan ibadah haji, Imam Husein beserta rombongannya pergi meninggalkan Makkah menuju Kufah untuk memenuhi harapan penduduk Kufah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang senja tanggal 2 Muharram, Imam Husein dan rombongannya tiba di suatu tempat kurang lebih 70 km dari kota Kufah, tempat itu adalah Karbala. Di tempat itu Imam dan rombongannya berhenti. Selesai shalat dan berdo'a, Imam memerintahkan rombongannya memancangkan kemah-kemah untuk istirahat dan melepaskan lelah karena perjalanan yang cukup jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan yang begitu ketatnya oleh penguasa zalim, sehingga berita keberangkatan Imam Husein (a.s.) dan rombongan terdengar oleh Gubernur Kufah, Ibnu Ziyad mempersiapkan 4.000 orang yang merupakan pasukan dengan peralatan perang yang lengkap untuk menghadang Imam Husein (a.s.) dan rombongannya yang berjumlah 72 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari ketika itu sudah condong ke Barat, waktu Ashar sudah hampir lewat untuk digantikan oleh maghrib. Di perkemahan Alhusain r.a. suasana diliputi oleh kehausan dan kelesuan karena kekurangan air dan pangan. Suasana panas terik di petang hari itu tambah mencekam. Alhusain r.a. sendiri sedang duduk dengan tenang di depan kemahnya untuk sekedar melepaskan lelah dan mengendorkan ketegangan pikiran. Ia sama sekali tidak memperhatikan dan mengetahui apa yang sedang terjadi di kalangan pasukan Ubaidillah. Ia tidak mengetahui, bahwa seorang kurir dari Kufah telah datang membawa jawaban Ubaidillah bin Ziyad atas usul-usul yang dikemukakannya melalui Umar bin Saad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih-lebih lagi ia tidak mengetahui apa isi surat jawaban penguasa Kufah itu. Karena terlalu lelah dan payah, akhirnya Alhusain r.a. jatuh tertidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitti Zainab, adik perempuan yang selalu berada tidak begitu jauh dari tempatnya, tiba-tiba datang setengah berlari dan segera membangunkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.fatimah.org/kisah/husain/rute.htm" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://www.fatimah.org/kisah/husain/rute.htm" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Kak Husain! Kak Husain!" kata Sitti Zainab sambil menggoncang-goncangkan tangan kakaknya yang tertidur di depan kemahnya. Alhusain r.a. yang terkejut karena dibangunkan dengan tiba-tiba itu sebelum sempat menanyakan apa-apa yang telah ditukaskan oleh adiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kau tidak mendengar suara gemuruh yang makin mendekat itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Sitti Zainab yang mengandung ketakutan itu mendapat jawaban yang tenang dari kakaknya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adikku," kata Alhusain r.a. sambil memandang dengan kasih sayang kepada adik yang sangat disayanginyaitu, "Aku baru saja bermimpi bertemu dengan kakek kita, Rasul Allah s.a.w." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memperdulikan apa yang dikatakan oleh adiknya, Alhusain r.a. kemudian melanjutkan: "Dalam mimpi tersebut beliau mengatakan kepadaku demikian: &lt;b&gt;'Wahai Husain, engkau akan datang menyusul aku!'…" &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar mimpi kakaknya itu, Sitti Zainab tidak dapat menahan perasaannya lagi. Sambil memukuli wajahnya sendiri ia berteriak-teriak: "Aduh, alangkah celaka aku ini!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Alhusain r.a. tetap bersikap tenang, bahkan ia berusaha menenteramkan adiknya dengan kata-kata: "Engkau tidak akan celaka, Zainab. Diamlah, adikku. Tenanglah. Semoga Allah s.w.t. memberikan rahmat-Nya kepada engkau!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengucapkan kata-kata penenang bagi Sitti Zainab itu, Alhusain r.a. kemudian berdiri dan berjalan menuju ke tempat adiknya, yaitu &lt;b&gt;Al-Abbas bin Ali&lt;/b&gt;. Kepada adik lelakinya itu Alhusain r.a. memerintahkan untuk mengecek apa sebenarnya suara gemuruh itu dan apakah memang benar bahwa suara itu adalah suara derap kuda-kuda musuh yang datang untuk menyerang mereka. Tidak perlu lama Alhusain r.a. menunggu jawaban, sebentar kemudian Al-Abbas bin Ali telah datang dengan tergesa-gesa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Musuh benar-benar telah mendekat dan siap untuk melakukan penyerangan guna membinasakan rombongan kita!" Demikian dilaporkan oleh Al-Abbas bin Ali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima laporan ini Alhusain r.a. segera mengirimkan seorang utusan untuk menemui komandan pasukan penyerbu itu. Ia mengusulkan agar supaya pertempuran ditunda sampai esok hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikanlah kesempatan kepada kami pada hari ini untuk melakukan sholat dan ibadah kepada Allah s.w.t. untuk memohon do'a dan istighfar…" Demikian kata Alhusain r.a. kepada &lt;b&gt;komandan pasukan ibnu Ziyad&lt;/b&gt; itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi usul yang tiba-tiba itu, &lt;b&gt;Umar bin Saad&lt;/b&gt; kemudian melakukan perundingan sebentar dengan komandan-komandan dan bawahannya dan beberapa orang perwira. Akhirnya pertempuran yang hampir saja pecah pada petang itu mereka mufakati untuk ditunda sampai esok pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari itu juga setelah melakukan sholat Isya bersama-sama, maka Alhusain r.a. yang tahu betul bahwa pertumpahan darah sudah tidak akan bisa dielakkan lagi, segera mengumpulkan sahabat-sahabatnya yang masih tetap setia. Orang tahu betul bahwa pertempuran yang akan terjadi itu adalah sama sekali tidak seimbang. Tidak seorang pun di antara rombongan Alhusain r.a. yang punya harapan untuk menang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Delapan puluh orang&lt;/b&gt;, termasuk anak-anak dan perempuan, untuk menghadapi empat batalyon pasukan yang terlatih dan lengkap persenjataannya! Hanya suatu keajaiban saja yang mungkin bisa membalikkan keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sejumlah kecil sahabatnya itu berkatalah cucu Rasul Allah s.a.w. sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sungguh, belum pernah aku mengenal ada sahabat-sahabat yang melebihi kesetiannya (kepadaku) daripada kalian ini. Demikian pula, aku belum pernah tahu, ada suatu keluarga yang kebaikan hati mereka melebihi daripada keluargaku ini. Semoga Allah s.w.t. memberikan imbalan yang baik bagi kalian atas kebaikan dan kesetiaan kalian terhadap diriku…" Demikian ucap Alhusain r.a. pada malam menjelang pertempuran di tempat yang bernama Karbala itu. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana hening, keprihatinan mencekam. Dengan beratapkan langit yang cerah dan berbintang, kelompok kecil itu dengan sungguh-sungguh memperhatikan Alhusain r.a. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ketahuilah saudara-saudaraku," kata Alhusain r.a. melanjutkan, "bahwa aku memberikan ijin kepada kalian untuk berpisah dengan aku. Karena itu, berangkatlah. Biarlah kita berpisah dalam keadaan yang baik. Selamatkan diri kalian. Aku melepaskan kalian dengan baik dan tiada lagi ikatan antara kalian dengan aku…" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata tersebut diucapkan dengan penuh rasa haru. Beberapa orang lelaki tidak dapat menahan perasaannya, melelehkan airmata. Sedangkan perempuan-perempuan yang merapatkan telinga di dinding tenda untuk mendengarkan apa yang diucapkan Alhusain r.a., terisak-isak. Malahan ada yang jadi histeris, berteriak-teriak melengking memecah kesepian malam. Tetapi tanpa memperdulikan semuanya itu, berkatalah Alhusain r.a. lebih jauh: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"… kini kita telah diselubungi oleh kegelapan malam. Nah, jadikan kegelapan ini sebagai tabir yang kiranya dapat melindungi kalian dalam perjalanan yang akan kalian lakukan. Aku mengharapkan agar tiap seorang di antara kalian bersedia membawa dan menuntun salah seorang anggota keluargaku. Kemudian pergilah menyebar di bumi Allah ini sehingga Allah s.w.t. memberikan jalan keluar bagi kalian semua…" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti sejenak ia mereguk rasa haru yang tersendat dalam kerongkongannya untuk kemudian melanjutkan dengan kata-kata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hendaknya saudara-saudara mengetahui, bahwa pasukan musuh yang akan datang menyerang (esok pagi) tidak lain tujuannya kecuali untuk mencari aku. Kalau mereka kemudian sudah berhasil menangkap dan membunuh aku, maka aku yakin mereka tidak akan lagi memperdulikan orang-orang lain…" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan para pendengar yang sudah lama tertekan mendengarkan kata-kata Alhusain r.a. yang mengharukan itu akhirnya tidak dapat mereka endapkan lagi, dengan serentak, seolah-olah ada suatu perintah ajaib, mereka berseru: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Ya, Subhanallaaah!"&lt;/b&gt; Lalu kemudian menyusul beberapa orang yang berkata dengan berbagai bentuk kalimat, tetapi satu juga maknanya demikian: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang akan dikatakan orang kelak mengenai diri kami apabila kami meninggalkan Imam dan pemimpin kami sebelum kami melepaskan sepucuk anak panah dan belum menghunjamkan tombak dan menebaskan pedang-pedang kami terhadap musuh-musuh kita? Apakah kami akan mengatakan bahwa kami telah meninggalkan pemimpin kami, Alhusain, untuk menjadi umpan panah dan sasaran tombak musuh? Dan kemudian jenazah pemimpin kami itu kami biarkan dikoyak-koyak oleh binatang-binatang buas? Apakah kemudian kami akan mengatakan bahwa kami telah lari untuk menyelamatkan diri kami agar kami dapat terus hidup? Apa yang hendak kami katakan kepada kakekmu, Rasul Allah s.a.w., apabila kami bertemu dengan beliau di alam baqa nanti? Dan bagaimana pertanggungan jawab yang harus kami berikan kepada Allah s.w.t….?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana tenang yang mula-mula bersifat monolog mendengarkan ucapan Alhusain r.a. sekarang berubah menjadi ucapan reaksi bermacam-macam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah," kata beberapa orang, "kami tidak akan melakukan perbuatan demikian itu. &lt;b&gt;Kami telah bertekad bulat untuk mengurbankan jiwa raga dan harta kami bahkan juga keluarga kami&lt;/b&gt; untuk bertempur bersama-sama dengan engkau sehingga kita bersama-sama menemui tempat yang memang disediakan untuk kita. Kami tidak dapat membayangkan, betapa buruknya kehidupan kami sepeninggal engkau!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan salah seorang sahabat Alhusain r.a. itu dengan suara paling keras mengatakan: "Demi Allah, kami tidak akan berpisah dengan engkau selama pedangku masih berada di tanganku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat lagi Alhusain r.a. yang keras hati itu menahan airmata harunya mendengarkan kata-kata penuh keberanian yang dilandasi oleh ketulusan dan kecintaan pada dirinya itu. Melihat Alhusain r.a. meneteskan airmata, suasana emosionil penuh keberanian itu berubah menjadi tangis bersama. Bukan tangis hati yang kecut, tetapi ungkapan kesatuan perasaan yang tak dapat dibendung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Alhusain r.a. segera menyadari, bahwa malam itu tidak boleh dihabiskan dengan ungkapan emosi. Besok pagi telah menunggu tugas berat dan menentukan. Segera dimintanya segenap anggota rombongan untuk beristirahat dan sebagian orang lagi berjaga-jaga bergantian. Malam makin mendalam, sunyi makin mencekam. Ternyata orang-orang dewasa hampir tak ada yang dapat memejamkan mata. Mereka bukan dihinggapi kengerian, tetapi masing-masing dalam batin maupun ucapan menyampaikan do'a dan berzikir ke hadirat Yang Maha Esa. Mereka mohon agar iman mereka diteguhkan untuk menghadapi cobaan yang sudah menunggu di ambang pagi hari esok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kesepian yang mencekam di perkemahan Alhusain r.a. dan rombongannya itu, tiba-tiba memecah suara teriakan yang memilukan. Suara yang keluar dari kerongkongan seorang wanita itu seperti suatu keluhan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, Husain, pemimpin kami, pemuka yang jadi harapan kami! Oh, alangkah menyedihkan hidupku ini. Alangkah baiknya apabila aku mati daripada harus memikul beban kesedihan ini. Datang kini perasaanku oleh wafat Rasul Allah s.a.w., berpulangnya Sitti Fatimah bundaku, meninggalnya ayahku dan matinya saudaraku Alhasan…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang segera mengetahui bahwa suara memilukan itu adalah keluhan Sitti Zainab, puteri Sitti Fatimah r.a. dan adik kandung Alhusain r.a. sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;CERITA ALI ZAINAL ABIDIN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa menjelang pertempuran Karbala ini telah diceritakan pula oleh Ali Zainal Abidin r.a., putera Alhusain r.a. yang malam itu masih belum lepas sama sekali dari serangan penyakit. Tentang jeritan pada malam menjelang pertempuran di Karbala yang terlontar dari mulut bibinya, Sitti Zainab menurut Ali Zainal Abidin itu adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada malam hari pada waktu keesokan harinya ayahku gugur di Karbala, aku sedang duduk termenung dalam keadaan sakit. Ketika itu bibiku berada di sampingku. Dalam kesunyian itu tiba-tiba aku dan bibiku mendengar suara ayahku, Alhusain yang berada di kemahnya, mengumandangkan suatu syair. Dengan suara terputus-putus bersyairlah ayahku demikian: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, zaman. &lt;br /&gt;Alangkah buruk engkau sebagai teman. &lt;br /&gt;Betapa banyak peristiwa sedih telah terjadi. &lt;br /&gt;Pada pagi dan petang hari. &lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa yang menimpa para sahabat &lt;br /&gt;yang menuntut balas terbunuhnya keluarga. &lt;br /&gt;Dan engkau, wahai zaman, tidak puas dengan pengganti &lt;br /&gt;menuntut terus tiada henti. &lt;br /&gt;Sesungguhnya, Segala urusan kembali pada Yang Maha Esa. &lt;br /&gt;Semua makhluk hidup menempuh jalan itu juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar syair ayahku yang diucapkannya berulang kali, terasa tenggorokanku makin kering dan tak dapat lagi aku menahan airmataku. Demikian pula bibiku yang hampir selalu berada di dekatku yang juga turut mendengar alunan sajak ayahku yang lebih menyerupai ratapan itu akhirnya menangis pula. Ia tiba-tiba berteriak, melompat berdiri dan pergi tanpa kerudung menuju ke kemah ayahku. Lalu aku mendengar ia berkata kepada ayahku: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Husain, kakakku. Engkau akan meninggalkan aku. Coba kalau ajal mengakhiri hidupku ini!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adikku Zainab," terdengar suara ayahku menjawab dengan suara lemah lembut dan menyejukkan, "jangan biarkan dirimu dipengaruhi oleh syaithan yang memang berusaha menghabiskan kesabaranmu …" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakakku Husain," sahut bibiku dengan suara isakan tangisnya, "semoga jiwaku menjadi tebusan bagimu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ayahku sangat terharu sehingga tidak dapat menahan tetesan airmatanya mendengar ungkapan kasih sayang adiknya itu. Berkatalah beliau kemudian: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adikku, teguhkanlah imanmu kepada Allah s.w.t. Serahkan nasibmu kepada-Nya. Ketahuilah adikku, semua makhluk di permukaan bumi ini pasti (pada suatu waktu) akan mati. Demikian pula segenap penghuni langit tidak akan hidup abadi. Segala sesuatu pasti akan mengalami kemusnahannya, kecuali Allah s.w.t. Bukankah ayahku lebih baik daripadaku? Ibuku lebih baik daripadaku? Demikian pula saudaraku adalah lebih baik daripada aku? Mereka semua itu telah pergi mendahului aku. Hendaklah aku dan semua orang beriman menjadikan Rasul Allah s.a.w. sebagai contoh dan tauladan dari kehidupannya …" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat, ayahku mengakhiri kata-katanya pada malam itu dengan mengucapkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adikku, aku minta engkau bersumpah di hadapanku. Dan aku harapkan agar engkau menepati sumpahmu itu. Yaitu, apabila aku gugur, maka janganlah engkau mengoyak-koyak bajumu dan memukuli wajahmu. Jangan pula kau mendoakan kehancuran dan kecelakaan karena hilangnya aku …" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salah satu peristiwa yang diingat dan dikisahkan oleh Ali Zainal Abidin r.a. mengenai malam menjelang terjadi malapetaka Karbala. Ia masih muda. Tetapi orang mengenalnya sebagai anak yang cerdas. Peristiwa itu sangat berkesan pada dirinya. Sebab pada malam itulah rupanya ia mendengar suara ayahnya yang terakhir pada malam hari. Anak yang masih muda itu telah ikut merasakan suatu keadaan yang sedang mengancam rombongan yang dipimpin oleh ayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu ternyata cepat berlalu dengan iringan do'a dan zikir para anggota keluarga dan sahabat-sahabat Alhusain r.a. Sedang di suatu tempat yang tidak seberapa jauh letaknya, seperti harimau lapar, menanti suatu pasukan yang bersenjata lengkap untuk menyergap rombongan yang kecil ini. Anggota pasukan itu menyalakan api untuk sekedar mengurangi kedinginan malam di Karbala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sakit Ali Zainal Abidin r.a. bertambah berat. Sitti Zainab yang selalu mendampinginya tidak dapat menahan kepedihan hati dan kebingungannya. Sebentar-sebentar dirabanya dahi anak itu. Panas tidak makin mereda. Bibir yang mungil dan biasa kemerah-merahan, sekarang nampak kering dan pecah-pecah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Minum…," terdengar suara lirih dari tenggorokan yang telah kering itu. Makin tersayat hati Sitti Zainab mendengar permintaan kemenakannya itu. Sebab air sudah tidak ada lagi. Girab dan pundi air telah kering kerontang. Sedangkan hanya beberapa puluh meter saja terdapat air yang melimpah-limpah dari sungai Euphrat. Tetapi air itu dijaga keras oleh suatu pasukan yang lebih takut kepada ancaman Ubaidillah bin Ziyad daripada ketakutan mereka kepada Allah s.w.t. Satu-satunya yang dapat dilakukan oleh Sitti Zainab adalah memberikan harapan dan meneguhkan iman anak yang dicintainya itu. Ia hanya dapat memohonkan do'a kepada Allah s.w.t. dan berpesan: "Sabarlah anakku. Tahankan sebentar kehausanmu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum cukup menghadapi Ali Zainal Abidin yang tengah disiksa kesakitan dan kehausan, maka di sampingnya tergeletak anak bayi yang masih belum lepas susu. &lt;b&gt;Bayi itu adalah Ali Al-Asghar&lt;/b&gt;, adik Ali Zainal Abidin. Pilu mendengar tangis anak kecil yang kehausan. Untuk sekedar memenuhi permintaan anak yang belum tahu apa-apa itu Sitti Zainab memasukkan dalam mulut Ali Al-Asghar itu secarik kain. Anak tersebut kemudian menghisap-hisap ujung kain sehingga terlena untuk kemudian tertidur sebentar. Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena kehausan kembali mencekam dan terdengar tangisnya yang memilukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;10 MUHARRAM TIBA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada suatu keajaiban bisa terjadi, maka anggota rombongan Alhusain r.a. pada tanggal 9 Muharram tersebut mengharapkan agar matahari tidak terbit esok hari.Tetapi apakah artinya? Matahari tidak terbit lagi tetapi tetap diancam oleh maut karena kelaparan dan kehausan? Tidak ada pilihan lain. Menyongsong fajar tanggal 10 Muharram yang membawa pertempuran dengan pasukan Kufah maupun menyongsong kehausan yang makin mencekam adalah sama beratnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya fajar tanggal &lt;b&gt;10 Muharram&lt;/b&gt; menyingsing juga. &lt;b&gt;Dua kelompok&lt;/b&gt; manusia saling berhadapan. Satu kelompok besar bersenjata lengkap, berhadapan sekelompok kecil rombongan cucu Rasul Allah s.a.w. Satu kelompok &lt;b&gt;mewakili kekuasaan duniawi&lt;/b&gt; yang sewenang-wenang, sedangkan kelompok lain mewakili &lt;b&gt;keimanan dan keturunan yang mulia&lt;/b&gt;. Umar bin Saad memimpin pasukan yang berjumlah tak kurang dari &lt;b&gt;4.000 orang&lt;/b&gt;, berhadapan dengan pengikut-pengikut setia Alhusain r.a. yang hanya terdiri dari &lt;b&gt;72 orang&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;yaitu 32 prajurit penunggang kuda dan 40 orang prajurit pejalan kaki. Selebihnya hanya terdiri dari anak-anak dan perempuan-perempuan. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Alhusain r.a. sama sekali tidak merasa kecil hati dengan anggota pasukannya yang hanya berjumlah 72 orang itu. Dengan anggun ia melihat pasukannya yang sudah siap untuk mengorbankan segala-galanya. Kemudian ia memandang ke depan pada pasukan musuh yang berjumlah ribuan. Dalam hati kecilnya Alhusain r.a. sudah tahu, bahwa betapapun keberanian anggota-anggota pasukannya, mereka tidak akan bisa menang menghadapi musuh yang jauh lebih kuat itu. Tetapi ia sudah bertekad untuk lebih baik mati bercermin bangkai daripada hidup berkalang tanah. Kemudian ia mengucapkan do'a dengan suara tenang: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah. Engkaulah tempatku berlindung dalam kesusahan. Engkau tempat aku meletakkan harapan dalam penderitaan. Betapa banyak sudah kesukaran yang melemahkan jiwa yang telah Kau timpakan atas diri kami yang kemudian Engkau angkat. Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah pemberi nikmat dan Engkaulah, wahai Tuhanku, pemilik semua kebaikan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota pasukannya dengan penuh khidmat mendengarkan pemimpinnya itu mengucapkan do'a. Sedikitpun tidak nampak wajah kecut dan ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai memanjatkan do'a itu kemudian Alhusain r.a. tegak memandang ke hadapannya pada pasukan musuh yang dipimpin oleh Umar bin Saad. Pasukan yang sebagian besar terdiri dari orang-orang Kufah yang beberapa waktu sebelumnya telah menyatakan bai'at dan sumpah setianya kepada Alhusain r.a. Dengan suara lantang kemudian cucu Rasul Allah s.a.w. itu berseru kepada mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Wahai para ahli Irak! &lt;br /&gt;Dengarkanlah kata-kataku ini. Jangan kalian cepat-cepat melakukan serangan terhadap kami sebelum kalian mendengar apa yang akan aku ucapkan ini. Jika kalian insaf dan dapat membenarkan apa yang kukatakan nanti, pasti hidup kalian akan lebih berbahagia …" &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya permintaan Alhusain r.a. itu diperhatikan benar-benar oleh Umar bin Saad. Melihat ini kemudian Alhusain r.a. dengan suara penuh wibawa melanjutkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi sebaliknya, kalau kalian tidak juga mau insaf dan sadar sehingga kalian tidak bersedia menerima kebenaran yang aku sampaikan, maka kami persilahkan kalian mengerahkan semua tenaga dan kekuatan kalian. Kemudian gempurlah kami; jangan ditunda-tunda lagi!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Alhusain r.a. penuh wibawa itu rupanya membuat Umar bin Saad dan anggota-anggota pasukannya tertegun. Sebelum mereka sadar tentang apa yang harus mereka lakukan, maka tiba-tiba Alhusain r.a. melanjutkan mengucapkan kata-katanya dengan mengutip ayat 196 surat Al A'raf yang (terjemahannya) berbunyi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya pelindung kami adalah Allah yang telah menurunkan Kitab-Nya, dan Allah juga yang melindungi orang-orang yang soleh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Alhusain r.a. tersebut menggema di tengah padang pasir pada fajar yang sangat cerah itu. Ternyata bukan saja pasukan Umar bin Saad dan pasukannya sendiri, tetapi juga perempuan-perempuan yang ada dalam kemah-kemah dapat mendengarkan apa yang dikatakan oleh putera Sitti Fatimah Azzahra r.a. itu. Sitti Zainab bersama kawan-kawannya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Alhusain r.a. terhadap musuhnya itu tidak lagi dapat menyembunyikan perasaan mereka. Gema suara Alhusain r.a. disambut isakan tangis dan sedu-sedan dari kemah-kemah. Rupanya tangis dan isak itu terdengar juga oleh Alhusain r.a. Ia nampaknya ingat pada apa yang pernah dikatakan oleh pamannya, ibnu Abbas pada dirinya sebelum ia meninggalkan Mekah yang berbunyi sebagai benkut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Husain! Jika engkau harus juga berangkat ke Kufah, janganlah kau membawa wanita dan anak-anakmu yang masih kecil. Sungguh Husain, aku khawatir kalau engkau sampai terbunuh seperti yang pernah dialami oleh Usman ketika ia mati dibunuh di hadapan mata isterinya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhusain r.a. kemudian sadar dari renungannya. Segera ia perintahkan anaknya Ali Al-Akbar dan Al-Abbas untuk menyuruh diam orang-orang perempuan itu dari tangisan mereka. Tidak bisa disangsikan, nampaknya tangis para wanita itu sangat mempengaruhi perasaan Alhusain r.a. Sebab begitu perempuan-perempuan itu menghentikan tangisnya, berkatalah Alhusain lebih lanjut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saudara-saudara, kenalilah aku ini. Perhatikanlah siapa aku ini!" Katanya sambil menunjuk dirinya sendiri. "Lalu kembali tanyakan pada diri kalian. Dengarkan suara hati nuranimu. Ketuklah hati kecilmu sendiri dan kemudian pikirlah baik-baik. Pantaskah, layakkah bagi kalian untuk membunuh aku dan menginjak-injak kehormatan diriku? Bukankah aku ini putera Sitti Fatimah Azzahra. Puteri junjungan Rasul Allah s.a.w.? Dan bukankah aku ini putera Ali bin Abitholib, seorang mu'min yang pertama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya? Bukankah kalian juga tahu bahwa Hamzah bin Abdul Mutholib, seorang pemimpin dari para syahid adalah paman ayahku? Demikian pula Ja'far bin Abitholib yang telah mati syahid itu adalah pamanku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang, baik rombongan Alhusain r.a. maupun musuh mereka nampak terpukau oleh kata-kata Alhusain r.a. yang berkata selanjutnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah kalian pernah mendengar sabda Rasul Allah s.a.w. mengenai diriku dan diri kakakku Alhasan, ketika beliau mengatakan bahwa "kalian berdua adalah pemimpin para pemuda ahli surga dan cahaya mata orang-orang ahli-sunnah? Tidaklah itu semua cukup menjadi penghalang bagi kalian untuk menghalangi kalian untuk jangan sampai menumpahkan darahku?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi melihat mata Umar bin Saad dan anggota pasukannya yang tidak dapat menyetujui ucapan Alhusain r.a. itu maka putera Sitti Fatimah Azzahra r.a. dengan nada agak meninggi setengah berteriak berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian masih juga merasa ragu terhadap apa yang telah kukatakan; jika kalian masih bimbang bahwa aku ini benar-benar anak puteri Rasul Allah s.a.w., boleh aku jelaskan. Demi Allah, tidak ada lagi baik di Timur maupun di Barat seorang putera dari puteri Rasul Allah s.a.w., selain daripada aku!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana makin tegang, karena nampaknya walaupun Alhusain r.a. sudah mencoba meyakinkan dan membuka hati lawannya, mereka masih tetap berkeras untuk siap menyergap. Tetapi Alhusain r.a. dengan tenang tetap meneruskan pidatonya dengan berkata lagi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kalian menuntut aku sebagai suatu pembalasan karena aku telah membunuh seorang di antara kalian? Ataukah kalian mengejar aku karena aku telah menghabiskan hartamu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pandangan tajam Alhusain r.a. melihat pada wajah-wajah musuh yang tidak seberapa jauh berada di hadapannya itu. Banyak di antara wajah-wajah yang ditatapnya itu yang dikenalnya. Tiap pandangan Alhusain r.a. bertatapan dengan pandangan orang yang dilihatnya, maka musuh itu menundukkan kepala. Mereka tak mampu dan tak berani menatap pandangan putera Sitti Fatimah Azzahra r.a. tersebut. Sebab Alhusain r.a. mengenal mereka. Tidak sedikit di antara yang dikenalnya itu adalah orang-orang yang pernah menyatakan kesetiaan mereka kepadanya. Alhusain r.a. sambil menunjuk kepada beberapa orang mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai fulan …, kau anu … Bukankah kalian telah pernah menulis surat kepadaku dengan mengatakan bahwa 'tanaman telah menghijau dan buahnya sudah matang?' Bukankah kalian juga yang pernah menulis bahwa 'sudah waktunya aku datang di Kufah untuk mempersiapkan tentara yang bersedia membela aku?' …" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kata-kata Alhusain r.a. ini menggetarkan. Karena bukan saja yang dikatakannya itu adalah benar, tetapi juga benar-benar menembus jantung orang-orang yang disebutnya itu. Kata-kata Alhusain r.a. itu rasanya sudah merupakan tusukan senjata-senjata pertama yang menembus ulu hati-kecil orang-orang Kufah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun cukup panjang pidato Alhusain r.a., kedua pasukan yang sebenarnya sudah siap untuk saling menyergap itu seolah-olah terpukau. Padahal tombak telah diacungkan dan pedang telah dihunus. Bagi musuh Alhusain r.a., pidatonya itu seolah-olah merupakan suara seorang hakim yang siap mengadili mereka. Kata-katanya adalah tuduhan-tuduhan yang kuat sekali dasarnya. Tak seorang pun yang bergerak dan menyahut selama cucu Rasul Allah s.a.w. itu menyampaikan kata-katanya dengan bahasa yang terus terang dan penuh kebenaran. Tetapi kalimat-kalimat terakhir yang diucapkan oleh Alhusain r.a. itu ternyata tidak dapat lagi mereka tahan-tahan. Beberapa orang kemudian mengeluarkan teriakan-teriakan untuk mengganggu dan mengacaukan pidato Alhusain r.a. Mereka malu terhadap apa yang diungkapkan oleh Alhusain r.a. itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ALHURR BIN YAZID INSAF &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;Hiruk-pikuk di kalangan anggota pasukan Kufah itu makin menjadi-jadi, sebab banyak di antara mereka yang terkena oleh kata-kata Alhusain r.a. Tetapi ternyata salah seorang di antara anggota pasukan itu, yang tidak lain adalah Alhurr bin Yazid telah menerima kata-kata Alhusain r.a. itu dengan penuh kesadaran. Selama itu memang dia termasuk di antara salah seorang anggota pasukan Umar bin Saad yang mendengarkan dengan tekun pidato Alhusain r.a. Di tengah-tengah hiruk-pikuk suara mereka yang mengacau amanat Alhusain r.a., maka Alhurr tiba-tiba bergerak mendatangi komandan pasukannya, yaitu Umar bin Saad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau akan berperang dengan sekelompok orang itu?" Tanya Alhurr bin Yazid kepada Umar bin Saad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya! Demi Allah, aku akan menggempur dia. Sekurang-kurangnya sampai kepalanya jatuh dan tangannya melayang!" Jawab komandan pasukan, Umar bin Saad itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau tidak setuju dengan salah satu dari tiga saran yang telah dikemukakan oleh Alhusain itu?" tanya Alhurr bin Yazid lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah," jawab Umar bin Saad dengan mata memandang ke bawah dan suara agak dilirihkan, "jika sekiranya kekuasaan ada di tanganku, tentu saja aku akan menerimanya. Tetapi Kepala Daerah, &lt;b&gt;Ibnu Ziyad&lt;/b&gt;. tidak mau menerima (saran Alhusain) itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban dari atasannya itu Alhurr tertegun sebentar dan kemudian dengan pelan-pelan mundur. Setelah beberapa langkah mudur ia membalikkan badan kuda yang ditungganginya dan berjalan menuju ke arah berkumpulnya pasukan Alhusain r.a. badannya terasa gemetar karena menahan perasaan berat. Baik pasukan dari Kufah maupun rombongan Alhusain r.a. melihat peristiwa ini dengan penuh tanda tanya. Suasana sunyi senyap, yang terdengar hanya dengus kuda-kuda pasukan dari Kufah dan langkah-langkah kuda Alhurr bin Yazid yang menuju ke arah Alhusain r.a. Tiba-tiba, seorang anggota pasukan Kufah yang tidak dapat lagi melihat keadaan yang aneh itu setengah berteriak berkata kepada Alhurr: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, belum pernah selama ini aku melihat engkau bertindak demikian dalam suatu peperangan…" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mata diarahkan kepada orang yang mengatakan kata-kata tersebut. Kemudian ia melanjutkan kata-katanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh, kalau aku ditanyai orang, siapakah orang Kufah yang paling gagah berani? Hmmm, maka tanpa ragu-ragu lagi aku akan menjawab: 'Yang paling gagah di antara perajurit Kufah adalah Alhurr bin Yazid' …" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata orang itu maka Alhurr yang memandang dan berjalan menuju ke tempat Alhusain r.a. kemudian berhenti dan berpaling ke arah datangnya suara itu. Di hadapan anggota-anggota pasukan Umar bin Saad kemudian Alhurr bin Yazid berkata dengan suara lantang: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah. Aku telah menyuruh hatiku untuk melakukan pilihan satu di antara dua: &lt;b&gt;surga atau neraka&lt;/b&gt;. Dan hasilnya, aku tidak akan mengutamakan sesuatu yang lain di atas surga. Ya, walaupun untuk mendapatkan itu aku harus dicincang dan dibakar hidup-hidup …!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengucapkan kata-kata itu, sebelum pasukan Umar bin Saad dapat berbuat sesuatu, Alhurr telah membalikkan lagi badan kudanya dan segera memacu tunggangannya itu cepat-cepat menuju ke tempat Alhusain r.a. Tepat di depan Alhusain r.a. kuda itu dihentikannya. Segera ia terus dan dengan emosi ia mengatakan kepada cucu Rasul Allah s.a.w. tersebut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Wahai putera Rasul Allah s.a.w. semoga Allah menjadikan diriku ini sebagai penebusmu dalam bahaya." &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhusain r.a. belum lagi sempat menyahut dan masih terheran-heran, tetapi Alhurr sudah melanjutkan kata-katanya dengan mengucapkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"… akulah orangnya yang menyebabkan engkau tidak dapat kembali pulang ke Hejaz untuk menyelamatkan dirimu. Akulah yang terus menekan engkau sehingga engkau tiba di tempat ini dan menghadapi keadaan seperti ini. Demi Allah, ya putera Rasul Allah, aku telah melaksanakan tugas itu dengan suatu keyakinan, bahwa mereka akan menerima salah satu dari tiga saran yang telah kau ajukan itu. Aku mempunyai keyakinan bahwa mereka tidak akan menolak seluruh saranmu itu. Ya Allah, kalau saja aku tahu bahwa mereka pasti tidak akan mau menerima saran-saran yang kau ajukan itu, tentu mulai dari kemarin itu juga aku tidak akan sudi menjalankan perintah untuk menghalang-halangi kau!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata tersebut disampaikan oleh Alhurr dengan emosi dan keras sehingga terdengar oleh kedua kelompok pasukan itu. Dengan suara yang jelas dan tegas kemudian ia melanjutkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini, Alhusain, aku datang kepdamu untuk menyatakan taubatku terhadap tindakan yang telah aku lakukan itu sehingga menempatkan engkau dalam keadaan sesulit ini. Sekarang aku menyediakan jiwa dan ragaku untuk memberikan bantuan padamu sehingga aku mati di hadapanmu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Alhurr bin Yazid itu disambut dengan suara gemuruh oleh pasukan Alhusain r.a.. Tanpa menghiraukan sambutan orang-orang Alhusain r.a. itu, Alhurr kemudian berbalik menghadap ke arah pasukan Umar bin Saad. Dengan berteriak-teriak ia mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Wahai warga Kufah! Alangkah buruk perbuatan yang kalian lakukan. Kalian telah memanggil Alhusain dengan berbagai macam bujukan dan rayuan. Dan sekarang, ketika ia datang untuk memenuhi panggilanmu itu, maka kalian membiarkannya begitu saja diserahkan pada tangan musuhnya. Bukankah kalian telah menyatakan akan berjuang mati-matian untuk membela Alhusain? Apa kenyataannya sekarang? Kalian datang untuk menyerang dan membunuhnya! Kalian telah mengepung dia! Kalian telah melarang dia untuk menjelajahi bumi Allah yang luas ini. Kalian telah menempatkannya sebagai tawanan yang sama sekali tidak berdaya untuk menolak bahaya yang akan mencelakakannya…" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya makin parau karena teriakan-teriakan itu, tetapi Alhurr terus melanjutkan kata-katanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Demikian sampai hati kalian untuk menghalang-halangi Alhusain dan keluarganya serta para sahabatnya untuk mengambil air di sungai Euphrat yang mengalir dengan derasnya itu. Padahal orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen dan Majusi dapat mengambil dan minum airnya dengan bebas. Bukan mereka itu saja, bahkan babi hutan dan anjing yang najis pun dapat berendam sesuka hati mereka di sungai itu. Tetapi…, kalian telah mengharamkannya bagi keluarga Rasul Allah dan kalian tega untuk membiarkan mereka sampai mati kehausan. Bukan main buruk perbuatan kalian terhadap keluarga Rasul Allah s.a.w." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah…," keluh Alhurr, "semoga kalian tidak akan dapat minum pada saat kalian merasakan dahaga di tengah padang pasir kelak…" Tapi Alhurr tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Beberapa anak panah telah dilepas oleh pasukan Umar bin Saad dan ditujukan ke arah Alhurr bin Yazid dan rombongan Alhusain r.a.. Pelepasan anak panah ini ternyata menandai dimulainya suatu pertempuran yang sama sekali tidak seimbang antara dua pasukan. Empat ribu anggota pasukan berkuda dan berjalan kaki bersenjata lengkap berhadapan dengan 80 orang yang hanya mengandalkan kepada kebenaran dan kepercayaan kepada Allah s.w.t. Segera pasukan kecil di bawah pimpinan Alhusain r.a. mulai membalas dengan segala kemampuan mereka yang ada. Sedangkan mengenai Alhurr bin Yazid, sejak detik itu ia selalu berada di samping Alhusain r.a. hingga akhirnya gugur dalam menegakkan kebenaran yang diridhoi oleh Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bersambung ke &lt;/span&gt;&lt;a href="http://pramukae.blogspot.com/2010/03/peristiwa-terbunuhnya-imam-husein-22.html"&gt;Bagian 2&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-7486717842808923759?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/7486717842808923759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/peristiwa-terbunuhnya-imam-husein-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7486717842808923759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7486717842808923759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/peristiwa-terbunuhnya-imam-husein-12.html' title='Peristiwa Terbunuhnya Imam Husein  ( 1/2 )'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-6562015284925198680</id><published>2010-03-07T15:05:00.000+07:00</published><updated>2010-03-07T15:05:18.174+07:00</updated><title type='text'>Umar bin Abdul Aziz</title><content type='html'>Kisah Kaum Salaf: &lt;b&gt;Umar bin &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_1" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"&gt;Abdul Aziz&lt;/span&gt;: &lt;/b&gt;Anak yang dimimpikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Seorang &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_2" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;setengah baya&lt;/span&gt; berbadan tinggi tegap berjalan pelan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satu pun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria botak ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_3" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Tanpa&lt;/span&gt; sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air," kata sang ibu. "Jangan ibu. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_4"&gt;Amirul&lt;/span&gt; mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air," jawab sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi banyak orang melakukannya Nak, campur lah sedikit saja. Toh insya Allah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya," kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya. "Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya," tegas si anak menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar percakapan ini, berurai lah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin shalat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggillah anaknya untuk menghadap dan berkata, "Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si anu dan selidikilah keluarganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahanda nya yang tak lain memang Umar bin Khattab, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_5"&gt;Khalifah&lt;/span&gt; kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata, "Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insya Allah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_6" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;umat Islam&lt;/span&gt; seperti dia memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Carut-marut umat sepeninggalan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_7"&gt;Imam Ali&lt;/span&gt; bin Abi Thalib&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi Ashim adalah seorang anak perempuan yang taat dan cerdas. Dia menghadiri pemakaman Amirul Mukminin Umar bin Khattab yang dibunuh pada tahun 644 Masehi itu. Tahun itu sekaligus mengakhiri kekhalifahan Umar yang sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi Ashim menjalani 12 tahun kekhalifahan Ustman bin Affan sampai terbunuh pada tahun 656 Masehi setelah menolak pertumpahan darah untuk menyelesaikan masalah dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi Ashim juga ikut menyaksikan 5 tahun kemelut berdarah Khalifah Imam Ali bin Abi Thalib dengan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_8" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Siti Aisyah&lt;/span&gt; dan Muawiyah bin Abu Sofyan. Sampai akhirnya Muawiyah berkuasa dan mendirikan Dinasti Umayyah menggantikan sistem kekhalifahan yang berlaku sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian sistem kepemerintahan ini sangat berdampak pada Negara Islam saat itu. Karena bentuknya kekeluargaan, maka membuka potensi ketidakadilan terjadi. Penguasa mulai memerintah dalam kemewahan. Hal ini tidak pernah ada dan dicontohkan pada zaman kekhalifahan dan zaman Rasulullah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penguasa yang mewah, penyakit-penyakit lain mulai tumbuh dan bersemi. Ambisi kekuasaan dan kekuatan, penumpukan kekayaan, dan korupsi mewarnai sejarah Islam dalam Dinasti Umayyah. Negara bertambah luas, penduduk bertambah banyak, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_9"&gt;ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;/span&gt; berkembang, tapi orang-orang semakin merindukan ukhuwah persaudaraan, keadilan dan kesahajaan Ali, Utsman, Umar, dan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_10" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Abu Bakar&lt;/span&gt;. Status kaya-miskin mulai terlihat jelas, posisi pejabat-rakyat mulai terasa. Kafir dhimni pun mengeluhkan resahnya, "Sesungguhnya kami merindukan Umar, dia datang ke sini menanyakan kabar dan bisnis kami. Dia tanyakan juga apakah ada hukum-hukumnya yang merugikan kami. Kami ikhlas membayar pajak berapapun yang dia minta. Sekarang, kami membayar pajak karena takut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Muawiyah mengangkat dirinya sebagai khalifah setelah syahidnya Imam Ali r.a., masih banyak yang tidak ikhlas membaiat dirinya. Muawiyah memerintah dengan sabar untuk menghindari pertumpahan darah lanjut. Namun, terselip keinginan dalam hatinya untuk meneruskan dinasti Umayyah dari keluarga Abu Sofyan. Untuk itu, dia baiat anaknya Yazid bin Muawiyah menjadi penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Muawiyah ini adalah awal malapetaka dinasti Umayyah yang dia buat sendiri. Yazid bukanlah seorang amir yang semestinya. Kezaliman dilegalkan dan tindakannya yang paling disesali adalah membunuh sahabat-sahabat &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_11"&gt;Rasul&lt;/span&gt; serta cucunya Husein bin Ali bin Abi Thalib. Yazid mati menggenaskan tiga hari setelah dia membunuh Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Yazid, Muawiyah bin Yazid, dikenal sebagai ahli ibadah. Dia menyadari kesalahan kakeknya dan ayahnya dan menolak menggantikan ayahnya. Dia memilih pergi dan singgasana dinasti Umayyah kosong. Terjadilah rebutan kekuasaan di kalangan bani Umayah. Abdullah bin Zubeir, seorang sahabat utama Rasulullah dicalonkan untuk menjadi amirul mukminin. Namun, kelicikan mengantarkan Marwan bin Hakam, bani Umayah dari keluarga Hakam, untuk mengisi posisi kosong itu dan meneruskan sistem dinasti. Marwan bin Hakam memimpin selama sepuluh tahun lebih dan lebih zalim daripada Yazid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelahiran Umar bin Abdul Aziz&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_12"&gt;Abdul Malik&lt;/span&gt; bin Marwan (685 - 705) yang merupakan kakaknya. Abdul Malik bin Marwan adalah seorang shaleh, ahli fiqh dan tafsir, serta raja yang baik terlepas dari permasalahan ummat yang diwarisi oleh ayahnya (Marwan bin Hakam) saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkawinan itu, lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Umar kecil hidup dalam lingkungan istana dan mewah. Saat masih kecil Umar mendapat kecelakaan. Tanpa sengaja seekor kuda jantan menendangnya sehingga keningnya robek hingga tulang keningnya terlihat. Semua orang panik dan menangis, kecuali Abdul Aziz seketika tersentak dan tersenyum. Seraya mengobati luka Umar kecil, dia berujar, "Bergembiralah engkau wahai Ummi Ashim. Mimpi Umar bin Khattab insyaallah terwujud, dialah anak dari keturunan Umayyah yang akan memperbaiki bangsa ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi Umar bin Khattab akhirnya menjadi kenyataan, Islam mencapai puncak keemasannya semasa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Terdapat banyak riwayat dan athar para sahabat yang menceritakan tentang kejayaan dan keluruhan budi Umar bin Abdul Aziz. Di antaranya ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) At-Tirmizi meriwayatkan bahwa Umar bin Khatab telah berkata: “Dari anakku (zuriatku) akan lahir seorang lelaki yang menyerupainya &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_13" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;dari segi&lt;/span&gt; keberaniannya dan akan memenuhkan dunia dengan keadilan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dari Zaid bin Aslam bahawa Anas bin Malik telah berkata: “Aku tidak pernah menjadi makmum di belakang imam selepas wafatnya Rasulullah SAW yang mana solat imam tersebut menyamai solat Rasulullah SAW melainkan daripada Umar bin Abdul Aziz dan beliau pada masa itu adalah Gubernur Madinah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Al-Walid bin Muslim menceritakan bahawa seorang lelaki dari Khurasan telah berkata: “Aku telah beberapa kali mendengar suara datang dalam mimpiku yang berbunyi: “Jika seorang yang berani dari &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267946331_14"&gt;Bani&lt;/span&gt; Marwan dilantik menjadi Khalifah, maka berilah baiat kepadanya karena dia adalah pemimpin yang adil”. ”Lalu aku menanti-nanti sehingga Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, aku pun mendapatkannya dan memberi baiat kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Qais bin Jabir berkata: “Perbandingan Umar bin Abdul Aziz di sisi Bani Ummayyah seperti orang yang beriman di kalangan keluarga Firaun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Hassan al-Qishab telah berkata: ”Aku melihat serigala diternak bersama dengan sekumpulan kambing di zaman Khalifah Umar Ibnu Aziz.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Umar bin Asid telah berkata: ”Demi Allah, Umar bin Abdul Aziz tidak meninggal dunia sehingga datang seorang lelaki dengan harta yang bertimbun dan lelaki tersebut berkata kepada orang-orang: ”Ambillah hartaku ini sebanyak mana yang kamu mau”. Tetapi tiada yang mau menerimanya (karena semua sudah kaya) dan sesungguhnya Umar telah menjadikan rakyatnya kaya-raya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) ‘Atha’ telah berkata: “Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para fuqaha’ setiap malam. Mereka saling ingat memperingati di antara satu sama lain tentang mati dan hari qiamat, kemudian mereka sama-sama menangis karena takut kepada azab Allah seolah-olah ada jenazah di antara mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Cafe deGromiest (The Groningen Moslem Society) dan beberapa sumber lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-6562015284925198680?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/6562015284925198680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/umar-bin-abdul-aziz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/6562015284925198680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/6562015284925198680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/umar-bin-abdul-aziz.html' title='Umar bin Abdul Aziz'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-2275760775262571501</id><published>2010-03-07T14:18:00.000+07:00</published><updated>2010-03-07T14:18:02.103+07:00</updated><title type='text'>10 kelebihan Wanita dibanding Pria</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Perempuan berevolusi menjadi semakin cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita berevolusi menjadi lebih cantik, sementara laki-laki begitu-begitu saja. Dalam penelitian terhadap lebih dari dua ribu orang selama empat dekade, disimpulkan bahwa perempuan berpenampilan menarik memiliki anak 16 persen lebih banyak daripada yang berpenampilan biasa-biasa saja. Lebih lanjut lagi, ternyata kemungkinan wanita-wanita cantik tersebut memiliki anak perempuan sebagai anak pertama lebih besar 36 persen dari yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Perempuan lebih sering selamat dari kecelakaan mobil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menyedihkan, namun begitulah kenyataannya. Berdasarkan penelitian oleh Universitas Carnegie Mellon, di Pittsburgh, Amerika Serikat, laki-laki 77 persen lebih berisiko meninggal dalam kecelakaan mobil dibanding perempuan. Seharusnya, para pria berterimakasih pada wanita yang cerewet menyuruhnya mengenakan sabuk pengaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Perempuan lebih mudah merasa nyaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei pada dua ribu orang, ternyata wanita jauh lebih mudah membicarakan masalahnya dibandingkan laki-laki. Sebanyak 53 persen wanita membicarakan masalahnya pada teman-teman mereka, sementara laki-laki yang menceritakan masalahnya hanya 29 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Wanita lebih tahan resesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebuah Biro Statistik Tenaga Kerja, sebanyak 80 persen orang yang kehilangan pekerjaan, sejak Desember 2007, adalah laki-laki. Hal ini kemungkinan disebabkan karena lapangan pekerjaan yang didominasi prialah yang paling keras terkena dampak resesi global. Memang menyebalkan, tetapi mungkin sudah waktunya kaum Adam beralih pekerjaan menjadi perawat atau guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Wanita lebih sering lulus perguruan tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, wanita lebih banyak terdaftar di perguruan tinggi dibandingkan laki-laki. Sebuah statistik mengungkapkan bahwa laki-laki yang lulus dan mendapatkan gelar sarjana juga ternyata lebih sedikit daripada wanita. Kebanyakan laki-laki ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari lima tahun untuk menyelesaikan kuliah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Wanita makan lebih sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian pada sekitar 14 ribu orang yang dilakukan oleh University of Minnesota, AS, menunjukkan bahwa wanita lebih banyak memilih makanan sehat dibanding pria. Ketika pria lebih suka makan makanan beku atau cepat saji seperti daging merah dan pizza, para wanita justru menaruh sejumlah buah dan sayuran dalam piring mereka. Memang terdengar sehat, namun wanita juga harus mengobati kecanduannya pada coklat yang sulit dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Kekebalan tubuh wanita lebih kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bila laki-laki bertingkah layaknya seorang bayi ketika mereka terserang flu. Kenyataannya, wanita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibanding laki-laki. Ketika terjadi pertempuran dalam tubuh, wanita memiliki senjata rahasia yakni hormon estrogen. Penelitian dari McGill University, Kanada, menunjukkan bahwa estrogen dapat mengatasi enzim yang mengganggu pertahanan tubuh terhadap bakteri dan virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Wanita berumur lebih panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara populasi dunia, sebanyak 85 persen orang yang berusia lebih dari 100 tahun adalah wanita. Menurut penelitian New England Centenarian, umumnya wanita hidup lima hingga 10 tahun lebih lama dibanding pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Wanita dapat menjadi bos yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mungkin sedikit kontroversial. Beberapa ahli dengan yakin berpendapat bahwa kaum wanita dapat menjadi bos yang lebih hebat daripada laki-laki. Hal ini disebabkan karena wanita adalah pendengar dan mentor yang lebih baik. Selain itu, wanita juga dapat menyelesaikan masalah dengan lebih baik, dan mengerjakan dua hingga tiga pekerjaan sekaligus. Dalam sebuah artikel Daily News, baru-baru ini, seorang ahli mengatakan bahwa saat ini perekonomian lebih berorientasi pada pelayanan, sehingga karyawan yang bisa menjadi penyemangat lebih diperlukan. Wanita dinilai sebagai penghubung yang lebih baik dibanding pria, serta lebih lihai dalam memberikan semangat kepada para pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Wanita berinvestasi lebih baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian pada 100 ribu portofolio menunjukkan bahwa investasi wanita lebih menghasilkan dibanding investasi pria. Perbandingannya adalah 18 persen dibanding 11 persen. Hal ini mungkin disebabkan karena wanita lebih berhati-hati dengan keputusan investasinya dan berpikir untuk jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Dari Berbagai Sumber&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-2275760775262571501?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/2275760775262571501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/10-kelebihan-wanita-dibanding-pria.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/2275760775262571501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/2275760775262571501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/10-kelebihan-wanita-dibanding-pria.html' title='10 kelebihan Wanita dibanding Pria'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-6019314211602180057</id><published>2010-03-04T08:48:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T08:48:55.952+07:00</updated><title type='text'>Sejarah: Fir'aun yang Ditenggelamkan</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;"(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (QS. Al Anfaal, 8: 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Mesir Kuno, bersama negara-negara kota lainnya di Mesopotamia dalam masa yang sama, dikenal sebagai salah satu peradaban tertua di dunia dan dikenal sebagai negara terorganisasi dengan tatanan sosial paling maju di zamannya. Fakta bahwa mereka telah menemukan dan menggunakan tulisan sekitar alaf ke-3 SM, serta memanfaatkan Sungai Nil dan terlindung dari berbagai bahaya dari luar berkaitan dengan kondisi alamiah negeri tersebut, sangat berarti bagi bangsa Mesir untuk peningkatan peradaban mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada masyarakat yang "beradab" ini pula berlaku "pemerintahan Fir'aun", suatu sistem kekafiran yang paling jelas dan lugas disebutkan dalam Al Quran. Mereka penuh kesombongan, mengesampingkan kebenaran, dan menghina Tuhan. Dan pada akhirnya, peradaban mereka yang maju, tatanan sosial politik, bahkan militer mereka yang kuat tidak bisa menyelamatkan mereka dari kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Otoritas Para Fir'aun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban bangsa Mesir bersumber dari kesuburan Sungai Nil. Bangsa Mesir menghuni Lembah Nil karena melimpahnya air di sungai ini, hingga mereka dapat mengolah tanah dengan persediaan air dari sungai tanpa tergantung kepada musim hujan. Ahli sejarah Ernest H. Gombrich menyatakan dalam tulisannya bahwa Afrika sangat panas dan terkadang tidak ada hujan selama berbulan-bulan. Karena itulah, banyak wilayah di benua besar ini luar biasa keringnya. Bagian-bagian itu dihampari oleh lautan pasir yang sangat luas. Kedua sisi Sungai Nil juga ditutupi pasir dan di Mesir pun jarang turun hujan. Namun di negeri ini, hujan tidak terlalu dibutuhkan karena Sungai Nil mengalir tepat di tengah seluruh negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi barang siapa dapat menguasai Sungai Nil yang begitu penting-nya, dia pun dapat menguasai sumber terbesar perdagangan dan pertanian Mesir. Para Fir'aun bisa melanggengkan dominasinya atas Mesir dengan jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembah Nil yang sempit dan memanjang tidak memungkinkan unit-unit kependudukan yang bertempat di sekitar sungai berkembang banyak. Karena itulah bangsa Mesir membentuk peradaban yang terbangun dari kota-kota kecil dan perkampungan, bukan dari kota-kota besar. Faktor ini juga memperkuat dominasi para fir'aun atas masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Menes dikenal sebagai fir'aun Mesir pertama yang menyatukan seluruh Mesir Kuno untuk pertama kalinya dalam sejarah dalam sebuah negara kesatuan, kurang lebih pada alaf ke-3 SM. Kenyataannya, istilah "fir'aun" semula merujuk kepada istana raja Mesir, namun perlahan-lahan menjadi gelar dari raja-raja Mesir. Begitulah sebabnya raja yang memerintah Mesir kuno mulai disebut "fir'aun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemilik, pengatur dan penguasa dari keseluruhan negara dan wilayah-wilayahnya, para fir'aun ini dianggap sebagai pengejawantahan dari dewa terbesar dalam kepercayaan Mesir Kuno yang politeistik dan menyimpang. Administrasi tanah rakyat Mesir, pembagian, penda-patan mereka, singkatnya, seluruh pertanian, jasa, dan produksi dalam batas-batas wilayah negara dikelola atas nama fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absolutisme dalam rezim tersebut melengkapi pemerintahan fir'aun dengan kekuasaan yang memungkinkannya melakukan apa pun yang ia inginkan. Pada saat penegakan dinasti pertama, kala Menes yang menjadi raja Mesir pertama dengan menyatukan Mesir Hulu dan Hilir, Sungai Nil disalurkan kepada penduduk melalui saluran-saluran air. Di samping itu, seluruh produksi berada di bawah kontrol dan seluruh barang dan jasa diberikan untuk sang raja. Rajalah yang mendistri-busikan dan membagi barang dan jasa dalam proporsi yang dibutuhkan rakyat. Hal ini tidaklah sulit bagi raja, yang telah menggalang kekuasaan sedemikian besar di negeri itu, untuk menekan rakyat dalam ketun-dukan. Raja Mesir, atau kelak disebut fir''aun, dipandang sebagai makhluk suci yang memegang kekuasaan besar dan mencukupi semua kebutuhan rakyatnya: dan ia dipandang sebagai tuhan. Akhirnya, para fir''aun percaya bahwa mereka memang tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Fir''aun yang disebutkan dalam Al Quran dan diucapkan-nya dalam percakapan dengan Musa membuktikan bahwa mereka me-megang kepercayaan ini. Ia mencoba mengancam Musa dengan mengata-kan: &lt;i&gt;"Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan"&lt;/i&gt;. (QS. Asy-Syu''araa'', 26: 29), dan ia berkata kepada orang-orang di sekelilingnya: &lt;i&gt;"Aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku".&lt;/i&gt; (QS. Al Qashash, 28: 38). Ia mengatakan ini semua karena menganggap dirinya adalah tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kepercayaan Religius&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Herodotus, seorang ahli sejarah, bangsa Mesir Kuno adalah bangsa yang paling "taat" di dunia. Namun agama mereka bukanlah aga-ma kebenaran, melainkan sebuah bentuk politeisme sesat, dan mereka tidak bisa meninggalkan agama mereka yang sesat karena teguh memegang tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Mesir Kuno sangat dipengaruhi oleh lingkungan alam mereka. Keadaan alam Mesir secara sempurna melindungi negara tersebut dari serangan luar. Mesir dikelilingi gurun pasir, pegunungan, dan lautan di semua sisi. Serangan terhadap negara tersebut hanya mungkin dilakukan dengan dua jalan, dan sangat mudah bagi mereka untuk mempertahankan diri. Bangsa Mesir tetap terisolasi dari dunia luar berkat faktor-faktor alam ini. Namun abad-abad yang berlalu mengubah isolasi ini menjadi kefanatikan buta. Akhirnya, bangsa Mesir memperoleh cara berpikir yang membelenggu mereka dari perkembangan dan hal-hal yang baru, serta sangat konservatif terhadap agama mereka. "Agama nenek moyang" yang sering disebutkan dalam Al Quran menjadi nilai paling penting bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah Fir'aun dan para petingginya ingkar ketika Musa dan Harun mengumumkan agama yang hak kepada mereka, dengan mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua."&lt;/i&gt; (QS. Yunus, 10: 78) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama bangsa Mesir Kuno bercabang-cabang, yang terpenting adalah agama resmi negara, berba-gai kepercayaan rakyat, dan kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut agama resmi negara, fir'aun adalah makhluk yang suci. Dia adalah pengejawantahan dari tuhan-tuhan mereka di muka bumi dan tujuannya adalah untuk menyelenggarakan keadilan dan melindungi mereka di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan yang berkembang luas di kalangan masyarakat sangat rumit dan unsur-unsur yang berbenturan dengan kepercayaan resmi negara ditekan oleh pemerintahan para fir'aun. Pada dasarnya, mereka mempercayai banyak tuhan, dan tuhan-tuhan ini biasanya digambarkan memiliki kepala binatang dengan tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan setelah mati merupakan bagian terpenting dalam kepercayaan bangsa Mesir. Mereka percaya bahwa roh akan terus hidup setelah jasad mati. Menurut kepercayaan ini, roh-roh orang mati dibawa oleh malaikat-malaikat khusus kepada Tuhan yang menjadi hakim dan 42 saksi hakim lain; sebuah timbangan diletakkan di tengah-tengah, dan hati sang roh ditimbang dengannya. Mereka yang kebaikannya lebih berat dibawa ke suatu tempat yang indah dan hidup dalam kebahagiaan, sedang mereka yang kejahatannya lebih berat dikirim ke suatu tempat di mana mereka mendapatkan siksaan yang berat. Di sana mereka disiksa selama-lamanya oleh sebuah makhluk aneh yang disebut dengan "Pemakan Kematian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan bangsa Mesir terhadap hari akhirat jelas menunjukkan kesejajaran dengan kepercayaan monoteistik dan agama yang benar. Bah-kan kepercayaan mereka kepada hari akhirat saja membuktikan bahwa agama yang benar dan wahyu telah mencapai peradaban Mesir Kuno, namun agama ini kemudian diselewengkan, dan monoteisme berubah menjadi politeisme. Seperti telah diketahui, para pemberi peringatan yang menyeru manusia untuk mengesakan Allah dan memerintahkan mereka untuk menjadi hamba-Nya, telah diutus di Mesir dari masa ke masa, sebagaimana kepada seluruh penduduk dunia pada satu masa atau masa yang lain. Salah satunya adalah Nabi Yusuf yang kehidupannya secara terperinci diceritakan dalam Al Quran. Sejarah Nabi Yusuf adalah sangat penting karena menyebutkan kehadiran Bani Israil di Mesir dan bermukimnya mereka di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, dalam sumber-sumber sejarah terdapat rujukan tentang orang-orang Mesir yang menyeru manusia kepada agama-agama Mono-teistik, bahkan sebelum nabi Musa. Salah satunya adalah fir'aun yang paling menarik dalam sejarah Mesir, yakni Amenhotep IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fir'aun Amenhotep IV yang Monoteistik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir'aun-fir'aun Mesir pada umumnya bersifat brutal, menindas, suka berperang dan bengis. Umumnya mereka menganut agama politeisme Mesir dan mendewakan diri mereka melalui agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada seorang fir'aun dalam sejarah Mesir yang sangat berbeda dengan lainnya. Fir'aun ini mempertahankan kepercayaan terhadap Pencipta tunggal dan mendapatkan perlawanan hebat dari para pendeta Ammon, yang mendapat keuntungan dari agama politeisme dan bebe-rapa prajurit yang mendukung mereka, sehingga akhirnya ia terbunuh. Fir''aun ini adalah Amenhotep IV yang mulai berkuasa di abad ke-14 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dinobatkan pada tahun 1375 SM, Amenhotep IV berseberang-an dengan konservatisme dan tradisionalisme yang telah berlangsung selama berabad-abad. Hingga saat itu, struktur masyarakat dalam hu-bungan rakyat dengan istana kerajaan terus berlanjut tanpa perubahan. Masyarakat menutup pintu rapat-rapat dari peristiwa di luar dan pem-baruan agama. Konservatisme ekstrem ini, yang juga disebutkan oleh para pengembara Yunani Kuno, diakibatkan oleh kondisi geografis alam Mesir yang telah disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama resmi yang ditekankan para fir''aun kepada rakyat menuntut kepercayaan yang tidak terbatas dalam segala hal yang lama dan tradisi-onal. Namun Amenhotep IV tidak menganut agama resmi tersebut. Ahli sejarah Ernst Gombrich menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia (Amenhotep IV) mengubah banyak kebiasaan yang disucikan oleh tradisi yang telah berbilang abad. Ia tidak mau menyembah berbagai tuhan kaumnya yang aneh-aneh bentuknya. Baginya hanya ada satu Tuhan yang perkasa, Aton, yang ia sembah dan tampilkan dalam bentuk matahari. Ia menyebut dirinya Akhenaton, mengikuti nama tuhannya dan memindahkan istananya di luar jangkauan para pendeta dari tuhan-tuhan yang lain ke suatu tempat yang sekarang disebut El-Amarna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian ayahnya, Amenhotep IV muda men-dapat tekanan hebat. Tekanan ini disebabkan oleh kenyataan bahwa ia mengembangkan sebuah agama yang berdasarkan monoteisme dengan mengubah agama politeistik tradisi-onal Mesir dan berupaya melakukan perubahan-perubahan radikal dalam berbagai bidang. Namun para pemimpin Thebes tidak mengizinkannya menyampaikan ajaran agama ini. Amen-hotep IV dan para pengikutnya kemudian pindah dari kota Thebes dan bermukim di Tell-El-Amarna. Di sini mereka membangun sebuah kota baru dan modern yang dinamakan "Akh-en-aton". Amenhotep IV mengubah namanya yang berarti "Kegembiraan Amon" menjadi Akh-en-aton yang berarti "Tunduk kepada Aton". Amon adalah nama yang diberikan kepada totem terbesar dalam kepercayaan politeisme bangsa Mesir. Menurut Amenhotep, Aton adalah "pencipta langit dan bumi", penyamaan sebutannya untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa terganggu oleh perkembangan ini, para pendeta Ammon berkeinginan merenggut kekuatan Akhenaton dengan mengambil kesempatan dari terjadinya krisis ekonomi di Mesir. Akhenaton akhirnya mati diracun oleh komplotan itu. Para fir''aun setelahnya berhati-hati untuk tetap berada di bawah pengaruh para pendeta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Akhenaton, berkuasa para fir''aun dengan latar belakang ke-militeran. Mereka membuat tersebarnya kembali politeisme dari tradisi lama dan berusaha keras untuk kembali ke masa lalu. Hampir seabad kemudian, Ramses II, yang paling lama kekuasaannya dalam sejarah Mesir, diangkat menjadi raja. Menurut banyak ahli sejarah, Ramses ada-lah fir''aun yang menyiksa bani Israil dan berperang melawan Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedatangan Nabi Musa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu hebatnya kefanatikan mereka, bangsa Mesir Kuno ti-dak mau meninggalkan kepercayaan mereka yang tertanam kuat. Walau telah datang kepada mereka beberapa orang yang menyerukan untuk me-nyembah Allah semata, kaum Fir''aun selalu berpaling kepada keper-cayaan mereka yang sesat. Akhirnya, Nabi Musa diutus Allah sebagai rasul bagi mereka, selain karena mereka telah mengambil sistem penuh kepalsuan yang bertentangan dengan agama yang hak, juga karena mere-ka telah melakukan perbudakan atas Bani Israel. Musa diperintahkan untuk mengajak bangsa Mesir kepada agama yang hak, juga menye-lamatkan Bani Israil dari perbudakan dan menunjuki mereka jalan yang benar. Dalam Al Quran hal ini disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadi-kan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir''aun termasuk ke dalam orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan Kami hendak mem-beri karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedu-dukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir''aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu."&lt;/i&gt; (QS. Al Qashash, 28: 3-6) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir''aun ingin mencegah bertambahnya Bani Israil dengan cara mem-bunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir. Karena itulah, dengan ilham dari Allah SWT, ibunda Musa menempatkan Musa ke dalam sebuah ke-ranjang dan menghanyutkannya ke sungai. Hal inilah yang membawa-nya ke istana Fir''aun. Inilah ayat dalam Al Quran yang menyebutkan hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susukanlah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke dalam sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepada-mu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. Maka dipu-ngutlah ia oleh keluarga Fir''aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir''aun dan Haman beser-ta tentara-tentaranya adalah orang-orang yang bersalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkatalah istri Fir''aun: &lt;i&gt;"(Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Ja-nganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedangkan mereka tiada menyadari." &lt;/i&gt;(QS. Al Qashash, 28 : 7-9) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Fir''aun mencegah Musa dibunuh dan mengangkatnya menjadi anak. Begitulah, Musa menghabiskan masa kecilnya di istana Fir''aun. Dengan pertolongan Allah, ibu kandung Musa dibawa ke istana sebagai ibu asuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika telah dewasa, suatu hari Musa melihat seorang Bani Israil dianiaya oleh seorang Mesir. Lalu Musa menengahi dan memukul si orang Mesir dengan satu pukulan yang ternyata mengakibatkan kema-tiannya. Walau Musa hidup di istana Fir''aun dan telah diangkat anak oleh permaisuri, pimpinan kota memutuskan hukuman mati untuk Musa. Mendengar ini, Musa pun melarikan diri dari Mesir dan pergi ke Madyan. Pada akhir periode yang ia habiskan di sana, Allah berfirman langsung kepadanya dan memberinya status kenabian. Ia diperintahkan kembali kepada Fir''aun dan menyampaikan risalah Allah kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Diduga menurut banyak ahli sejarah sebagai Fir''aun yang disebutkan didalam Al Qur''an, Ramses II tampak sedang membunuh beberapa budak yang ia tangkap. Sebagaimana lukisan dinding ini juga mengungkapkan bahwa Fir''aun mengidolakan dan menggambarkan diri mereka sebagai pejuang-pejuang yang perkasa. Mereka dilambangkan sebagai pahlawan-pahlawan yang tingi dengan bahu lebar yang dapat mengalahkan sejumlah orang pada waktu bersamaan.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Istana Fir''aun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa dan Harun pergi kepada Fir''aun untuk menjalankan perintah Allah dan menyampaikan kepadanya risalah agama kebenaran. Mereka meminta Fir''aun berhenti menyiksa bani Israel dan membiarkan mereka pergi bersama Musa dan Harun. Fir''aun tak dapat menerima kenyataan bahwa Musa yang telah dipeliharanya bertahun-tahun dan kemungkin-an besar menjadi pewaris tahtanya kelak, menentangnya dan berbicara kepadanya seperti itu. Dengan alasan itu, Fir''aun menuduh Musa tidak tahu berterima kasih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fir''aun menjawab: &lt;i&gt;"Bukankah kami telah mengasuhmu di dalam (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu, dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna".&lt;/i&gt; (QS. Asy-Syu''araa'', 26: 18-19) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir''aun mencoba mempermainkan perasaan Musa dan mempenga-ruhi kata hatinya. Seolah ia mengatakan bahwa karena ia dan istrinyalah yang telah membesarkan Musa, maka Musalah yang seharusnya mema-tuhi mereka. Apalagi, Musa telah membunuh seorang Mesir. Semua tin-dakan ini diganjar dengan hukuman berat menurut bangsa Mesir. Suasa-na emosional yang coba diciptakan Fir''aun juga ditujukan untuk mempe-ngaruhi para pemimpin dari rakyatnya, sehingga mereka pun menyetujui Fir''aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, risalah agama kebenaran yang disampaikan Musa mengurangi kekuasaan Fir''aun dan menurunkan derajatnya setingkat orang-orang kebanyakan. Selanjutnya, akan terungkap bahwa ia bukan-lah tuhan dan lebih jauh lagi, ia akan harus tunduk kepada Musa. Di samping itu, jika ia membebaskan bani Israil, ia akan kehilangan banyak tenaga kerja penting dan akan menimbulkan bahaya besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua itulah, Fir''aun tidak mau mendengarkan Musa. Ia mencoba mempermainkannya dan berusaha mengubah pokok pembica-raan dengan mengajukan pertanyaan yang tidak berarti. Ia sekaligus mencoba untuk mencitrakan Musa dan Harun sebagai pembuat keonaran dan menuduh mereka mempunyai motif-motif politik tertentu. Akhir-nya, baik Fir''aun maupun para pemimpin kaum serta para pembesarnya, kecuali para tukang sihir, menolak Musa dan Harun. Mereka menging-kari agama kebenaran yang ditunjukkan kepada mereka. Itulah sebabnya Allah pertama-tama mengirimkan berbagai bencana kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bencana yang Menimpa Fir''aun dan Para Pembesarnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir''aun dan para pembesarnya sangat terikat terhadap politeisme dan keberhalaan, "agama leluhur mereka", sehinga tidak terpikirkan oleh mereka untuk meninggalkannya. Bahkan dua mukjizat Musa, tangannya yang mengeluarkan sinar putih serta tongkatnya yang berubah menjadi ular, tidaklah cukup untuk membuat mereka untuk berpaling dari takhyul mereka. Lebih-lebih lagi, mereka mengungkapkan hal ini secara terbuka. Mereka berkata:&lt;i&gt; "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan pernah beriman kepadamu". &lt;/i&gt;(QS Al A''raaf, 7: 132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ramses II tampak dalam kereta perangnya menghalau sejumlah besar pasukan musuh. Seperti halnya yang lain hal ini merupakan gambaran imajinasi para pelukis berdasarkan scenario/keinginan dari Fir''aun.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sikap mereka, Allah mengirimkan sejumlah bencana kepada mereka sebagai "mukjizat tersendiri" untuk membuat mereka merasa-kan azab di dunia, sebelum siksaan abadi di alam keabadian. Pertama-tama mereka diberi masa kekeringan panjang dan paceklik. Berkaitan dengan ini dikatakan dalam Al Quran: &lt;i&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir''aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan supaya mereka mengambil pelajaran."&lt;/i&gt; (QS. Al A''raaf, 7: 130).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pertanian Bangsa Mesir berbasis pada Sungai Nil dan karena itu, mereka tidak terpengaruh oleh perubahan keadaan alam. Namun se-buah bencana yang tak terduga menimpa mereka karena Fir''aun dan kalangan dekatnya yang sombong dan angkuh terhadap Allah dan mengingkari Rasul-Nya. Kemungkinan besar, dengan berbagai sebab, permukaan Sungai Nil menyusut secara mencolok dan saluran irigasi yang berasal dari sungai tidak mampu mengalirkan air yang cukup untuk lahan pertanian mereka. Panas yang menyengat menyebabkan tanaman pertanian mengering. Dengan demikian, bencana menimpa Fir''aun dan lingkaran dekatnya dari arah yang sama sekali tidak terduga, dari Sungai Nil yang mereka andalkan. Musim kemarau yang berkepanjangan men-cemaskan hati Fir''aun yang sebelumnya biasa berkata kepada kaumnya sebagai berikut: &lt;i&gt;"Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?" &lt;/i&gt;(QS. Az-Zukhruf, 43: 51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukannya memberi perhatian sebagaimana ditunjukkan ayat-ayat tersebut, mereka malahan menganggap semua kejadian ter-sebut karena kesialan yang dibawa oleh Musa dan bani Israil. Mereka dikuasai oleh keyakinan seperti itu karena kepercayaan takhyul dan agama leluhur mereka. Karenanya, mereka memilih untuk menderita oleh bencana yang hebat. Namun, yang menimpa mereka tidaklah ter-batas sampai di sini. Ini hanyalah permulaan. Selanjutnya, Allah me-ngirimkan kepada mereka serangkaian bencana lain. Bencana-bencana ini disebutkan sebagai berikut dalam Al Quran: :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyom-bongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa".&lt;/i&gt; (QS. Al A''raaf, 7: 133) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana-bencana yang dikirimkan Allah terhadap Fir''aun dan orang-orang ingkar di sekitarnya disebutkan pula dalam Perjanjian Lama seba-gaimana dalam Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan di seluruh tanah Mesir ada darah. (Keluaran, 7: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan menu-lahi seluruh daerahmu dengan katak. Katak-katak akan mengeriap dalam Sungai Nil, lalu naik dan masuk ke dalam istanamu dan ka-mar tidurmu, ya, dan sampai ke dalam tempat tidurmu, ke dalam rumah pegawai-pegawaimu, dan rakyatmu, bahkan ke dalam pem-bakaran rotimu serta ke dalam tempat adonanmu. (Keluaran, 8: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, "Katakanlah kepada Harun: Ulurkanlah tongkatmu dan pukulkanlah itu ke debu tanah, maka debu itu akan menjadi nyamuk di seluruh tanah Mesir." (Keluaran, 8: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah belalang meliputi seluruh tanah Mesir, dan hinggap di seluruh daerah Mesir, sangat banyak; sebelum itu tidak pernah ada belalang yang demikian banyaknya dan sesudah itu pun tidak akan terjadi lagi yang demikian. (Keluaran, 10: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berkatalah para ahli itu kepada Fir''aun: "Inilah tangan Allah." Tetapi hati Fir''aun berkeras, dan ia tidak mau mendengarkan mereka seperti yang telah difirmankan Tuhan." (Keluaran, 8: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang mengerikan terus menimpa Fir''aun dan para pembe-sarnya. Beberapa dari bencana ini disebabkan oleh objek yang disembah oleh orang-orang musyrik ini. Sebagai contoh, Sungai Nil dan katak mere-ka keramatkan dan pertuhankan. Saat mereka mengharapkan petunjuk dan meminta pertolongan dari "tuhan-tuhan" mereka, Allah menghu-kum mereka melalui "tuhan-tuhan" itu sendiri, sehingga mereka dapat melihat kesalahan mereka dan menerima ganjaran atas kesesatan yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para penafsir Perjanjian Lama, yang dimaksud dengan "da-rah" adalah perubahan Sungai Nil menjadi merah. Hal ini dijelaskan seba-gai suatu perumpamaan bagi berubahnya Sungai Nil menjadi merah kental. Menurut sebuah penafsiran, yang mengakibatkan warna merah adalah sejenis bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Nil adalah sumber kehidupan utama bagi bangsa Mesir. Keru-sakan apa pun yang terjadi pada sumber ini dapat berarti kematian bagi seluruh Mesir. Jika bakteri telah menutupi seluruh permukaan Sungai Nil sampai mengubahnya berwarna merah, setiap mahkluk hidup yang menggunakan air tersebut akan terinfeksi oleh bakteri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan terbaru tentang penyebab merahnya warna air telah me-nunjuk protozoa, zooplankton, ganggang (fitoplankton) air asin maupun tawar, dan dinoflagellata sebagai kemungkinan besar. Semua jenis ini baik tumbuhan, jamur, ataupun protozoa mengisap oksigen dari dalam air dan menghasilkan racun yang berbahaya baik bagi ikan maupun katak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengutip peristiwa Eksodus dalam Kitab Injil, Patricia A Tester dari National Marine Fisheries Service yang menulis dalam Annals of the New York Academy of Science mencatat bahwa walau kurang dari 50 spesies, dari sekitar 5000 spesies fitoplankton yang dikenal, adalah be-racun, namun spesies beracun tersebut dapat membahayakan kehidupan air. Dalam terbitan yang sama, Ewen C.D. Todd dari Health Canada, dengan merujuk data sejarah dan prasejarah, mengutip hampir dua lusin contoh dari fitoplankton tertentu yang menyebabkan berbagai wabah penyakit di seluruh penjuru dunia. W.W. Carmichael dan I.R. Falconer mendaftar penyakit-penyakit yang berkaitan dengan ganggang biru-hijau yang hidup di air tawar. Joann M. Burkholder, ahli Ekologi perairan dari North Carolina State University menyebutkan bahwa sejenis dinoflagellata, Pfiesteria piscimorte (ditemukan di perairan muara), seperti ditunjukkan namanya, dapat membunuh ikan .36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Fir''aun, rangkaian bencana seperti ini tampaknya terjadi. Menurut skenario ini, ketika Sungai Nil tercemar, maka ikan-ikan pun mati dan bangsa Mesir kehilangan salah satu sumber nutrisinya yang sangat penting. Tanpa ikan pemangsa, maka katak-katak dapat berkem-bang biak dengan sangat bebas di kolam-kolam dan di sungai Nil, sehing-ga melimpahi sungai, kemudian menghindari lingkungan beracun dan membusuk dengan berpindah ke daratan, hingga di sini mereka mati dan terurai bersama ikan-ikan. Sungai Nil dan tanah yang berdekatan de-ngannya membusuk, dan airnya berbahaya untuk diminum maupun digunakan untuk mandi. Terlebih lagi punahnya spesies katak menye-babkan berbagai jenis serangga seperti caplak dan kutu ber-kembang biak secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bagaimanapun terjadinya bencana tersebut dan apa pun dampak yang diakibatkannya, baik Fir''aun maupun kaumnya tetap tidak berpaling kepada Allah dengan penuh perhatian, mereka malah tetap bertahan dengan keangkuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir''aun dan para pembesarnya begitu hipokrit, sehingga mereka me-ngira bahwa mereka dapat memperdayakan Musa dan juga, Allah. Ketika hukuman yang mengerikan menimpa mereka, mereka segera memanggil Musa dan memintanya untuk menyelamatkan mereka dari bencana tersebut:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Dan ketika ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata: Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu de-ngan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu daripada kami pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu". Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka pun mengingkarinya."&lt;/i&gt; (QS. Al A''raaf, 7: 134-135) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keluar dari Mesir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menerangkan kepada Fir''aun dan para pembesarnya melalui Musa apa yang seharusnya mereka perhatikan, lalu memberi peringatan kepada mereka. Sebagai tanggapan, mereka menolak dan menuduh Mu-sa kesurupan dan berdusta. Allah mempersiapkan akhir yang menghina-kan bagi mereka. Ia mengungkapkan kepada Musa apa yang akan terjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), kare-na sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli." Kemudian Fir''aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. (Fir''aun berkata): "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang me-nimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golong-an yang selalu berjaga-jaga". Maka Kami keluarkan Fir''aun dan ka-umnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anuge-rahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. Maka Fir''aun dan bala tentaranya menyusuli mereka di waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".&lt;/i&gt; (QS. Asy-Syu''araa'', 26: 52-61) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan di mana bani Israil merasa terjebak, dan orang-orang Fir''aun mengira bahwa mereka akan segera menangkap bani Israil, Musa berkata, tanpa pernah kehilangan kepercayaan akan pertolongan Allah:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".&lt;/i&gt; (QS. Asy-Syu''araa'', 26: 62) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israel dengan membelah lautan. Fir''aun dan orang-orangnya tenggelam di dalam air yang menutup di atas kepala mereka setelah bani Israil menyeberang dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan ada-lah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan go-longan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi kebanyakan dari mere-ka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."&lt;/i&gt; (QS. Asy-Syu''araa'', 26: 63-68) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat Musa memiliki mukjizat. Allah telah mengubahnya menjadi ular dalam penyampaian wahyu yang pertama kepadanya, dan kemu-dian tongkat ini pula yang berubah menjadi ular yang menelan ular-ular jadi-jadian dari ahli sihir Fir''aun. Sekarang, Musa membelah lautan de-ngan tongkat yang sama. Inilah mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dimanakah Peristiwa itu Terjadi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kesamaan pendapat tentang tempat Musa membelah la-utan. Karena tidak ada perincian tentang hal ini di dalam Al Quran, kita tidak dapat meyakini ketepatan dari pandangan mana pun terhadapnya. Beberapa sumber menunjukkan pantai Laut Tengah di Mesir sebagai tempat lautan terbelah. Di dalam Ensiklopedia Judaica dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat mayoritas dewasa ini mengidentifikasi Laut Merah dalam Eksodus sebagai sebuah laguna di pantai Laut Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Ben Gurion menyatakan bahwa peristiwa tersebut kemung-kinan terjadi dalam masa pemerintahan Ramses II, setelah kekalahan di Kadesh. Dalam Kitab Keluaran pada Perjanjian Lama, dikatakan bahwa kejadiannya adalah di Migdol dan Baal-Zephon yang terletak di sebelah utara delta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini berdasarkan Perjanjian Lama. Dalam terjemahan Kitab Keluaran dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa Fir''aun dan orang-orangnya ditenggelamkan di Laut Merah. Namun menurut mereka yang berpegang pada pandangan ini, kata yang diterjemahkan sebagai "Laut Merah (Red Sea)" sebenarnya adalah " Lautan Alang-Alang (Sea of Reeds)". Kata ini dikenal sebagai "Laut Merah" dalam berbagai sumber dan digu-nakan untuk lokasi tersebut. Namun, "Lautan Alang-Alang" sebenarnya digunakan untuk merujuk kepada pantai Laut Tengah di Mesir. Dalam Perjanjian Lama, ketika menyebutkan jalur yang diambil oleh Musa dan para pengikutnya, kata Migdol dan Baal-Zephon disebutkan, dan tempat-tempat ini terletak di utara Delta Nil, di pantai Mesir. Sebagai implikasi-nya, Lautan Alang-Alang mendukung kemung-kinan bahwa kejadian tersebut terjadi di pantai Mesir, karena di daerah ini, sesuai dengan namanya, banyak tumbuh alang-alang berkat tanah lumpur delta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tenggelamnya Fir'aun dan Orang-Orangnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran mewartakan kepada kita tentang aspek-aspek terpenting dari peristiwa terbelahnya Laut Merah. Menurut penuturan Al Quran, Musa berangkat meninggalkan Mesir bersama Bani Israil yang mema-tuhinya. Namun Fir''aun tidak dapat menerima kepergian mereka yang tanpa seizinnya. Ia dan tentaranya mengikuti merek&lt;i&gt;a "dalam amarah dan dendam"&lt;/i&gt; (QS. Yunus, 10: 90). Begitu Musa dan Bani Israil mencapai pan-tai, Fir''aun dan bala tentaranya telah menyusul mereka. Beberapa orang Bani Israil yang melihat ini mulai mengeluh kepada Musa. Menurut Per-janjian Lama mereka berkata kepada Musa: "Mengapa kamu membawa kami pergi dari negeri kami, di sana kami diperbudak namun dapat hidup, sekarang kita akan mati". Kelemahan komunitas ini juga disebutkan dalam Al Quran dalam ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan ter-susul."&lt;/i&gt; (QS Asy-Syu''araa'', 26: 61) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, ini bukanlah pertama maupun terakhir kalinya Bani Israil menunjukkan perilaku sedemikian yang menunjukkan ketidak-patuhan mereka. Kaum Musa sebelumnya pernah mengeluh kepadanya dengan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kami telah ditindas (oleh Fir''aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di muka bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu."&lt;/i&gt; (QS. Al A''raaf, 7: 129) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlawanan dengan tingkah laku umatnya yang lemah, Musa sangat percaya diri, karena ketinggian imannya kepada Allah. Semenjak awal perjuangannya, Allah telah memberitahu ia bahwa pertolongan dan du-kungan-Nya akan selalu bersama Musa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir''aun) dan katakanlah: "Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama ka-mi dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk."&lt;/i&gt; (QS. Thaahaa, 20: 46-47) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali bertemu dengan tukang sihir Fir''aun, Musa&lt;i&gt; "me-rasa takut dalam hatinya"&lt;/i&gt; (QS. Thaahaa, 20: 67). Karena itu, Allah pun mewahyukan kepada Musa untuk tidak takut;&lt;i&gt; "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang)."&lt;/i&gt; (QS. Thaahaa, 20: 68). Dengan demikian, Musa dididik oleh Allah dan memperoleh kema-tangan penuh terhadap jalan-Nya. Sehingga, ketika sebagian kaumnya merasa takut akan tertangkap, ia berkata:&lt;i&gt; "Sekali-kali tidak akan tersu-sul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." &lt;/i&gt;(QS. Asy-Syu''araa'', 26: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mewahyukan kepada Musa bahwa ia harus memukul lautan dengan tongkatnya: &lt;i&gt;"Pukullah lautan itu dengan tongkatmu"&lt;/i&gt;. Maka, ter-belahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS. Asy-Syu''araa'', 26: 63). Sebenarnya, pada saat Fir''aun melihat mukjizat tersebut, seharusnya ia menyadari bahwa telah terjadi suatu hal yang sangat luar biasa, dan bahwa ia sedang melihat campur tangan ilahiah. Laut terbuka bagi orang-orang yang ingin dihancurkan Fir''aun. Lebih jauh lagi, tidak ada jaminan bahwa lautan tidak akan menutup kembali setelah mereka menyeberang. Namun, ia dan bala tentaranya tetap mengejar Bani Israil ke dalam laut. Kemungkinan besar, Fir''aun dan tentaranya telah kehilangan kemampuan untuk berpikir sehat karena amarah dan kedengkian mereka, dan tidak mampu memahami mukjizat dari keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran menggambarkan saat-saat terakhir Fir''aun sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka di-ikuti oleh Fir''aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir''aun itu telah hampir tengge-lam berkatalah ia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melain-kan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."&lt;/i&gt; (QS. Yunus, 10: 90) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat mukjizat lain Nabi Musa dalam ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah mem-beri kepada Fir''aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta mereka dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih". Allah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui."&lt;/i&gt; (QS. Yunus, 10: 88-89) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami."&lt;/i&gt; ( QS Yunus 91-92).]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipahami dengan jelas dari ayat ini bahwa Musa diberi tahu sebagai jawaban atas permintaannya bahwa Fir''aun akan percaya kepada Allah pada saat ia menghadapi azab yang pedih. Fir''aun memang berkata bahwa ia beriman kepada Allah ketika air mulai menenggelamkannya. Namun, sangat jelas bahwa perilakunya tidak tulus dan palsu. Fir''aun kemungkinan besar mengatakan ini untuk menyelamatkan diri dari kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuatan Kami."&lt;/i&gt; (QS. Yunus, 10: 91-92) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga diwartakan bahwa orang-orang Fir''aun, sebagaimana Fir''aun sendiri, juga menerima bagian hukuman mereka. Karena bala tentara Fir''aun adalah orang-orang yang&lt;i&gt; "angkara murka dan penuh kebencian" &lt;/i&gt;(QS. Yunus, 10: 91), &lt;i&gt;"orang-orang yang berdosa"&lt;/i&gt; (QS. Al Qashash, 28: 8), &lt;i&gt;"berlaku salah" &lt;/i&gt;(QS. Al Qashash, 28: 40), dan &lt;i&gt;"mengira bahwa mereka tidak akan pernah kembali kepada Allah"&lt;/i&gt; (QS. Qashash, 28: 39) seperti halnya Fir''aun, mereka pun patut menerima hukuman dari Allah. Maka Allah pun melemparkan Fir''aun dan bala tentaranya ke dalam laut (QS. Al Qashash, 28: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kemudian Allah menghukum mereka, dan menenggelamkan mereka di laut karena mereka mendustakan dan lalai akan ayat-ayat-Nya."&lt;/i&gt; (QS. Al A''raaf, 7: 136)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyebutkan dalam Al Quran semua yang terjadi setelah ke-matian Fir''aun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Kami pusakakan kepada kaum yang ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka, dan Kami hancurkan apa yang telah diperbuat Fir''aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun oleh mereka."&lt;/i&gt; (QS. Al A''raaf, 7: 137) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.harunyahya.com/"&gt;Harun Yahya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-6019314211602180057?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/6019314211602180057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/sejarah-firaun-yang-ditenggelamkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/6019314211602180057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/6019314211602180057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/sejarah-firaun-yang-ditenggelamkan.html' title='Sejarah: Fir&apos;aun yang Ditenggelamkan'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-3227248495818222576</id><published>2010-03-02T03:51:00.000+07:00</published><updated>2010-03-02T03:51:26.549+07:00</updated><title type='text'>Hikmah: Hanya Takut Kepada Allah</title><content type='html'>Rasa takut kepada Allah SWT yang tertanam dalam diri setiap hamba adalah benih dari perjalanan sebuah proses keimanan, dimana pokok-pokok ibadah telah dijalankan dengan baik dan sempurna. Ada tiga pokok ibadah yang tidak boleh lepas apalagi ditinggalkan oleh manusia dalam pengabdiannya kepada Sang khalik. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267475574_4" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Hati&lt;/span&gt; selalu berzikir, lidah menyampaikan nasihat dan kebenaran dan tubuh sebagai pelaksana dari amal-amal shalih untuk mencapai keridhaan dan menghadirkan cinta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab pernah jatuh pingsan karena takut kepada Allah ketika mendengar bacaan suatu ayat al-Quran. Pada suatu hari dia mengambil sebatang jerami kemudian berkata, “Aduhai, alangkah baiknya jika aku menjadi jerami dan tidak menjadi sesuatu yang disebut. Aduhai, alangkah baiknya jika dulu ibuku tidak melahirkanku.” Dia menangis terisak-isak sehingga air mata membasahi pipinya. Itulah yang menyebabkan ada garis bekas tetesan air mata pada wajah khalifah kedua tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun berharap semoga suatu saat nanti wajah-wajah pemimpin dan para wakil rakyat yang akan muncul adalah mereka yang lebih besar memiliki rasa takut kepada Allah. Negara besar dengan penduduk mayoritas Muslim ini jauh lebih dikenal dengan kehancuran moral dan akhlaknya, dibanding ketakwaan umatnya. Mereka yang saat ini sedang duduk dalam kepemimpinan masih jauh dari proses akhir sebuah keimanan yakni lebih mendahulukan Allah dan Rasul-Nya untuk kemudian mengangkat dan mensejahterakan umat &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267475574_5" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;sebagai bagian dari&lt;/span&gt; ikrar ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw bersabda, “Allah SWT berfirman, &lt;i&gt;“Pada hamba-Ku tidak berkumpul dua ketakutan dan dua rasa aman. Barang siapa yang takut kepada-Ku di dunia, Aku akan berikan keamanan kepadanya di akhirat. Sebaliknya, barangsiapa yang merasa aman kepada-Ku di dunia, Aku akan memberikan rasa takut kepadanya pada hari kiamat.”&lt;/i&gt; Tentang hal tersebut pun Allah SWT telah berfirman, &lt;i&gt;“Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, melainkan takut kepada-Ku, jika kamu benar-benar beriman,”&lt;/i&gt; (QS. Ali Imron:175)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya kita menyikapi berbagai persoalan bangsa dengan penuh rasa takut kepada Allah SWT, karena apa yang sekarang ini sedang terjadi tidak terlepas dari sumbangsih kita sebagai bagian dari bangsa ini. Lantas apakah kita telah kehilangan rasa takut kepada Rabb kita, dengan melakukan kesalahan berulang, menggantungkan harapan kepada orang-orang yang telah banyak menguras hasil negeri ini untuk kepentingan perut mereka semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya apabila bangsa ini dipimpin dan diwakili oleh mereka yang lebih sering menangis karena takutnya kepada Sang Pencipta, merendahkan kepala bersujud di sepertiga malam demi mengharapkan ampunan-Nya. Bukankah Nabi saw bersabda,&lt;i&gt; “Tidak masuk &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1267475574_6" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Neraka&lt;/span&gt; orang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu kembali pada payudara,”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bukti nyata ketaatan, dan tidak hanya dalam bentuk slogan atau pun retorika saja. Kita harus menyadari bahwa kualitas akhlak lebih utama, dibanding kita harus mengorbankan waktu panjang dalam perjalanan bangsa hanya untuk memberikan kesempatan bagi orang-orang tidak bermoral namun terbungkus oleh keshalihan palsu. Rasa takut kita kepada Allah SWT sudah seharusnya membuat kita cerdas dalam bertindak, bahwa apabila Allah tidak memberikan keridha'annya mengapa kita harus menggantungkan harapan kepada sekelompok atau segelintir orang yang tidak bermoral dan sama sekali tidak memiliki rasa takut terhadap Yang Maha Besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;[Sabili No 13 Th. XI]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-3227248495818222576?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/3227248495818222576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/hikmah-hanya-takut-kepada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3227248495818222576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3227248495818222576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/hikmah-hanya-takut-kepada-allah.html' title='Hikmah: Hanya Takut Kepada Allah'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-374460319794220030</id><published>2010-03-01T00:57:00.000+07:00</published><updated>2010-03-01T00:57:29.897+07:00</updated><title type='text'>Kitab Pakaian Dan Perhiasan</title><content type='html'>&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;1. Haram  menggunakan wadah yang terbuat dari emas atau perak untuk minum dan sebagainya,  baik bagi pria maupun wanita&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ummu Salamah ra., istri Nabi saw.: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;i&gt; "Orang yang minum dengan wadah yang terbuat dari   perak, sesungguhnya menggelegak dalam perutnya api neraka Jahanam. "&lt;/i&gt;(Shahih   Muslim No.3846)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;2. Haram  menggunakan wadah emas dan perak bagi pria dan wanita. Haram cincin emas dan  sutera untuk pria tetapi boleh bagi wanita dan diperbolehkan memakai kain sutera  bagi lelaki (sebagai tanda) asal lebarnya tidak lebih dari empat jari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Barra' bin Azib ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk melaksanakan tujuh perkara dan   melarang kami dari tujuh perkara. Beliau memerintahkan kami menjenguk orang   sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang bersin (mengucap yarhamukallah),   melaksanakan sumpah dengan benar, menolong orang yang teraniaya, memenuhi   undangan dan menyebarkan salam. Beliau melarang kami dari cincin atau   bercincin emas, minum dengan wadah dari perak, hamparan sutera, pakaian   buatan Qas (terbuat dari sutera) serta mengenakan pakaian sutera baik yang   tebal dan tipis. (Shahih Muslim No.3848)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Hudzaifah bin Yaman ra.: &lt;br /&gt;Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:&lt;i&gt; "Janganlah kalian minum dalam wadah emas   dan perak dan jangan mengenakan pakaian sutera sebab pakaian sutera itu   untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat pada   hari kiamat."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No.3849)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Bahwa Umar bin Khathab melihat kain sutera bergaris pada pintu mesjid lalu   berkata: Ya Rasulullah saw.! Kalau saja engkau membeli ini lalu engkau   kenakan di hadapan kaum muslimin pada hari Jumat dan untuk menemui tamu   utusan (delegasi) yang datang kepadamu! Rasulullah saw. bersabda: Yang   memakai ini hanyalah orang yang tidak mempunyai bagian memakainya di   akhirat. Beberapa waktu kemudian, Rasulullah saw. mendapatkan beberapa   potong kain sutera. Rasulullah saw. memberikan sebagian kepada Umar. Umar   bertanya: Ya Rasulullah saw.! Engkau memberikanku pakaian ini padahal engkau   telah mengatakan tentang kain sutera Utharid beberapa waktu yang lalu?   Rasulullah saw. bersabda: Aku memberikan ini kepadamu bukan untuk engkau   pakai. Lalu Umar memberikannya kepada saudaranya yang masih musyrik di   Mekah." &lt;/i&gt;(Shahih Muslim No.3851)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Ali   bin Abu Thalib ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Dihadiahkan kepada Rasulullah saw. kain sutera bergaris. Rasulullah saw.   mengirimkannya kepadaku maka aku pun memakainya. Tetapi aku melihat   kemarahan di wajah beliau. Beliau bersabda:&lt;i&gt; "Sungguh, aku mengirimkan pakaian   itu kepadamu bukannya untuk engkau pakai tetapi aku mengirimkannya agar   engkau memotong-motongnya menjadi kerudung buat para wanita."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim   No.3862)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra., ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Rasulullah saw. mengirimkan selembar jubah sutera tipis kepada Umar. Lalu   Umar berkata: Engkau mengirimkan pakaian ini kepadaku padahal engkau telah   mengatakan tentangnya kemarin. Rasulullah saw. bersabda: Aku mengirimkannya   kepadamu bukan untuk engkau pakai, tetapi agar engkau dapat memanfaatkan   harga penjualannya."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No.3865)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra. berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Barang siapa mengenakan pakaian sutera di dunia,   maka ia tidak akan memakainya di akhirat." &lt;/i&gt;(Shahih Muslim No.3866)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Uqbah bin Amir ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. diberi hadiah sejenis pakaian luar dari sutera. Beliau   memakainya untuk mendirikan salat. Ketika selesai salat, beliau segera   menanggalkannya dengan keras seperti tidak menyukainya kemudian bersabda:&lt;i&gt;"   Tidak pantas pakaian ini untuk orang-orang yang bertakwa. "(&lt;/i&gt;Shahih Muslim   No.3868)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;3. Boleh kaum pria  memakai sutera bila ia berkudis atau sejenisnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra.: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. telah memberi kemurahan (dispensasi) kepada Abdurrahman bin   Auf dan Zubair bin Awwam untuk mengenakan pakaian sutera dalam perjalanan   karena kudis yang mereka derita atau disebabkan penyakit mereka. (Shahih   Muslim No.3869)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;4. Keutamaan  pakaian hibarah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra.: &lt;br /&gt;Dari Qatadah ia berkata: Kami bertanya kepada Anas bin Malik: Pakaian apakah   yang paling disukai dan dikagumi Rasulullah saw.? Anas bin Malik ra.   menjawab: Kain hibarah (pakaian bercorak terbuat dari kain katun). (Shahih   Muslim No.3877)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;5. Kesederhanaan  dalam berpakaian serta mencukupkan diri dengan yang kasar dan mudah dalam  pakaian, permadani dan sebagainya. Boleh memakai pakaian berbulu dan pakaian  yang ada gambarnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Aisyah ra.: &lt;br /&gt;Dari Abu Burdah ia berkata: Aku datang untuk menemui Aisyah ra. lalu ia   mengeluarkan kain kasar buatan Yaman dan baju dari kain tambalan. Aisyah ra.   bersumpah demi Allah, bahwa Rasulullah saw. wafat ketika sedang memakai   kedua potong pakaian ini. (Shahih Muslim No.3879)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Aisyah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Bantal Rasulullah saw. yang biasa beliau gunakan untuk bersandar adalah   terbuat dari kulit yang diisi sabut. (Shahih Muslim No.3882)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;6. Boleh  menggunakan permadani&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ketika aku kawin, Rasulullah saw. bertanya kepadaku: Apakah engkau   mempergunakan permadani? Saya menjawab: Bagaimana saya mempunyai permadani   itu. Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah, sesungguhnya itu akan ada."&lt;/i&gt; (Shahih   Muslim No.3884)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;7. Haram  menyeretkan pakaian karena sombong serta menerangkan batas memanjangkan pakaian  yang diperbolehkan dan yang dianjurkan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.: &lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Allah tidak akan memandang orang yang   menyeretkan pakaiannya dengan sombong."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No.3887)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Hurairah ra.: &lt;br /&gt;Ia melihat seorang lelaki menyeret kainnya, ia menghentakkan kakinya ke   bumi, lelaki itu adalah pangeran (penguasa) Bahrain. Ia berkata: Pangeran   datang, pangeran datang! Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah tidak   akan memandang orang yang menyeretkan kainnya dengan kecongkakan."&lt;/i&gt; (Shahih   Muslim No.3893)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;8. Haram berlagak  dalam berjalan sambil mengagumi pakaiannya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Hurairah ra.: &lt;br /&gt;Dari Nabi saw., beliau bersabda: &lt;i&gt;"Ketika seorang lelaki sedang berjalan, ia   benar-benar terkejut oleh juntai rambut dan mantelnya, tiba-tiba ia berikut   bumi ditenggelamkan maka iapun terbenam di dalam bumi sampai hari kiamat."&lt;/i&gt;   (Shahih Muslim No.3894)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;9. Pengharaman  cincin emas bagi pria dan penghapusan hukum dibolehkannya pada permulaan Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Hurairah ra.: &lt;br /&gt;Dari Nabi saw., beliau melarang memakai cincin emas. (Shahih Muslim No.3896)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Abdullah bin Umar ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah saw. menyuruh untuk membuatkan cincin dari emas. Beliau   meletakkan mata cincinnya pada bagian dalam telapak tangan bila beliau   memakainya. Orang-orang pun berbuat serupa. Kemudian suatu ketika, beliau   duduk di atas mimbar lalu mencopot cincin itu seraya bersabda: "&lt;i&gt;Aku pernah   memakai cincin ini dan meletakkan mata cincinnya di bagian dalam. Lalu   beliau membuang cincin itu dan bersabda: Demi Allah, aku tidak akan   memakainya lagi untuk selamanya! Orang-orang juga ikut membuang   cincin-cincin mereka."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No.3898)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;10. Nabi saw.  memakai cincin perak yang ada ukiran kata Muhammad Rasulullah dan para khalifah  sesudah beliau juga memakainya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Nabi saw. memakai cincin perak. Pada cincin itu terpahat kata Muhammad   Rasulullah. Beliau bersabda kepada kaum muslimin: &lt;i&gt;"Aku membuat cincin dari   perak dan padanya aku ukir kata Muhammad Rasulullah tak seorang pun dapat   mengukir pada ukirannya."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No.3901)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;11. Tentang  membuang cincin&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra.: &lt;br /&gt;Bahwa ia melihat di tangan Rasulullah saw. terdapat sebuah cincin perak   selama satu hari. Lalu orang-orang pun membuat cincin-cincin perak dan   memakainya. Kemudian Rasulullah saw. membuang cincin beliau lalu orang-orang   juga ikut membuang cincin-cincin mereka. (Shahih Muslim No.3905)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;12. Sunat bila  memakai sandal yang sebelah kanan dahulu dan bila mencopot yang sebelah kiri  dahulu serta makruh berjalan dengan satu sandal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Hurairah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Apabila seseorang di antara kalian memakai sandal   hendaknya ia mendahulukan yang sebelah kanan dan kalau bermaksud melepasnya,   hendaklah ia mulai dari sebelah kiri. Dan hendaknya ia memakai sepasang   sandal itu sekaligus atau melepas keduanya. "(&lt;/i&gt;Shahih Muslim No.3913)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;13. Tentang  diperbolehkannya berbaring sambil meletakkan sebelah kaki pada kaki yang lain&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Abdullah bin Zaid ra.: &lt;br /&gt;Bahwa ia melihat Rasulullah saw. berbaring di mesjid sambil meletakkan   sebelah kaki beliau pada kaki yang lain. (Shahih Muslim No.3921)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;14. Larangan  mencelup pakaian dengan warna kuning kunyit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Bahwa Nabi saw. melarang mewarnai pakaian dengan warna kuning kunyit.   (Shahih Muslim No.3922)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;15. Bersikap  berbeda dengan orang Yahudi dalam hal pewarnaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Hurairah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda: &lt;i&gt;"Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak   mewarnakan, maka berbedalah dengan mereka"&lt;/i&gt;. (Shahih Muslim No.3926)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;16. Haram  menggambar binatang dan haram menggunakan permadani dan sebagainya yang jarang  dipakai dan yang ada gambarnya serta bahwa malaikat tidak akan memasuki rumah  yang ada gambar atau ada anjingnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas ra.: &lt;br /&gt;Dari Nabi saw., beliau bersabda:&lt;i&gt;" Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada   anjing atau ada gambarnya." &lt;/i&gt;(Shahih Muslim No.3929)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Aisyah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Kami mempunyai tirai bergambar burung. Orang yang hendak masuk tentu akan   melihat tirai bergambar itu. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadaku: &lt;i&gt;"  Gantilah tirai ini sebab setiap kali aku masuk dan melihatanya aku menjadi   teringat akan dunia." &lt;/i&gt;Aisyah ra. berkata: Kami mempunyai sepotong kain   beludru yang biasa kami sebut bergambar sutera dan kami memakainya. (Shahih   Muslim No.3934)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Orang-orang yang melukis gambar-gambar akan   disiksa pada hari kiamat, kepada mereka difirmankan: Hidupkan apa yang telah   kalian ciptakan." &lt;/i&gt;(Shahih Muslim No.3942)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Abdullah bin Masud ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Manusia yang paling berat siksaannya pada hari   kiamat adalah para juru gambar."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No.3943)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "&lt;i&gt;Setiap tukang gambar itu akan masuk   neraka. Allah akan menjadikan baginya dengan setiap gambar yang ia buat   sesosok jiwa yang akan menyiksanya di neraka Jahanam."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim   No.3945)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Hurairah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Allah Taala berfirman: "Siapa   lagi orang yang lebih zalim daripada orang yang mencoba membuat ciptaan   seperti ciptaan-Ku? Mereka boleh mencoba menciptakan sebuah atom atau   menciptakan biji-bijian atau menciptakan jelai. "&lt;/i&gt;(Shahih Muslim No.3947)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;17. Makruh  mengalungkan leher unta dengan kalung tali&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Basyir Al-Anshari ra.: &lt;br /&gt;Bahwa ia pernah mengikuti Rasulullah saw. dalam beberapa perjalanan. Ia   berkata: Lalu Rasulullah saw. mengirim seorang utusan. Abdullah bin Abu   Bakar berkata: Aku mengira dia berkata sementara orang-orang berada di   tempat penginapan mereka untuk menyampaikan sabda beliau: Jangan biarkan   pada leher unta terdapat kalung tali kecuali diputuskan. (Shahih Muslim   No.3951)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;18. Boleh menandai  binatang pada anggota tubuh selain muka dan anjuran menandai ternak zakat dan  pajak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Anas bin Malik ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Ketika Ummu Sulaim melahirkan ia berkata kepadaku: Hai Anas! Lihatlah anak   ini, ia tidak akan memakan sesuatu sebelum engkau pergi membawanya kepada   Nabi saw. agar beliau mengolesi mulutnya dengan kunyahan makanan manis   (tahnik). Ia berkata: Lalu aku pun berangkat dan menemui Rasulullah saw.   sedang berada di kebun memakai pakaian bercorak dari kain wol hitam tengah   menandai unta yang diserahkan kepada beliau pada hari penaklukan. (Shahih   Muslim No.3955)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;19. Makruh  mencukur rambut sebagian kepala&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. melarang mencukur rambut sebagian kepala. (Shahih Muslim   No.3959)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;20. Larangan duduk  di jalan umum dan memberikan kepada jalan apa yang menjadi haknya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat Abu   Said Al-Khudri ra.: &lt;br /&gt;Dari Nabi saw., beliau bersabda: Hindarilah duduk di jalan-jalan! Para   sahabat berkata: Ya Rasulullah saw! Kami tidak dapat menghindar untuk duduk   berbincang-bincang di sana (di jalan). Rasulullah saw. bersabda: Kalau   memang kalian harus duduk juga, maka berikanlah pada jalan itu haknya. Para   sahabat bertanya: Apakah haknya? Rasulullah saw. bersabda: Menjaga   penglihatan, menyingkirkan hal-hal yang membahayakan, menjawab salam, amar   makruf dan nahi munkar. (Shahih Muslim No.3960)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;21. Haram  menyambung rambut dengan rambut orang lain dan meminta disambungkan rambutnya  dengan rambut orang lain, membuat tato dan minta dibuatkan tato, menghilangkan  rambut pada wajah dan meminta dihilangkan rambut pada wajahnya, merenggangkan  gigi dan mengubah ciptaan Allah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Asma binti Abu Bakar ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Seorang wanita datang kepada Nabi saw. lalu berkata: Ya Rasulullah saw., aku   mempunyai anak perempuan yang akan menjadi pengantin. Ia pernah terkena   penyakit campak sehingga rambutnya rontok. Bolehkah aku menyambungnya   (dengan rambut lain)? Rasulullah saw. bersabda: Allah mengutuk wanita yang   menyambungkan rambut seorang wanita dengan rambut lain dan wanita yang   disambungkan rambutnya. (Shahih Muslim No.3961)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Aisyah ra.: &lt;br /&gt;Bahwa seorang budak perempuan Ansar kawin. Tetapi, karena sebelumnya   menderita sakit, maka rambutnya rontok. Keluarganya ingin menyambung   rambutnya. Lalu mereka bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hal itu. Dan   Rasulullah saw. mengutuk wanita yang menyambungkan rambut seorang wanita   dengan rambut lain dan wanita yang minta disambungkan rambutnya. (Shahih   Muslim No.3963)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengutuk wanita yang menyambungkan rambut seorang wanita dan   wanita yang minta disambungkan rambutnya, orang yang membuatkan tato dan   orang yang meminta dibuatkan tato. (Shahih Muslim No.3965)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Abdullah bin Masud ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Allah mengutuk wanita-wanita pembuat tato dan wanita-wanita yang minta   dibuatkan tato, wanita-wanita yang mencukur rambut wajah dan wanita-wanita   yang minta dihilangkan rambut wajahnya serta wanita-wanita yang   merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah. Perkataan   Abdullah bin Masud itu sampai kepada seorang wanita dari Bani Asad bernama   Ummu Yaqub yang sedang membaca Alquran. Lalu ia datang kepada Abdullah bin   Masud dan berkata: Apakah benar berita yang sampai kepadaku, bahwa engkau   mengutuk wanita-wanita pembuat tato, wanita-wanita yang minta dibuatkan   tato, wanita-wanita yang minta dihilangkan rambut wajahnya dan wanita-wanita   yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang mengubah ciptaan Allah.   Abdullah berkata: Bagaimana aku tidak mengutuk wanita-wanita yang telah   dikutuk oleh Rasulullah saw? Sedangkan itu disebutkan dalam Kitab Allah.   Wanita itu membantah: Aku sudah membaca semua isi Alquran, tetapi aku tidak   mendapatkannya. Maka Abdullah bin Masud berkata: Jika engkau benar-benar   membacanya, pasti engkau telah menemukannya. Allah Taala berfirman: &lt;i&gt;"Apa yang   diberikan Rasul kepada kalian, maka ambilah dan apa yang ia larang atas   kalian, maka tinggalkanlah."&lt;/i&gt; Wanita itu berkata: Aku melihat sesuatu   (kejanggalan) pada istrimu dari yang engkau bicarakan ini. Abdullah bin   Masud berkata: Pergilah dan lihat! Wanita itupun menemui istri Abdullah bin   Masud. Ia tidak melihat suatu kejanggalan. Kemudian ia kembali kepadanya dan   berkata: Aku tidak melihat suatu kejanggalan. Abdullah bin Masud berkata:   Jika seandainya demikian (pada istriku terdapat sesuatu dari yang   kubicarakan), tentu aku tidak akan menyetubuhinya. (Shahih Muslim No.3966)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Muawiyah bin Abu Sufyan ra.: &lt;br /&gt;Dari Humaid bin Abdurrahman bin Auf bahwa dia mendengar dari Muawiyah bin   Abu Sufyan pada musim haji yang sedang berdiri di atas mimbar dan menerima   potongan rambut dari seorang pengawalnya, berkata: Wahai rakyat Madinah.   Mana ulama kalian? Aku pernah mendengar Rasulullah saw. melarang hal semacam   ini (jambul rambut), beliau bersabda: &lt;i&gt;"Sesungguhnya Bani Israel mengalami   kebinasaan adalah ketika para wanita mereka melakukan hal ini itu."&lt;/i&gt; (Shahih   Muslim No.3968)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;22. Larangan  pemalsuan dalam berpakaian dan sebagainya serta berpura-pura puas terhadap apa  yang belum diterima&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Hadis riwayat   Asma ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Seorang wanita datang kepada Nabi saw. lalu berkata: Aku mempunyai   kebutuhan, apakah aku berdosa bila aku berpura-pura merasa cukup dengan   harta suamiku dengan apa yang tidak ia berikan kepadaku? Rasulullah saw.   bersabda: &lt;i&gt;" Orang yang berpura-pura puas dengan apa yang tidak diberikan itu   seperti orang yang mengenakan pakaian palsu."&lt;/i&gt; (Shahih Muslim No.3973)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;Sumber &lt;a href="http://hadith.al-islam.com/"&gt;Kumpulan Hadist&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-374460319794220030?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/374460319794220030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/kitab-pakaian-dan-perhiasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/374460319794220030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/374460319794220030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/kitab-pakaian-dan-perhiasan.html' title='Kitab Pakaian Dan Perhiasan'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-7313528851725308270</id><published>2010-03-01T00:25:00.000+07:00</published><updated>2010-03-01T00:25:13.346+07:00</updated><title type='text'>Anak Merupakan Amanah yang Tidak Ternilai Harganya...</title><content type='html'>&lt;div style="color: black;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Bagi saya anak adalah sebagian nikmat Allah Jalla Wa azza diantara nikmat-nikmatNYA yang lain.. Fa biayyi aalaaa irobbi kuma tukadzibaan?? Melihat pertumbuhan mereka adalah hal yang paling indah dan paling berharga melebihi dari pekerjaan apapun di muka bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Sebagai orang tua, tentu bagi kita adalah memberikan semua yang terbaik untuk anak kita, dari makanannya, bajunya serta pendidikannya. Sampai-sampai jikalau anak kita sedang tidur, kita tidak usah tidur kalau perlu. Atau jikalau anak sedang makan kita tidak usah makan. Begitulah saking bahagianya melihat pertumbuhan anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Melindungi anak dari segala sesuatu hal yang bisa membahayakan atau mencelakai anak kita ini yang menjadi perhatian bagi semua orang tua. Sampai-sampai banya orang menggunakan jasa Baby sitter untuk menjaga penuh anak tersebut. Jika anak sedang tidur, bagaimana bantal dan guling diatur sedemikian rupa untuk mencegah ia tidak jatuh dari kasur. Atau memberikan minyak kayu putih/minyak telon untuk melindungi mereka dari kedinginan sehabis mandi. Semua itu adalah usaha kita sebagai orang tua untuk melindungi anak-anak kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Namun terlepas dari usaha kita diatas itu, adalah menyerahkan kembali semuanya itu kepada Allah SWT. Karena Allah SWT sendirilah sang pembuat penyakit maupun bahaya, Allah SWT juga adalah Maha penyembuh segala penyakit dan Maha Pelindung dari Bahaya. Bagaimana hal itu kita panjatkan kepada Allah SWT untuk keselamatan anak kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya jadi terbesit dari ajaran Guru-guru kita yang mengajarkan amalan-amalan doa untuk kita amalkan setiap hari. Dan diantara amalan-amalan tersebut ada do'a yang menurut saya paling mujarab bagi saya selaku orang tua untuk melindungi anak dari segala macam kejahatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Dalam Risalah Kitab "Maslakhul Akhyar" Karangan Habib Utsman Bin Aqil Bin Yahya (Semoga Allah Merahmatinya). Beliau rh mengajarkan doanya. Insya Allah menjadi pelindung terbaik bagi anak-anak kita dari segala macam kejahatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;"U-iidzuka bikalimattillaahittaamah, Min Kulli Syarri Syaithon. Wa Haammatiw Wamin kulli 'ainil lammah". Insya Allah Yang Artinya &lt;i style="font-weight: normal;"&gt;"(Hai Anakku) Aku Lindungkan Engkau dengan kalimat ALLAH Yang Maha Sempurna dari Kejahatan/godaan Syetan, Dan dari kejahatan/godaan binatang serta dari kejahatan/ godaan mata (yang jahat)"&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Semoga menjadi bahan iktibar bagi saya pribadi serta bagi antum para pengunjung halaman ini. Dan sama-sama kita berdoa untuk kebahagiaan, kesehatan serta kebaikan untuk anak kita..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Wasslamu'alaikum..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-7313528851725308270?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/7313528851725308270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/anak-merupakan-amanah-yang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7313528851725308270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7313528851725308270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/03/anak-merupakan-amanah-yang-tidak.html' title='Anak Merupakan Amanah yang Tidak Ternilai Harganya...'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-3404478592513401527</id><published>2010-02-28T23:06:00.000+07:00</published><updated>2010-02-28T23:06:02.824+07:00</updated><title type='text'>FATAWA UNTUK MUSLIMAH</title><content type='html'>&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Hukum Khitan Bagi Anak Perempuan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : "Apakah khitan (sunat) bagi wanita itu hukumnya wajib ataukah sunnah yang disukai saja ?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Telah shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bukan hanya dalam satu hadits, anjuran beliau untuk menyunat wanita. Beliau juga memerintahkan wanita yang menyunat untuk tidak berlebihan dalam menyunat. Tapi dalam masalah ini berbeda antara suatu negeri dengan negeri-negeri lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kadang-kadang dipotong banyak dan kadang-kadang hanya dipotong sedikit saja (ini biasanya terjadi di negeri-negeri yang berhawa dingin). Jadi sekiranya perlu dikhitan dan dipotong, lebih baik di potong. Jika tidak, maka tidak usah di potong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Disalin dari Kitab Majmu’ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarrah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Albani, hal 162-163, Pustaka At-Tauhid]&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM KHITAN BAGI ANAK PEREMPUAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta' ditanya : "Apa hukum khitan bagi anak perempuan, apakah termasuk sunnah atau makruh?".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Khitan bagi wanita disunnahkan berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallalalhu 'alaihi wa sallam bahwa sunnah fitrah itu ada lima, di antaranya khitan. Juga berdasarkan riwayat Khalal dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;"Artinya : Khitan itu merupakan sunnah bagi para lelaki dan kehormatan bagi para wanita"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Fatawa Lajnah Daimah Lil Ifta' 5/119]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;SALAHKAH TIDAK MELAKUKAN KHITAN ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta' : "Saya mendengar khatib di masjid kami berkata di atas mimbar bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menghalalkan khitan bagi para wanita. Kami berkata kepadanya bahwa wanita-wanita di daerah kami tidak dikhitan. Bolehkan seorang wanita tidak melakukan khitan ?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Khitan bagi wanita merupakan kehormatan bagi mereka tapi hendaknya tidak berlebihan dalam memotong bagian yang dikhitan, berdasarkan larangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda. "Artinya : Sunnah-sunnah fitrah itu ada lima ; khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak" [Muttafaq Alaih]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hadits ini umum, mencakup lelaki dan perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Fatawa Lajnah Daimah Lil Ifta' 5/119,120]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita-3 hal 121-122 Darul Haq]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM MENINDIK TELINGA ANAK PEREMPUAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : "Apa hukum menindik telinga dan hidung anak perempuan untuk tujuan berhias?".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menindik telinga hukumnya boleh, karena tujuannya adalah untuk berhias. telah diriwayatkan bahwa para istri-istri shahabat mempunyai anting-anting yang mereka pergunakan di telinga mereka. Menusuknya menyakiti, tapi hanyasedikit, jika ditindik ketika masih kecil, sembuhnya-pun cepat. Sedang menindik hidung, hukumnya sama dengan menindik telinga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;i&gt;[Fatawa wa Rasa'il Syaikh Ibnu Utsaimin 4/137, Lihat Fatawa Lajnah Da'imah 5/121]&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh Abdullah Al-Fauzan berkata, "Diperbolehkan menindik telinga karena bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fitrah wanita untuk berhias. Adanya rasa sakit ketika ditindik tidaklah merupakan halangan, karena hanya merupakan sakit sedikit dan sebentar. Dan menindik telinga seringkali hanya dilakukan kaetika anak masih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menindik telinga merupakan perkara biasa bagi wanita dari dulu hingga sekarang. Tidak ada larangan tentangnya, baik di dalam Al-Qur'an maupun hadits, justru ada riwayat yang mengisyaratkan diperbolehkannya dan pengakuan manusia atasnya. Terdapat riwayat dari Abdurrahman bin Abbas, ia berkata bahwa Ibnu Abbas ditanya : "Pernahkah kamu menyaksikan hari raya bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ?" Dia menjawab, "Pernah, kalaulah bukan karena kedudukanku di sisinya, saya menyaksikannya semenjak kecil. Beliau mendatangi tanda di rumah Katsir bin Shalt (Rumah Katsir bin Shalt dipakai sebagai kiblat untuk shalat Id). Lalu beliau shalat kemudian berkhutbah tanpa terdengar adzan ataupun iqamah. beliau memerintahkan untuk bersedekah, maka para wanita mengulurkan tangannya ke telinga-telinga mereka dan leher-leher mereka (untuk mencopot perhiasan mereka) dan beliau memerintahkan kepada Bilal untuk mendatangi tempat wanita, (setelah selesai) kemudian Bilal kembali menghadap Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lafazh riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas disebutkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersedekah, maka saya melihat para wanita mengulurkan tangan ke telinga dan leher mereka (mengambil perhisan mereka).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Zinatul Mar'ah, Syaikh Al-Fauzan, hal 54]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Disalin Dari Kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita-3, hal 115-116, Darul Haq]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Hukum Meletakkan Sepotong kain diatas perut bayi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apakah boleh meletakkan sepotong kain, sepotong kulit atau sejenisnya di atas perut anak laki-laki dan perempuan pada usia menyusu dan juga sesudah besar. Kami di selatan juga mele-takkan sepotong kain atau sepotong kulit di atas perut anak wanita atau anak kecil dan juga sesudah besar. Oleh karenanya, saya mohon penjelasan mengenai hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika meletakkan sepotong kain atau kulit yang diniatkan sebagai tamimah untuk mengambil manfaat atau menolak bahaya, maka ini diharamkan, bahkan bisa menjadi kesyirikan. Jika itu untuk tujuan yang benar seperti menahan pusar bayi agar tidak menyembul atau meluruskan punggung, maka ini tidak apa-apa. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan atas Nabi kita Muhammad dan para sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Al-Lajnah ad-Da'imah, Fatawa al-'Ilaj bi al-Qur'an wa as-Sunnah - ar-Ruqa wama yata'allaqu biha, hal. 93&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Setelah Empat Puluh Hari Sejak Melahirkan, Darah Yang Keluar Berubah, Apakah Harus Shalat Dan Puasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=511"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;u&gt;http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=511&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.42cm;"&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;WANITA MENYUSUI MENGELUARKAN SEDIKIT DARAH, KEMUDIAN DARAH ITU BERHENTI SELAMA DUA HARI, MAKA IA PUN BERPUASA, KEMUDIAN DARAH ITU KELUAR LAGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Seorang wanita di masa menyusui, dan ia tidak mengalami haidh selama tiga bulan pertama setelah melahirkan, kemudian ia mengeluarkan cairan sejenis darah yang amat sedikit di tengah malam lalu darah itu berhenti pada siang harinya, maka ia pun berpuasa selama dua hari. Kemudian darah itu keluar lagi, lalu ia mendapat haidh seperti biasanya. Apakah puasanya yang dua hari itu sah.?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisinya sebagaimana yang Anda katakan, yaitu bahwa darah keluar darinya di tengah malam saja, maka puasanya yang dua hari itu adalah sah, dan tidak ada pengaruh dari darah yang keluar pada malam hari itu terhadap puasanya pada dua hari tersebut. begitu juga datangnya haidh yang biasa tidak membatalkan puada pada kedua hari tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta; 5]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;SEORANG WANITA MENDAPAT KESUCIANNYA DARI NIFAS DALAM SATU PEKAN, KEMUDIAN IA BERPUASA BERSAMA KAUM MUSLIMIN, SETELAH ITU DARAH TERSEBUT DATANG LAGI.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Jika seorang wanita mendapat kesuciannya dari nifas dalam satu pekan, kemudian ia berpuasa bersama kaum muslimin di bulan Ramadhan selama beberapa hari, kemudian darah itu keluar lagi. apakah ia harus meninggalkan puasa dalam situasi seperti ini ? Dan apakah ia harus mengqadha hari-hari puasa yang ia jalani selama beberapa hari itu dan hari-hari puasa yang ia tinggalkan .?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika seorang wanita mendapat kesuciannya dari nifas sebelum empat puluh hari lalu ia puasa beberapa hari, kemudian darah itu keluar lagi sebelum empat puluh hari, maka puasanya itu sah dan hendaknya ia meninggalkan shalat dan puasa pada hari-hari ketika darah itu keluar lagi, karena darah itu dianggap darah nifas hingga ia suci atau hingga sempurna empat puluh hari. Dan jika telah mencapai empat puluh hari maka wajib baginya untuk mandi walaupun darah itu masih tetap keluar, karena empat puluh hari adalah akhir masa nifas menurut pendapat yang paling benar diantara dua pendapat ulama. dan setelah itu hendaknya ia berwudhu untuk setiap waktu shalat hingga darah itu berhenti mengalir darinya, sebagaimana yang diperintahkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada wanita yang mustahadhah, dan boleh bagi suaminya untuk mencampurinya setelah empat puluh hari walaupun ia masih mengeluarkan darah, karena darah dan kondisi yang seperti demikian adalah darah rusak (darah istihadhah) yang tidak menghalangi seorang wanita untuk shalat dan puasa dan juga tidak menghalangi suaminya untuk menggauli istrinya pada saat itu. Akan tetapi jika keluarnya darah itu sesuai dengan masa haidhnya, maka ia harus meninggalkan shalat dan puasa karena ia dianggap haidh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Kitab Ad-Da'wah, Syaikh Ibnu Baaz, 2/73]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;MENDAPAT KESUCIAN SETELAH TUJUH HARI MELAHIRKAN LALU BERPUASA DI BULAN RAMADHAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta ditanya : Istri saya melahirkan seorang bayi beberapa hari sebelum Ramadhan, tepatnya tujuh hari sebelum Ramadhan, dan sebelum masuk Ramadhan ia telah mendapat kesuciannya dari nifas, puasa yang dilakukan itu sah ? Ataukah ia harus mengqadha puasanya itu ? Perlu diketahui bahwa menurutnya, ia menjalankan puasa itu karena ia telah suci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika keadaannya seperti apa yang Anda sebutkan dalam pertanyaan, yaitu bahwa istri Anda berpuasa dalam keadaan suci di bulan Ramadhan, maka puasa istri Anda itu sah dan tidak wajib baginya untuk mengqadha puasanya itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Fatawa Al-lajnah Ad-Da'imah Lil IIfta ; 10/155-156, fatwa nomor 10138]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;SETELAH EMPAT PULUH HARI SEJAK MELAHIRKAN, DARAH YANG KELUAR BERUBAH, APAKAH SAYA HARUS SHALAT DAN PUASA ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Saya seorang wanita bersuami dan alhamdulillah Allah telah mengaruniakan dua orang anak. Setelah habis empat puluh hari dari masa melahirkan tepatnya hari ke tujuh dari bulan Ramadhan, saya masih tetap mengeluarkan darah, akan tetapi darah yang keluar itu telah berubah dan tidak seperti darah yang keluar sebelum empat puluh hari, apakah saya harus puasa dan shalat ? Sebab saya melaksanakan puasa setelah melewati empat puluh hari itu dan saya selalu mandi setiap kali akan shalat, apakah puasa saya itu sah atau tidak ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Seorang wanita nifas jika ia tetap mengeluarkan darah setelah melewati empat puluh hari dan darah itu tidak berubah, maka jika masa yang lebih dari empat puluh hari itu sesuai dengan masa haidh yang biasanya, maka ia harus meninggalkan shalat, dan jika masa yang lebih dari empat puluh hari itu tidak sesuai dengan masa haidh yang biasanya, maka para ulama berbeda pendapat, di antara ulama ada yang berpendapat : Hendaknya wanita itu mandi, sahalat dan puasa, walaupun darah tetap mengalir sebab darah itu adalah darah istihadhah. Sebagian ulama lainnya berpendapat : Bahwa ia tetap meninggalkan shalat hingga hari keenam puluh, karena ada sebagian wanita yang tetap dalam keadaan nifas hingga hari keenam puluh, dan ini adalah kejadian nyata yang tidak bisa dipungkiri, sehingga dikatakan bahwa sebagian wanita mempunyai kebiasaan nifas selama enam puluh hari, maka berdasarkan ini, sebaiknya wanita itu tetap meninggalkan shalat hingga hari keenam puluh, kemudian setelah itu ia kembali kepada masa haidh seperti biasanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;[Durus wa fatawa Al-haram Al-Makki, Syaikh Ibnu Utsaimin, 3/65]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Ifta Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, hal.221 - 228, penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0.49cm; margin-top: 0.49cm;"&gt;Dari &lt;a href="http://abizecha.multiply.com/"&gt;Journal&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-3404478592513401527?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/3404478592513401527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/fatawa-untuk-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3404478592513401527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3404478592513401527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/fatawa-untuk-muslimah.html' title='FATAWA UNTUK MUSLIMAH'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-8434124068096233948</id><published>2010-02-27T10:46:00.000+07:00</published><updated>2010-02-27T10:46:49.189+07:00</updated><title type='text'>Di Balik Kejadian 11 September 2001</title><content type='html'>&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Selasa pagi, 11 September 2001, dua menara kembar World Trade Center ditabrak dua pesawat jet komersial dan secara ajaib runtuh secara vertikal ke bawah. Pemerintahan Bush menjadikan peristiwa ini sebagai “gong” untuk memulai perang melawan semua musuh-musuh AS yang disebutnya teroris.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Telah banyak artikel yang membuka tabir kejadian ini dan menegaskan bahwa peristiwa WTC 9.11 merupakan rekayasa pihak Bush sendiri, agar ada pembenaran menginvasi Dunia Arab dan Islam yang kaya sumber daya alam, minyak dan gas bumi. Selain itu, invasi ini juga akan menguntungkan industri militer AS yang dimiliki oleh para petingggi Gedung Putih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dipandang dari perspektif simbologi, peristiwa 9.11 merupakan pintu gerbang bagi AS untuk melangkah ke millennium baru yang sesungguhnya. Bukankah dua menara kembar WTC yang menjulang tinggi di antara gedung-gedung lainnya di New Yok jika dilihat mirip dengan sebuah pintu gerbang? Inilah &lt;em&gt;“The New Crusade in Millenium era”&lt;/em&gt;, seperti yang pernah diucapkan Bush.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Simbologi Angka 9.11 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Segala hal dalam keyakinan mistis Kabbalah senantiasa dikaitkan dengan simbologi. Numerologi atau ilmu tentang angka yang merupakan salah satu kegemaran mereka. Sebab itu salah satu ilmu yang dikembangkan kaum Yahudi adalah ilmu Geometri dan mereka disebut sebagai Geometrian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kegemaran kepada simbol angka-angka berasal dari keyakinan mereka bahwa kosmos ini seluruhnya bergerak secara matematis. Misalnya, satu hari itu 24 jam, satu pekan 7 hari, satu bulan 30 hari, dan satu tahun 365 hari. Semuanya menunjukkan angka. Dan angka 13 serta 666 menunjukkan angka setan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Angka 9.11 sendiri yang menunjuk pada tanggal kejadian WTC yakni 9 September juga sarat dengan simbologi setan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mengenai angka 11, para Kabalis menganggap angka tersebut merupakan salah satu simbol setan, selain 666. Anton LaVey, pendiri Gereja Setan dunia, memilih angka 11 ketika dirinya menyusun 11 Pasal Setan di Bumi (&lt;em&gt;The Eleven Satanic Rules of the Earth&lt;/em&gt;) dan memilih angka 9 untuk menyusun &lt;em&gt;The Nine Satanic Statements&lt;/em&gt;. LaVey telah lama memilih angka 11 dan 9 sebagai angka setan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam ilmu perbintangan (Astrologi), sebagai basis dari Numerologi, angka 11 biasanya menunjukkan Pemimpin. Angka 11 juga merepresentasikan Dosa, Pelanggaran, dan Resiko. Jika angka 10 melukiskan kesempurnaan, maka angka 11 menyimbolkan sesuatu yang lebih. Jika dipisah (1 + 1 = 2) maka akan ditemukan sebuah dualitas yang saling berhadapan dan setara: Lucifer dan Tuhan. Kegelapan dan Cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Angka 11 adalah angka penuh kesucian. Jika angka 11 dikalikan dengan angka sempurna, 3, maka akan didapat angka 33, sebuah angka yang amat penting bagi dunia Okultisme. Tahun 1933 merupakan tahun lahirnya Manifesto Humanis, sebuah gerakan dari para Kabbalis. Simbol-simbol dalam Astrologi (Zodiak) juga berjumlah 11.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menara kembar WTC sendiri jika diperhatikan bangunannya mirip dengan angka 11. Menara WTC sendiri bertempat di New York, sebuah kota yang berada di negara bagian ke-11 yang bergabung dengan Amerika Serikat. WTC memiliki 110 lantai, jika angka ‘0’ dibuang maka kita mendapatkan 11.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;WTC merupakan pusat dari Trade Center dan dijuluki Skycrappers, masing-masing jumlah hurufnya 11. Jika nama menara itu ditulis secara lengkap maka akan menjadi World Trade Center yang berjumlah 22 huruf, yaitu 11 X 2 = 22.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Lalu tanggal terjadi peristiwa tersebut adalah tanggal 11 bulan 9, yang bisa disusun menjadi: 1 + 1 + 9 = 11. 11 September sendiri mempunyai 2 angka dan 9 huruf, 2 + 9 = 11. Dan uniknya lagi, Menara WTC ambruk pada jam 10.28 am, 1 (0) + 2 + 8 = 11.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Selain itu, peristiwa WTC terbukti menguntungkan pemerintah Amerika Serikat dan juga Zionis-Israel. Pemimpin-pemimpinnya adalah George W. Bush dan Ariel Sharon, masing-masing jumlah huruf namanya: 11. Dan yang menjadi korban pertamanya: Afghanistan, 11 huruf. Apakah ini suatu kebetulan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber &lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;eramuslim.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-8434124068096233948?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/8434124068096233948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/di-balik-kejadian-11-september-2001.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8434124068096233948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8434124068096233948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/di-balik-kejadian-11-september-2001.html' title='Di Balik Kejadian 11 September 2001'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-5872791214126025079</id><published>2010-02-27T10:18:00.000+07:00</published><updated>2010-02-27T10:18:32.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Shahabat'/><title type='text'>Salahuddin Al Ayubbi, Maulid Nabi, dan Bangkitnya Semangat Kaum Muslilmin</title><content type='html'>Salahuddin Al Ayubbi adalah seorang pejuang Islam terbesar dalam Perang Salib. Bahkan orang-orang Eropa pun mengakui kehebatannya. Saladin ( sebutan Salahuddin di Eropa ) sangat ditakuti dan terkenal ditelinga orang Eropa. Salahuddin lebih dikenal dalam sejarah dunia karena tekadnya yang luar biasa kuat untuk menaklukkan kota suci Al- Quds, Palestina. Beliau juga dikenal sebagai seorang Sultan yang cinta damai dan penuh toleransi. Sedangkan masyarakat Eropa, mereka merasakan keguncangan ekonomi yang luar biasa saat melawan Salahuddin al Ayubbi. Saat itu di seluruh daratan Eropa mengumumkan kebijakan pemungutan pajak / biaya perang yang cukup tinggi untuk melawan Salahuddin. Orang – orang Eropa menyebut peristiwa ini sebagai Saladin Thite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Salahuddin menjadi Sultan, kondisi ummat Islam dalam kondisi yang mengenaskan secara rukhyah. Penyakit Wahn ( cinta dunia dan takut mati ). Penyakit hati ini menyebar dan tumbuh subur di dalam hati sebagian besar kaum muslimin sehingga api jihad benar benar padam. Sebagaimana kita tahu bahwa semangat jihad adalah modal tidak dimiliki oleh ummat lain. Sejarah membuktikan bahwa semangat jihad inilah yang menurunkan keridhoan Allah atas setiap kemengan ummat Islam. Seperti kemenangan Perang Badr, Yarmuk, Khandak, dan lainnya. Di sisi lain ukhuwah ummat muslim sangatlah hancur. Secara politik ummat Islam terpecah pecah dalam beberapa kerajaan dan kesultanan walaupun masih dalam satu kekhalifahan Abbasyah yang berpusat di Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi seperti itu, Salahuddin berpikir bahwa untuk melawan pasukan salib tidak hanya membutuhkan pasukan dalam jumlah besar, melainkan juga api jihad yang berkobar-kobar dalam setiap jiwa kaum muslimin. Salahuddin ingin membangkitkan semangat jihad dengan menghadirkan kembali semangat juang dan kepahlawanan Rasulullah Muhammad saw. Kemudian Salahuddin menggagas sebuah festival yang dinamai dengan Maulid Nabi Muhammad saw. Tujuan dari festival ini adalah untuk mengembalikan semangat juang Rasulullah dengan mempelajari sirah-sirahnya. Di festival ini, dikaji habis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai perjuangan (jihad).&lt;br /&gt;Pada awalnya, gagasan Salahuddin ini di tentang oleh para ulama, karena kegiatan ini adalah bid’ah ( kegiatan yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah ). Salahuddin menegaskan bahwa acara ini bukanlah kegiatan ritual yang merupakan bid’ah yang dilarang, tetapi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar. Kemudian Salahuddin meminta persetujuan kepada khalifah Abbasiyah, An-Nashir di Baghdad. Dan khalifah pun setuju dengan ide Salahuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musim haji bulan Dzulhijjah 579 H ( 1183 M ), Salahuddin memerintahkan kepada jamaah haji untuk mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad di tempatnya masing- masing pada tahun berikutnya. Perayaah itu harus bersifat membangkitkan semnagat ummat Islam untuk kembali belajar Islam dan berjihad.&lt;br /&gt;Kemudian tiba-tiba kehidupan Rasulullah saw. Muncul di seluruh penjuru negeri kaum muslimin. Kisah kepahlawanan, lika-liku kehidupan, pengorbanan dan suka duka yang dialami Rasulullah ada di pelupuk mata tiap ummat Islam. Kerinduan luar biasa dan tangis mengingat perjuangan Rasulullah membangkitkan kembali semangat jihad ummat muslim. Festival ini berhasil membangunkan kaum muslimin dari tidur panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa kali dilaksanakan, festival ini terbukti efektif menghilangkan penyakit Wahn dari hati umat Islam. Gagasan Salahuddin itu berhasil mengguncang negeri Muslim. Parang tua dan pemuda berbodong-bondong di belakang Sultan untuk bersatu dalam satu barisan jihad. Kumandang jihad di dengungkan di mana-mana, di setiap sudut negeri Muslim. Api jihad yang berkobar-kobar di dalam hati membangkitkan semangat untuk menggempur pasukan salib dan membebaskan kota suci umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahuddin berhasil memobilisasi pasukan dalam jumlah besar dan mengobarkan semangat jihad. Al hasil pada tanggal 27 Rajab 583 H ( 2 Oktober 1187 M ), Salahuddin dan pasukan muslimin memasuki Palestina dengan penuh kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perdebatan tentang Maulid Nabi. Ada yang melarang tapi ada juga yang membolehkan. Tapi satu hal yang harus kita ingat tentang Maulid Nabi adalah esensi utamanya, yaitu mengingat kembali kehidupan Rasulullah untuk membangkitkan semangat mempelajari Islam dan semangat berjihad. Tapi tampaknya peringatan Maulid Nabi saat ini terasa kering. Hanya sekedar peringatan saja tanpa memberikan effek pada yang mengadakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Widianto Noviansah&lt;/i&gt; di&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/salahuddin-al-ayubbi-maulid-nabi-dan-bangkitnya-semangat-kaum-muslilmin.htm"&gt;eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-5872791214126025079?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/5872791214126025079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/salahuddin-al-ayubbi-maulid-nabi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/5872791214126025079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/5872791214126025079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/salahuddin-al-ayubbi-maulid-nabi-dan.html' title='Salahuddin Al Ayubbi, Maulid Nabi, dan Bangkitnya Semangat Kaum Muslilmin'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-8078629561677784638</id><published>2010-02-26T14:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T14:55:25.997+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Berjilbab</title><content type='html'>Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.”&lt;/i&gt; (Q.S An-Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;b&gt;.Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):&lt;i&gt; “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” &lt;/i&gt;(Q.S. Al-Ahzab: 36)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): &lt;i&gt;“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.”&lt;/i&gt; (Q.S An-Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yanga artinya):&lt;i&gt; “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):&lt;i&gt; “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: &lt;i&gt;“Wanita itu aurat” &lt;/i&gt;maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;2.Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah&lt;i&gt; “karena itu mereka tidak diganggu”&lt;/i&gt; sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.Hijab Itu Kesucian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” &lt;/i&gt;(Q.S. Al-Ahzab: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Hijab Itu Pelindung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): &lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau yang lain (yang artinya): &lt;i&gt;“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.Hijab Itu Taqwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman(yang artinya):&lt;i&gt; “Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-A’raaf: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Hijab Itu Iman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman (yang artinya):&lt;i&gt;“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.”&lt;/i&gt; (Q.S. An-Nur: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman (yang artinya): &lt;i&gt;“Dan istri-istri orang beriman.”&lt;/i&gt; (Q.S. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah radhiyallahu anha dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;7.Hijab Itu Haya’ (Rasa Malu)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): &lt;i&gt;“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau yang lain (yang artinya):&lt;i&gt;“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul yang lain (yang artinya): &lt;i&gt;“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8.Hijab Itu Perasaan Cemburu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata: &lt;i&gt;“Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa Syarat Hijab Yang Harus Terpenuhi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan Berhias Terlalu Berlebihan(Tabarruj)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita itu, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kami Dengar Dan Kami Taat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan. Allah menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya:&lt;i&gt;“Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” &lt;/i&gt;(Q.S. An-Nur: 47-48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah yang lain (yang artinya): &lt;i&gt;“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.”&lt;/i&gt; (Q.S. An-Nur: 51-52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: &lt;i&gt;“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” &lt;/i&gt;(Q.S. An-Nur: 31).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka.Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bukucatatan-part1.blogspot.com/"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dikutip dari darussalaf.or.id offline dinukil dari http://salafy-jtn.co.nr, Penulis: Departemen Agama Arab Saudi, judul: keutamaan Hijab &lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-8078629561677784638?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/8078629561677784638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/keutamaan-berjilbab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8078629561677784638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8078629561677784638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/keutamaan-berjilbab.html' title='Keutamaan Berjilbab'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-4477905979299775007</id><published>2010-02-26T14:23:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T14:23:57.080+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Tahun Masehi</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sobat muda muslim,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah gencarnya ajakan dari sana-sini untuk ngerayain tahun baru, kita justru sedih. Sedih karena banyak di antara kita, khususnya remaja muslim, nggak sadar kalo perayaan tahun baru merupakan bagian dari hari suci umat Kristen. Seperti yang tercantum dalam pernyataan dari kedubes AS perihal sejarah dan perayaan tahun baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tanggal 1 Januari dirayakan sebagai hari tahun baru. Tepatnya tanggal 1 Januari tahun 45 Sebelum Masehi (SM). Tak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, dia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ke-7 SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, ahli astronomi dari Aleksandria, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kalender sekarang yang banyak dicari di akhir tahun adalah Kalender Gregorian atau kalender Masehi. Kalender ini yang dinobatkan sebagai standard penghitungan hari internasional. Pada mulanya kalender ini dipakai untuk menentukan jadual kebaktian gereja-gereja Katolik dan Protestan. Termasuk untuk menentukan perayaan Paskah di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hindari tasyabuh…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, sekarang kita tahu dong kalo perayaan pergantian tahun merupakan tradisi yang berasal dari orang kafir. Dengan dukungan sumber informasi dunia yang mereka kuasai, mereka menyeru dan mempublikasikan hari-hari besarnya ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum, populer, tren, dan bisa diperingati oleh siapa saja. Padahal ini merupakan salah satu cara mereka untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya. Hati-hati ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironinya, banyak dari kita yang nggak menyadari serangan budaya ini. Terlena oleh acara malam tahun baru yang dikemas secara apik dan menarik. Rasul dengan tegas melarang umatnya untuk meniru-niru budaya atau tradisi agama atau kepercayaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabuh) suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka." &lt;/i&gt;(HR. Abu Dawud, Ahmad, dan ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain diceritakan:&lt;i&gt; ada seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah saw. untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi saw. menanyakan kepadanya (yang artinya): "Apakah di sana ada berhala, dari berhala-berhala orang Jahiliyah yang disembah?" Dia menjawab, "Tidak". Beliau bertanya, "Apakah di sana tempat dilaksanakannya hari raya dari hari raya mereka?" Dia menjawab, "Tidak". Maka Nabi bersabda, "Tepatillah nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam." [Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat al-Bukhari dan Muslim]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas mengajarkan kita untuk menghindari syiar dan ibadah orang kafir baik yang berkaitan dengan tempat maupun waktu. Meski itu dalam rangka beribadah kepada Allah. Sebab hal itu sama aja turut menghidupkan syi'ar-syi'ar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, semoga dalil di atas cukup mampu mengerem keinginan untuk berpartisipasi dalam perayaan tahun baru atau hari-hari besar umat lain. Kecuali kalo kita mau digolongkan ke dalam penganut agama selain Islam. Tahu dong, konsekuensinya kalo Allah menggolongkan kita ke dalam golongan orang-orang kafir. Kita bakal kekal "nginep" di neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Trus gimana dong?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, kita nggak perlu malu bin segan untuk menolak ajakan sohib untuk hura-hura bin pesta-pora di malam tahun baru. Di hadapan temen-temen boleh jadi kita dianggap sombong, nggak toleran, atau malah dikira alien alias makhluk asing karena â€?bedaâ€™. Tapi di hadapan Allah, kita bisa termasuk golongan para penghuni surga. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, kita nggak ngikut tahun baruan bukan berarti kita nggak peduli dengan pergantian tahun lho. Tetep kita nyadar kalo pergantian tahun merupakan bagian dari perubahan waktu. Saking sadarnya, kita mencoba mensikapi sang waktu seperti yang dicontohkan tauladan kita, Nabi saw. Bukan dengan euforia bergelimang maksiat, tapi sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kemajuan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;i&gt;"Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya&lt;/i&gt;."(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kesempatan yang Allah berikan nggak akan datang dua kali. Waktu yang telah kita lewati nggak akan bisa diputar ulang. Tapi akan terus ngotot lari dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu sadari bahwa kita nggak akan selamanya muda. Jika usia kita panjang, mau nggak mau, waktu bakal nganterin kita memasuki kehidupan orang dewasa dengan segudang permasalahannya. Apa yang kita harapkan di masa depan jika sekarang kita lebih doyan hura-hura bin pesta-pora dibanding memanfaatkan waktu untuk mengasah keterampilan, pola sikap, dan pola pikir kita. Bisa-bisa otak kita sampai meninggal masih orisinil karena jarang dipake buat nyari pemecahan masalah. Walah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat juga kita akan sampai di ujung waktu. Satu masa dalam hidup saat kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat. Masihkah kita memimpikan kesenangan surgawi di kala kita sibuk mengejar materi dan popularitas dengan mengorbankan aturan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mari kita sama-sama sambut kesempatan yang Allah berikan dengan memperbanyak amal saleh dan mengurangi amal salah. Kita luruskan niat dalam berperilaku semata-mata mengharap ridho Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ringankan langkah kaki menuju taman-taman surga tempat mengkaji, memahami, meyakini semua aturan Allah Swt. Kita kuatkan pijakan kaki kita di atas akidah Islam di tengah serangan budaya dan pemikiran Barat. Kita padati hari-hari kita untuk siapkan perbekalan dalam menghadapi masa tua dan masa persidangan yaumul hisab kelak.&lt;br /&gt;Terakhir, kita semayamkan dalam diri kita semangat perjuangan Rasulullah saw., para shahabat, tabi'in,&amp;nbsp; dan para mujahid di medan perang untuk mengembalikan izzah Islam wal Muslimin. Allahu akbar!!!! &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-4477905979299775007?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/4477905979299775007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/sejarah-tahun-masehi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4477905979299775007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4477905979299775007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/sejarah-tahun-masehi.html' title='Sejarah Tahun Masehi'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-2666206863359137512</id><published>2010-02-26T13:59:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T13:59:44.724+07:00</updated><title type='text'>Hukum Merayakan Ulang Tahun</title><content type='html'>Perayaan ulang tahun atas kelahiran seseorang atau suatu organisasi tertentu tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu bila dilakukan, tidak bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak ulama tidak menyetujui perayaan ulang tahun yang diadakan tiap tahun. Tentu mereka datang dengan dalil dan hujjah yang kuat. Di antara alasan penolakan mereka terhadap perayaan ulang tahun antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Ulang tahun bila sampai menjadi keharusan untuk dirayakan dianggap sebuah bid’ah.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Rasulullah SAW belum pernah memerintahkannya, bahkan meski sekedar mengisyaratkannya pun tidak pernah. Sehingga bila seorang muslim sampai merasa bahwa perayaan hari ulang tahun itu sebagai sebuah kewajiban, masuklah dia dalam kategori pembuat bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ulang tahun adalah produk Barat/ non muslim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita tahu persis bahwa perayaan uang tahun itu diimpor begitu saja dari barat yang nota bene bukan beragama Islam. Sedangkan sebagai muslim, sebenarnya kita punya kedudukan yang jauh lebih tinggi. Bukan pada tempatnya sebagai bangsa muslim, malah mengekor Barat dalam masalah tata kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah pola hidup dan kebiasaan orang Barat itu mau tidak mau harus dikerjakan oleh kita yang muslim ini. Kalau sampai demikian, sebenarnya jiwa kita ini sudah terjajah tanpa kita sadari. Buktinya, life style mereka sampai mendarah daging di otak kita, sampai-sampai banyak di antara kita mereka kurang sreg kalau pada hari ulang tahun anaknya tidak merayakannya. Meski hanya sekedar dengan ucapan selamat ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Apakah Manfaat Merayakan Ulang Tahun?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu perlu juga kita renungkan sebagai muslim, apakah tujuan dan manfaat sebenarnya bisa kitadapat dari perayaan ini? Adakah nilai-nilai positif di dalamnya?&lt;br /&gt;Ataukah sekedar meneruskan sebuah tradisi yang tidak ada landasannya?&lt;br /&gt;Apakah ada di antara tujuan yang ingin dicapai itu sesuatu yang penting dalam hidup ini?&lt;br /&gt;Atau sekedar penghamburan uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya,adakah sesuatu yang menambah iman, ilmu atau amal? Atau menambah manfaat baik pribadi, sosial atau lainnya? Pertanyaan berikutnya dan ini akan menjadi sangat penting, adakah dalam pelaksanaan acara seperti itu maksiat dan dosa yang dilanggar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir namun tetap penting, bila ternyata semua jawaban di atas positif, dan acara seperti itu menjadi tradisi, apakah tidak akan menimbulkan salah paham pada generasi berikut seolah-olah acara seperti ini ‘harus’ dilakukan? Hal ini seperti yang terjadi pada upacara peringat hari besar Islam baik itu kelahiran, isra` mi`raj dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai dikemudian hari, lahir generasi yang menganggap perayaan ulang tahun adalah ‘sesuatu’ yang harus terlaksana. Bila memang demikian, bukankah kita telah kehilangan makna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menimbang-nimbang pernyataan di atas, ada baiknya kita yang sudah terlanjur merayakan ulang tahun buat anak atau bahkan untuk diri kita sendiri melakukan evaluasi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, mungkin ada baiknya pemikiran yang disampaikan oleh Dr. Yusuf Al-Qradawi tentang ulang tahun untuk anak. Misalnya, pada saat anak itu berusia &lt;i&gt;7 tahun&lt;/i&gt;, tidak ada salahnya kita ajak dia untuk menyampaikan pesan-pesan dalam acara khusus tentang keadaannya yang kini menginjak usia 7 tahun. Di mana Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada para orang tua untuk menyuruh anaknya shalat di usia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah dibuat acara khusus untuk penyampaian pesan ini, agar terasa ada kesan tertentu di dalam diri si anak. Bahwa sejak hari itu, dirinya telah mendapatkan sebuah tugas resmi, yaitu diperintahkan untuk shalat.&lt;br /&gt;Nanti di usia 10 tahun, hal yang sama boleh dilakukan lagi, yaitu sebagaimana perintah Rasulullah SAW untuk menambah atau menguatkan lagi perintah shalat. Kali ini dengan ancaman pukulan bila masih saja malas melakukan shalat. Bolehlah diadakan suatu acara khusus di mana inti acaranya menetapkan bahwa si anak hari ini sudah berusia 10 tahun, di mana Rasulullah SAW membolehkan orang tua memukul anaknya bila tidak mau shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira usia 15 tahun lebih kurangnya, ketika anak pertama kali baligh, boleh juga diadakan acara lagi. Kali ini orang tua menegaskan bahwa anak sudah termasuk mukallaf, sehingga semua hitungan amalnya baik dan buruk sejak hari itu akan mulai dicatat. Bolehlah pada hari itu orang tua membuat acara khusus yang intinya menyampaikan pesan-pesan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bukan tiap tahun bikin pesta undang teman-teman, lalu tiup lilin, potong kue, bernyanyi-nyanyi, memberi kado. Pola seperti ini sama sekali tidak diajarkan di dalam agama kita dan cenderung tidak ada manfaatnya, bahkan kalau mau jujur, justru merupakan cerminan dari sebuah mentalitas bangsa terjajah yang rela mengekor pada tradisi bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari padanya? Lalu mengapa kita bangsa Islam ini harus mengekor pada tradisi bangsa lain yang jauh lebih rendah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-2666206863359137512?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/2666206863359137512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/hukum-merayakan-ulang-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/2666206863359137512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/2666206863359137512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/hukum-merayakan-ulang-tahun.html' title='Hukum Merayakan Ulang Tahun'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-1560636428715465514</id><published>2010-02-26T13:29:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T13:29:18.775+07:00</updated><title type='text'>Etika Pergaulan menurut Islam</title><content type='html'>&lt;!-- END OF TAG FOR SLOT --&gt;                             &lt;div class="innerWrapper"&gt;&lt;div class="mainContent Wide"&gt;&lt;div class="abstractContent"&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt; &lt;i&gt;“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya &lt;span&gt;orang&lt;/span&gt; yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”&lt;/i&gt; (QS. Al Hujurat &amp;lt;49&amp;gt;:13)&lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi   &lt;span&gt;dengan&lt;/span&gt; lingkungannya.  &lt;span&gt;Bergaul&lt;/span&gt; dengan orang lain   &lt;span&gt;menjadi&lt;/span&gt; satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang yang mampu hidup sendiri. &lt;span&gt;Karena&lt;/span&gt; memang begitulah fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah SWT (QS. Al_Hujurat &amp;lt;49&amp;gt;:13) &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi . tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita tumbuh kembangkan agar pergaulan kita dengan sesama muslim menjadi sesuatu yang indah sehingga mewujudkan ukhuwah islamiyah. Tiga kunci utama untuk mewujudkannya yaitu ta’aruf, tafahum, dan ta’awun. Inilah tiga kunci utama yang harus kita lakukan dalam pergaulan. &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Ta’aruf. &lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&amp;nbsp;Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat terwujud? &lt;br /&gt;Begitulah, ternyata ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan ta’aruf kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang. &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Tafahum.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp; &lt;/strong&gt;Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai dan yang ia benci. Inilah bagian terpenting dalam pergaulan. Dengan memahami kita dapat memilah dan memilih siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab, agama kita akan sangat ditentukan oleh agama teman dekat kita. Masih ingat ,”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, yang selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedang bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan memberikan bau asap besi ketika kita bersamanya.” &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang shalih akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul majmumah ). &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Ta’awun.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; Setelah mengenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap ta’awun (saling menolong). Karena inilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="abstractBody"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Ta’aruf, tafahum , dan ta’awun telah menjadi bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi, semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal, memahami, dan saling menolong. Selain itu, tumbuhkan rasa cinta dan benci karena Allah. Karena cinta dan benci karena Allah akan mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh makhluknya. Wallahu a’lam bishshawab. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-1560636428715465514?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/1560636428715465514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/etika-pergaulan-menurut-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1560636428715465514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1560636428715465514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/etika-pergaulan-menurut-islam.html' title='Etika Pergaulan menurut Islam'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-713577229715208984</id><published>2010-02-26T11:08:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T11:08:27.853+07:00</updated><title type='text'>LIHATLAH KE BAWAH</title><content type='html'>Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dunia dengan perhiasannya demikian menyilaukan . . .&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memberikannya kepada hamba yang dicintai-Nya dan kepada hamba yang tidak dicintai-Nya, sehingga kelebihan yang didapatkan seseorang dalam perkara dunia bukan jaminan ia dicintai oleh Dzat Yang di atas. Berapa banyak orang yang jahat, ingkar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam namun ia beroleh kekayaan dan jabatan yang tinggi. Sebaliknya, banyak hamba yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak beroleh dunia kecuali sekadarnya. Kenapa demikian? Karena memang dunia tiada bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai-sampai kata Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Seandainya dunia ini di sisi Allah punya nilai setara dengan sebelah sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum seorang kafir seteguk air pun.”&lt;/i&gt; (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 940)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam lewat di sebuah pasar sementara orang-orang berada di sekitarnya, beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang cacat telinganya. Beliau memegang telinga bangkai hewan tersebut, lalu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Siapa di antara kalian ingin memiliki bangkai anak kambing ini dengan membayar satu dirham?”&lt;br /&gt;“Kami tidak ingin memilikinya walau dengan membayar sedikit, karena apa yang akan kami perbuat dengannya?” jawab mereka yang ditanya.&lt;br /&gt;Beliau kembali mengulang pertanyaannya, “Apakah kalian ingin bangkai anak kambing ini jadi milik kalian?”&lt;br /&gt;“Demi Allah, seandainya pun hewan ini masih hidup, ia cacat, telinganya kecil, apatah lagi ia sudah menjadi bangkai!” jawab mereka.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maka demi Allah, sungguh dunia ini lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.”&lt;/i&gt; (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita termasuk orang yang mendapatkan dunia sekadarnya, tidak seperti yang diperoleh orang-orang sekitar kita, yang mungkin punya rumah mewah, mobil gonta-ganti, perabotan yang wah . . . , dan jabatan yang empuk. Kekurangan yang ada pada kita dari sisi lain seharusnya tidak perlu membuat dada kita sempit sehingga kita berburuk sangka kepada Allah Yang Maha Adil. Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi bimbingan dalam perkara dunia kita. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bertitah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;انظروا إلى من هو أسفل منكم. ولا تنظروا إلى من هو فوقكم؛ فهو أجدر أن لا تَزْدروا نعمة الله عليكم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan jangan melihat orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian ini (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Apabila salah seorang dari kalian melihat kepada orang yang diberi kelebihan dalam hal harta dan rupa/fisik, maka hendaklah ia melihat orang yang lebih rendah dari dirinya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas memberi arahkan kepada setiap muslim agar selalu melihat ke bawah dalam perkara dunia dan jangan melihat kepada orang yang melebihinya. Karena bila ia berbuat demikian akan membuatnya berkeluh kesah, sempit dada, dan tidak bersyukur dengan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya. Sebaliknya dalam perkara agama/akhirat, seorang muslim harusnya melihat ke atas, kepada orang yang lebih darinya dalam beramal ketaatan, dalam keshalihan dan ketakwaan sehingga ia terpacu untuk terus menambah ketaatan dan amal ibadah. (Bahjatun Nazhirin, 1/534)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ath-Thabari rahimahullahu berkata tentang hadits di atas, “Ini merupakan sebuah hadits yang mengumpulkan kebaikan. Karena bila seorang hamba melihat orang yang di atasnya dalam kebaikan, ia menuntut jiwanya untuk turut bergabung dengan orang yang dilihatnya tersebut. Ia pun mengecilkan keadaannya ketika itu sehingga ia bersungguh-sungguh untuk menambah kebaikan. Bila dalam perkara dunianya ia melihat kepada orang yang di bawahnya, akan tampak baginya nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terlimpah padanya, ia pun mengharuskan jiwanya bersyukur. Inilah makna ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di atas. Bila seseorang tidak melakukan anjuran Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut maka keadaannya jadi sebaliknya. Ia terkagum-kagum dengan amalannya sehingga ia malas menambah kebaikan. Ia membelakakkan dua matanya kepada dunia dan berambisi untuk menambahnya. Nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diperolehnya pun diremehkan dan tidak ditunaikan haknya.” (Ikmalul Mu’lim bi Fawa’id Muslim, 8/515)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan nasihat yang akan mengobati penyakit yang mungkin ada di dalam dada, maka amalkan lah! Selalu lah melihat orang yang kekurangan dan lebih susah daripada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah. . . Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan tempat tinggal yang menaungi kita setiap harinya walau rumah yang sederhana, maka syukuri lah karena berapa banyak tuna wisma di sekitar kita. Mereka terpaksa tidur di emperen toko, di kolong jembatan, dan di dalam rumah-rumah kardus . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap harinya kita bisa makan dan minum walau hidangan yang tersaji sederhana, namun syukurilah. Lihatlah di sana … Ada orang-orang yang mengais sampah untuk mencari sesuatu yang dapat mengganjal perut mereka yang lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diberi nikmat berupa pakaian yang dapat menutup aurat kita dan melindungi kita dari hawa panas dan dingin, walau harganya tak seberapa. Namun lihatlah … di sana ada orang-orang yang berpakaian compang-camping karena fakir nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah dan tengoklah selalu kepada orang yang hidupnya lebih sulit daripada kita, dengan begitu kita dapat mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan-Nya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu bahwa dunia ini ibaratnya hanyalah fatamorgana, tiada berharga, maka jangan engkau terlalu berpanjang angan untuk meraih nya. Tetapi berambisi lah untuk kehidupan mu setelah mati. Di sana ada negeri kekal menanti mu…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Asy Syariah No. 48/IV/1430 H/2009. Rubrik: Sakinah, Lembar untuk Wanita dan Keluarga. Katagori: Mutiara Kata. Halaman: 93 s.d. 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/KELUARGA-SAKINAH/87260592266?ref=pymk#!/notes/keluarga-sakinah/lihatlah-ke-bawah/178906851212"&gt;Asy Syariah No. 48/IV/1430 H/2009. Rubrik: Sakinah, Lembar untuk Wanita dan Keluarga. Katagori: Mutiara Kata. Halaman: 93 s.d. 94&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-713577229715208984?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/713577229715208984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/lihatlah-ke-bawah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/713577229715208984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/713577229715208984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/lihatlah-ke-bawah.html' title='LIHATLAH KE BAWAH'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-3967101362038292178</id><published>2010-02-24T10:15:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T14:35:53.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jilbab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Mengapa Wanita Muslim Menolak memakai Jilbab?</title><content type='html'>Mengapa wanita muslim menolak memakai jilbab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut  jawaban-jawaban populer dari wanita muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. "Hati saya belum  mantap memakai jilbab"&lt;br /&gt;2. "Iman terletak dihati, bukan pada pakaian"&lt;br /&gt;3.  "Allah belum memberiku hidayah"&lt;br /&gt;4. "Susah dalam mencari pasangan"&lt;br /&gt;5.  "Aku masih ingin menikmati hidup, pakai jilbabnya nanti saja"&lt;br /&gt;6.  "Aku sudah memakai jilbab (kerudung bermodelkan jilbab)"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berikut  penjelasan yang disarikan dari Al Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. "Hati saya belum mantap memakai jilbab, jika hati saya sudah mantap, insya Allah saya akan memakai jilbab"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; Mengapa orang bisa menganggap hatinya belum mantap untuk memakai jilbab? padahal bukankah sudah jelas jika ia muslim, berarti ia wajib menjalankan perintah Allah. Muslim sendiri berarti menyerahkan diri, memasrahkan hidup dan matinya kepada Allah S.W.T. Dan setiap waktu kita berikrar tentang hal tersebut. Ingat bacaan shalat: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inna shallaatii wa  nusuukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil 'alaamiin". Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya untuk Allah Tuhan sekalian alam.&lt;/span&gt; Kita semua yakin,  semua yang diperintahkan Allah kepada kita, pasti ada manfaatnya bagi kita sendiri. Nah, sekarang Allah memerintahkan wanita muslim untuk memakai jilbab, apakah kita masih tidak yakin untuk menjalankannya, apakah kita masih belum mantap untuk menjalankan perintah Allah tersebut. Ingat Firman Allah:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai Nabi! Katakanlah  kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan para wanita yang beriman, supaya mereka menutup tubuh mereka dengan Jilbab, karena yang demikian itu agar mereka lebih patut dikenali, dan tidak diganggu. Dan Allah itu Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang". (QS. Al-Ahzab : 59)&lt;/span&gt;. Dan jika Allah telah menyuruh  kepada kita, apakah kita berhak menolak. Firman Allah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah da Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al Ahzab:36)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;2. "Iman terletak dihati, bukan  pada pakaian"&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas iman memang terletak dihati. Tapi pencerminan dari iman itu terlihat dari perilaku dan penampilan. Jika yang dilihat hanya hati, berarti boleh dong seseorang shalat hanya memakai pakaian dalam, karena yang penting shalatnya tersebut sangat khusyu. Dan patutkah menilai orang yang memakai pakaian minim, sebagai orang yang beriman?. Lagipula, jika memang sesorang itu beriman, ia pasti mengerjakan segala perintah Allah, seperti firman Allah diatas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. "Allah belum memberiku hidayah"&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan dapat hidayah seseorang, jika ia tidak mencarinya.&lt;br /&gt;Firman Allah: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya  Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan mereka sendiri."(Ar-Ra'd:11)&lt;/span&gt;. Jika seseorang tidak mau mendalami agama  Islam, walaupun ia muslim, maka keimanan dan ketaqwaannya takkan betambah, dan Allah takkan menambah kepadanya.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan orang-orang yang meminta petunjuk, Allah (akan) menambah petunjuk pada mereka, dan memberikan kepada mereka ketaqwaannya".(Muhammad:17)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Apakah kita  sudah merasa puas dengan diri kita yang sekarang ini? apakah kita sudah merasa cukup dengan iman yang kita punyai ini sehingga kita tak mau mendapatkan lebih banyak hidayah? apakah kita yakin dengan iman kita yang sekarang ini kita bisa masuk syurga?.&lt;br /&gt;Firman Allah : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan, sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta".(Al Ankabut:2-3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. "Susah dalam mencari  pasangan"&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya wanita muslim yang memakai jilbab itu sedang menyaring atau memilih pasangannya atau jodohnya. Mengapa begitu? karena wanita muslim berjilbab pasti menginginkan jodohnya adalah laki-laki beriman yang mengerti dan taat agama, dan hanya lelaki beriman dan taat agamalah yang tahu dan mengerti bahwa memakai jilbab adalah wajib bagi wanita muslim dan beriman, maka dia akan memandang kalau wanita muslim tersebut beriman, karena telah mengerjakan perintah Allah tersebut. Jadi mungkin ada benarnya, wanita muslim yang memakai jilbab tidak atau sulit dilirik laki-laki. Karena tidak sembarang laki-laki yang tertarik kepada mereka, hanya laki-laki beriman yang mengerti akan agama yang tertarik. Dan bukankah itu lebih baik bagi mereka. Mendapatkan jodoh laki-laki beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. "Aku masih ingin menikmati hidup, pakai jilbabnya nanti saja"&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia hanya sementara, apapun kesenangan di dunia ini hanya sesaat, sedang hidup di akhirat akan abadi, dan kesenangan di akhirat akan berlangsung selamanya. Apa kita mau menukar sesuatu yang bersifat sementara dengan sesuatu yang bersifat abadi?.&lt;br /&gt;Firman Allah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ketahuilah,  sesungguhnya kehidupan di dunia hanyalah permainan, kelalaian, perhiasan dan berbangga-bangga di antara kamu dan berlomba-lomba banyak harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan petani-petani, kemudian menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ada ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya. Dan tiadalah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu".(Al Hadiid:20)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dan apakah kita tahu kapan kita akan  mati? Siapa tahu ketika kita nanti memutuskan akan memakai jilbab, tiba-tiba ruh kita dicabut oleh Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. "Aku sudah memakai jilbab (kerudung bermodelkan jilbab)"&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini banyak sekali wanita muslim yang tertipu dengan mode. Mode pada saat ini yang menyebutkan jilbab model baru, yaitu kerudung pada kepala dengan kedua ujungnya dilingkarkan ke leher si pemakai, tanpa menutupi dada, dan dipadu dengan baju tangan panjang, bahkan ada yang ketat. Seperti artis-artis di tv. Dan mereka menyebutnya sebagai jilbab. Apakah hal itu bisa dikatakan sebagai jilbab?. Kata Jilbab berasal dari Bahasa Arab, yang artinya pakaian yang lebar dan dapat menutup semua aurat wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Katakanlah kepada perempuan  mukmin, hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang kelihatan daripadanya (seperti cincin). Hendaklah mereka menutupi dada mereka dengan jilbabnya...."(An Nuur:31).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa terlihat dari firman Allah  tersebut, bahwa yang dinamakan jilbab adalah pakaian yang menutupi hingga ke dada, bukan hanya ke leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudari muslimku, tak ada niat jahat di hati ini dalam menyampaikan sedikit nasehat yang insya Allah berguna baik bagi penyampai maupun kepada yang disampaikan. Maaf beribu maaf, jika ada kesalahan atau kata-kata yang menyakitkan hati. Mungkin terlintas di benak saudari untuk apa menyampaikan hal ini, sedang si penyampai sendiri adalah laki-laki atau tak ada gunanya bagi si penyampai, tapi malah menjadi beban bagi yang disampaikan. Sekali lagi penyampai mohon maaf, sesuatu yang terasa berat, akan jadi mudah jika telah terbiasa. Dan mungkin firman Allah inilah yang menjadi jawaban penyampai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Demi masa, sesungguhnya  manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran". (Al Ashr:1-3)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Sumber&lt;/b&gt; &lt;a href="http://adeetea.multiply.com/"&gt;Adeetea&lt;/a&gt;&amp;nbsp; dengan perubahan seperlunya&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-3967101362038292178?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/3967101362038292178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/mengapa-wanita-muslim-menolak-memakai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3967101362038292178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3967101362038292178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/mengapa-wanita-muslim-menolak-memakai.html' title='Mengapa Wanita Muslim Menolak memakai Jilbab?'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-4209989596502695287</id><published>2010-02-22T23:07:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T23:07:08.284+07:00</updated><title type='text'>Asal usul Dajal</title><content type='html'>&lt;b&gt;Asal-Usul Keluarganya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apajua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “MinalMunzharin” seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Allah swt ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula keatas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah AlMunawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehingga kiamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal; ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung.Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialahseorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn “syaqq” manakala ibunya adalah dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan dengan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa kecil tidak diketahui dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sifat Badannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: &lt;i&gt;"Dajjal ialah orang yang buta matanyasebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga danNeraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka."&lt;/i&gt;(Hadis Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullahsaw, diantaranya:&lt;br /&gt;Seorang yg kelihatannya masih muda;Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan;Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahankayu yg rimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua. &lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut,manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-keliplaksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.&lt;b&gt; Kedua:&lt;/b&gt; Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak.Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tandayg terakhir ini belum ada pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tempat Tinggalnya Sekarang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab “Shahih Muslim”, bahawaDajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah”. Terdapat hadis mengenainya.. (tetapi terlalu panjang utk ditulis.. andaboleh membaca terus dari buku). Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahwa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt untuk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah disebelah Timur bukan di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berapa lama Dajjal akan hidup setelah kemunculannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selamaempat puluh hari sahaja. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgnsetahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satuminggu dan hari-hari baki lagi sama seperti hari-hari biasa. Jadikeseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerosakan itu ialah 14 bulan dan14 hari. Dalam Hadis riwayat Muslim ada disebutkan:&lt;br /&gt;Kami bertanya:&lt;i&gt; “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yang pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (yaitu 37 hari) adalah sama seperti hari kamu yang biasa.Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw! Di hari yg panjang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sembahyang sehari sahaja (yaitu 5 waktu sahaja). Nabi saw menjawab:" Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itu dgn menentukan kadar yg bersesuaian bagi setiap sembahyang."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maksud Sabdaan Rasulullah saw, ini ialah supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kita lakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sembahyang Subuh pada hari itu maka masuklah waktu sembahyang Zohor, maka hendaklah kita sembahyang Zhuhur, dan apabila ia telah berlalu selepas sembahyang Zhuhur itu tiga jam setengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sembahyang AsarBegitulah seterusnya waktu Sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh seterusnyahingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun danbilangan sembahyang pun pada sehari itu sebanyak bilangan sembahyang setahunyg kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fitnah Dajjal:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh keranaitu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antarakemampuan Dajjal ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda-benda beku akanmematuhinya.Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgnkemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akankurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasadan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilandakebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Makadaerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitujuga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org ygbersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal..mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada diriwayatkanpenyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan orang yang tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya:&lt;i&gt;”Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahaiRasulullah?”Nabi menjawab:”Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih danbertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.”&lt;/i&gt; (H.R Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama syurga danneraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakankedua-duanya ini untuk menguji iman org Islam kerana hakikat yg benar adalahsebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Syurga itu sebenarnya Neraka dan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepantasan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kendaraan orang dahulu. Kalauhari ini maka bolehlah kita mengatakan kepantasan itu seperti kepantasan jet-jet tempur yg digunakan oleh tentara udara atau lebih pantas lagi daripada kendaraan tersebut sehingga kan beribu-ribu kilometer dapat ditempuhdalam satu jam&lt;i&gt;”… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya diatas muka bumi ini?Nabi menjawab:”Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atauawan) yang dipukul oleh angin yang kencang.”&lt;/i&gt; (H.R Muslim)&lt;br /&gt;Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Bandar suci umat Islamiaitu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Syaitan juga akan bertungkus-lumus membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilahmasa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt; &lt;span&gt; &lt;abbr class="post_date" title="19:14"&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-4209989596502695287?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/4209989596502695287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/asal-usul-dajal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4209989596502695287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4209989596502695287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/asal-usul-dajal.html' title='Asal usul Dajal'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-8706748942412231404</id><published>2010-02-22T22:12:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T22:12:04.973+07:00</updated><title type='text'>Pandangan Cowok Islam dalam menilai Wanita</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bener nih cowok lebih mengutamakan fisik kalau menilai cewek? Sejauh mana? Apa bener kepribadian jadi kurang penting?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Ini merupakan kenyataan yang bikin gembira atau sedih buat kaum Hawa, bahwa penampilan cewek ternyata memikat perhatian kaum cowokpada pandangan pertama. Buat cowok, pertama kali yang dinilai dari seorang cewek ya penampilannya.Menurut cowok kecantikan emang jadi yang paling dominan jadi perhatian.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Selain saya, komentar yang sama juga datang dari berbagai golongan. Ia paling suka melihat cewek yang kulitnya putih dan rambutnya panjang lurus. abis di-rebonding ya neng?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Boyz, ini bukan cuma pendapat segelintir cowok, tapi umumnya demikian. Mata cowok bakal jelalatan begitu ngeliat mahluk feminin yang manis-cantik. Kepala mereka bisa sampai miring-miring demi pemandangan indah tersebut. Ini juga artinya mereka lewat pandangan pertama bakal mengeliminasi para cewek yang penampilannya biasa-biasa aja, apalagi yang di bawah standar (jangan sewot, galz). Bahayanya lagi, tidak sedikit kaum cowok yang sampai blinded, jadi dalam urusan nyari cewek semata ngeliat fisik belaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;strong&gt;Eksploitasi Kecantikan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Apakah kalian tahu, tabiat dasar cowok yang seneng sama cewek cakep ternyata dimanfaatin betul oleh sebagian orang yang kagak bertanggung jawab. Coba aja perhatikan, hampir semua kantor mensyaratkan karyawatinya mesti berpenampilan "menarik". Nah, menarik ini kan kurang jelas. Tapi pastinya untuk jadi front office (FO), SPG (Stand Promotion Girl), pramuniaga, sampai sekretaris selalu yang jadi prioritas adalah kecantikan dan bentuk tubuh. Belum ada kan nenek-nenek jadi FO atau SPG. Dagang rokok sampai mobil aja pasti ditongkrongin cewek yang cakep. Tujuannya jelas, menjadi daya tarik konsumen, terutama bagi kaum cowok.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Repotnya lagi, ada sebagian cewek yang juga senang jadi pusat perhatian. Mereka nggak segan-segan tampil atraktif. Bisa dengan polesan kosmetik, parfum, atau pakaian yang seksi. Mereka tau banget kalau sisi penampilan adalah yang pertama kali diliat oleh kaum Adam. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Yang cowok matanya jelalatan, yang cewek suka cari perhatian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini yang kemudian dieksploitasi abis-abisan oleh para kapitalis. Mereka sadar betul kalau kecantikan itu komoditi yang laris manis dijual. Adanya kontes kecantikan atau ajang pemilihan model kan ide orisinilnya adalah menjual kecantikan. Hanya supaya nggak dibilang kebangetan diimbuhi label beauty &amp;amp; brain. Padahal sih, intinya tetap menjual kecantikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Dengan merebaknya gaya hidup hedonis, yang ngutamain kesenangan fisik, penampilan jelas makin penting. Buat mereka, ukuran terpuji dan tercela-nya adalah apa yang dirasa nyaman oleh indera dan pikiran semata. Hedonisme ini sudah jadi hukum opini buat banyak orang. Saking kuatnya pengaruh hedonis ini, menilai lawan jenis pun selalu berdasarkan penampilan. Please, deh!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jaga Pandangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;"Waduh sayang nih, klu ada tontonan bagus kagak dilihat, mubajir tau." Kayaknya gitu tuh omongan para cowok saat ngeliat barang bagus. Kalaupun nggak sampai jelalatan minimal matanya ngintip lewat kerlingan mata. Apalagi kalau ceweknya juga "ngejual". Wajah yang cantik, bodi yang aduhai bin eplok cendol, tampil atraktif memikat perhatian cowok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kaum adam, suka dengan cewek yang cute apalagi fisiknya cool, itu memang sah-sah aja. Cowok mana seh yang nggak suka. Semua suka, ya gak!!! Tapi kagak bisa dong kita berbuat cuma berdasarkan suka atau nggak suka. Kalau itu yang terjadi hancur deh pergaulan pria dengan wanita. Membiarkan mata jelalatan juga bukan perbuatan yang positif. Selain ngerusak pikiran, pastinya dosa. Allah Ta’ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;“Katakanlah pada orang-orang beriman, tundukkanlah sebagian pandangan mereka dan jagalah kemaluan mereka, itu lebih suci dari mereka,”&lt;/i&gt;(An Nuur:30)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Pandangan juga bikin pikiran jadi nggak karuan. Bukankah setelah ngeliat cewek cakep pikiran jadi ngebayangin yang nggak-nggak. Padahal belum tentu itu cewek mau sama kita. Artinya kita udah buang-buang pikiran untuk hal yang nggak berguna. Kita mikirin dia, padahal dianya belum tentu mikirin kita. Rugi banget, bro! Nggak salah kalau Rasulullah menyebut pandangan macam itu sebagai zina mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Anak Adam tidak bisa melepaskan diri dari zina. Zinanya mata adalah dengan memandang …”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Allright boyz, selametin deh pandangan dan pikiranmu dari hal-hal yang negatif. Caranya? Ikuti tips-tips di bawah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;• Nggak memandang aurat wanita. Inget bro, seluruh tubuh wanita adalah haram kecuali muka dan telapak tangannya. So, palingkan pandangan dari selain keduanya. Terserah, mau merem (asal jangan merem-melek), mau berpaling, mau nunduk, whatever yang penting nggak ngeliat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;• Memandang muka dan telapak tangan nggak dengan syahwat. Meski oke-oke aja memandang keduanya, tapi nggak boleh dengan syahwat. Kalau dengan syahwat jelas haram. Apa sih batasan syahwat? Menurut sebagian ulama syahwat itu ditandai dengan adanya nafsu atau kecenderungan seksual seperti ereksi, baik sedikit ataupun banyak. Gampangnya, kalau ngeliat kerbau kita nggak nafsu kan?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;• Memandang wanita pada auratnya hanya boleh dalam lamaran. Rasulullah SAW. mengizinkan pria untuk melihat wanita seutuhnya yakni saat akan melamar. Mereka boleh melihat selain muka dan telapak tangan. Meski ini juga terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada sebagian ulama yang tetap mengharamkan melihat selain muka dan telapak tangan, jika belum sah dalam akat nikah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;• Wanita mahram boleh membuka jilbabnya. Kalau kamu baca surat An Nur ayat 31, maka itulah kelompok wanita yang termasuk mahram. Para wanita yang mahram ini diizinkan syara untuk membuka jilbab dan kerudungnya di hadapan pria mahramnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pribadi Lebih Utama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Dont judge the book by its color, kata pepatah. Jangan nilai orang dari penampilan. Bener banget, penampilan seringkali menipu. Ibarat buku, ada yang keren sampulnya doang. Isinya sih nggak bermutu. Nah, begitu juga kalau kita menilai pribadi cewek dari penampilan, bisa-bisa kejebak. saya dan teman-teman saya juga mengakui hal itu. Meski mereka berdua pengen punya pasangan (istri) yang tampilannya keren punya, tetep aja mereka mikirin kepribadian. “Kalau parasnya cantik tapi nggak solehah, ya bisa berabe,”. Kalau dapat pasangan yang fisiknya standar,Ya terima dong. Itu kan udah takdir dari Allah, yang penting salehah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Allah SWT. udah ngasih kita peringatan soal yang satu ini. FirmanNya:&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian, adalah yang paling bertakwa di sisi Allah."&lt;/i&gt;(أAl Hujurat:13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Kata Nabi SAW, kalau kita memilih pasangan hidup karena agamanya, maka kecantikannya, keturunannya yang baik, dan kekayaannya niscaya akan datang. Nah, jangan deh liat perempuan dari penampilannya doang. Salah-salah bisa ketipu.&lt;br /&gt;hati-hati loh. nah itu dia bagai mana pandangan cowok islam didalam melihat seorang wanita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;a href="http://freedom-borneo.blogspot.com/"&gt;Borneo&lt;/a&gt; dengan sedikit perubahan. &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-8706748942412231404?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/8706748942412231404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/pandangan-cowok-islam-dalam-menilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8706748942412231404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8706748942412231404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/pandangan-cowok-islam-dalam-menilai.html' title='Pandangan Cowok Islam dalam menilai Wanita'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-2694367057918137234</id><published>2010-02-22T20:06:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T14:36:28.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Dialog Suami Istri</title><content type='html'>Rasulullah saw biasanya menerima pendapat istri-istri beliau di saat bermusyawarah dengan mereka. Hal ini tentu saja bukan berarti Rasulullah tunduk pada pendapat seorang wanita. Dalam kisah perjanjian Hudaibiyah kita kenal ada dialog yang sangat penting antara Rasulullah dengan istri beliau, Ummu Salamah. &lt;br /&gt;Pada saat itu Rasulullaah saw sedang gundah. Pasalnya para shahabat nabi merasa kecewa karena perjanjian Hudaibiyah dengan pihak Quraisy mereka anggap merugikan kaum muslimin. Akibat perjanjian itu Rasulullaah saw dan para sahabatnya tidak jadi berangkat haji, sementara saat musim haji telah tiba. Kekecewaan para sahabat membuat mereka agak lalai menerima perintah Rasulullaah saw untuk memotong hewan kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjadi enggan melaksanakannya. Tentu saja hal ini membuat Rasulullaah saw gelisah. Maka Ummu Salamah menyampaikan pendapatnya. "Wahai Rasulullaah, mengapa baginda menjadi gundah. Lakukanlah pemotongan hewan kurban baginda sendiri. Kelak pada sahabat akan mengikuti", Kata Ummu Salamah. &lt;br /&gt;Mendapat saran ini Rasulullaah saw bagaikan menemukan barang yang hilang. Beliau membenarkan pendapat Ummu Salamah dan segera melakukan penyembelihan hewan kurban seperti yang disarankan oleh istri beliau. Para sahabat pun kemusian mengikuti perbuatan Rasulullaah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullaah saw sering berpuasa apabila di rumah Aisyah tidak sempat memasak apa-apa.&lt;i&gt; Pernah suatu hari beliau bertanya kepada istrinya,"Wahai Khumairo (merah jambu) masak apakah Dinda hari ini ?" ."Tidak ada apa pun ya Rasulullah," kata Aisyah. "Kalau begitu aku akan berpuasa," kata Rasulullah. Kisah dialog ini menjadi dasar bagi dibolehkannya berniat puasa di pagi hari sepanjang belum makan apa-apa sejak terbit fajar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, hubungan Rasulullaah saw dengan istri beliau sangat harmonis. Perhatikanlah, bagaimana Rasulullaah saw memanggil istrinya dengan gelar yang mesra seperti khumairo (si merah jambu). Ini menunjukkan kemesraan Rasulullaah saw terhadap Aisyah. Bahkan sebutan Abu Bakar (yang artinya bapak Perawan) terhadap ayah Aisyah merupakan bagian kemesraan Rasulullaah saw kepada keluarga Aisyah.&lt;br /&gt;Kendati ada beberapa istri Rasulullaah saw, sejarah mencatat bahwa hanya satu kali saja keluarga Rasulullaah saw bermasalah. Yaitu saat Hafsah membocorkan satu rahasia kepada istri Rasulullaah saw yang lain (Aisyah) kemudian peristiwa ini diketahui Rasulullaah saw pula, sehingga menimbulkan sedikit masalah dan turunnya ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut telah diselesaikan Allah dan diabadikan dalam Kitabullah surat At-Tahrim ayat 3 dan seterusnya. Kejadian ini tidak membawa dampak apa pun terhadap nabi maupun kaum muslimin di saat itu. Bahkan menjadi gambaran betapa Rasulullaah saw merupakan seorang nabi yang maâshum hingga diproteksi Allah. Karena bila masalah rumah tangga saja diangkat di dalam kitab suci, bagaimana dalam masalah yang lebih berat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kunci Keharmonisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci keharmonisan rumah tangga Islam adalah dialog yang intensif dan sehat antara suami dan istri. Dialog ini telah dicontohkan Rasulullaah saw pada banyak kesempatan. Hadits-hadits Rasulullaah saw yang diriwayatkan dari Aisyah dan Ummu Salamah umumnya berisi dialog tentang memahaman suatu hukum tertentu dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak keluarga muslim sekarang ini, suami istri sering kali kurang berdiaolog atau bermusyawarah di antara keduanya. Di antara mereka ada yang beralasan dengan kesibukan kerja, bisnis dan lain-lain. Bahkan, saking sibuknya, ada yang bertatap muka pun tidak sempat. Jika suami pergi pagi pulang malam, mereka hanya bertemu di malam hari saja. Boleh jadi kondisi suami istri telah sangat letih. Akibatnya tentu saja mereka tidak mampu berdialog satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog yang hambar biasanya mengakibatkan hubungan kemesraan menjadi berkurang. Bahkan tidak jarang kemesraan menjadi hilang, timbul ketegangan dan terjadilah perselisihan. Kalau sudah begini, kedua suami istri itu akan mengalami penderitaan. Sangat disayangkan apabila hubungan yang hambar seperti ini terjadi pada keluarga muslim yang dibangun dalam rangka beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Diperlukan pengertian yang mendalam dari kedua suami istri agar dialog dapat berjalan secara kontinyu dan menyenangkan. Suami istri hendaknya memiliki kesamaan persepsi tentang betapa pentingnya membangun hubungan harmonis antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumah tangga Islam, hubungan harmonis memberi dampak yang sangat banyak, antara lain bahwa hubungan harmonis : 1. membahagiakan kedua pihak. Karena keduanya akan semakin menyadari fungsi dan peranan rumah tangga dalam ibadah kepada Allah. 2. memungkinkan kedua suami istri mendidik anak secara lebih konsentrasi. Sebab kerukunan kedua orang tua merupakan modal utama bagi pembentukan generasi muslim yang kuat. 3. dapat melahirkan produktifitas keluarga yang sangat menguntungkan. Usaha keluarga yang sukses biasanya hanya tumbuh dari rumah tangga yang harmonis. 4. merupakan syarat utama dalam membentuk keluarga yang berorientasi taqorrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). 5. dapat menjadi pendorong suami istri dalam meningkatkan peranannya dalam dakwah islam di tengah masyarakat. Karena sesuangguhnya kerukunan rumah tangga merupakan satu basis dakwah pada dai dan daiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menumbuhkan Iklim Dialog&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Istri Islam sangat memperhatikan keutuhan keluarga dan memberi rangsangan pada kaum muslimin untuk terus menerus meningkatkan hubungan rumah tangga yang harmonis ini. Dalam rangka menekankan betapa pentingnya dialog suami istri dalam rumah tangga Rasulullaah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Wanita itu belahan (teman akrab) dari pria." &lt;/i&gt;(HR Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sebaik-baik kalian adalah orang yang terbaik terhadap istrinya. Dan aku merupakan orang terbaik di antara kalian terhadap istri. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tak tahu budi."&lt;/i&gt; (HR Abu Asakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memberi berbagai jalan dalam rangka membentuk keluarga harmonis, diantaranya menumbuhkan iklim dialogis atau dialog yang mesra antara suami istri.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah gambaran bentuk-bentuk dialog yang dapat dilakukan dalam rangka menumbuhkan iklim dialogis dalam rumah tangga Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dialog Rahasia Keluarga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dialog yang hanya dilakukan berdua. Dialog ini hendaknya dilakukan 4 mata, antara suami istri saja. Termasuk jenis ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dialog tatkala melakukan hubungan intim. Ungkapan-ungkapa yang mesra pada saat ini disunnahkan untuk meningkatkan kegairahan suami istri. Bisikan-bisikan mesra merupakan sarana untuk mencapai hubungan yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dialog untuk membahas masalah yang terkait dengan problematika rumah tangga, keluarga atau pun anak-anak. Terutama bila merencanakan sesuatu yang terkait dengan kepentingan keluarga. Bila ada hal-hal yang sama sekali tabu untuk diketahui orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dialog yang dilakukan di tempat tertentu yang dianggap memiliki suasana lain yang lebih menyenangkan kedua suami istri. Misalnya dialog yang dilakukan pada saat makan, rihlah dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dialog jenis ini sangat penting dan dapat mempengaruhi hubungan batin antara kedua suami istri. Karena itu hendaknya dibiasakan dan dihidupkan, kendati harus mengeluarkan sedikit biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dialog Umum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dialog yang melibatkan anggota keluarga yang lain atau orang lain sebagai peserta percakapan. Antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dialog rutin yang merupakan hubungan komunikasi antara kedua pihak suami istri. Seperti sapaan pagi, siang atau petang hari, perjumpaan di meja makan, ketika saling bersalaman dan sebagainya. Ini dapat disaksikan oleh siapa saja dari anggote keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dialog tatkala membicarakan pendidikan anak-anak, dapat melibatkan anak-anak itu sendiri sesuai dengan keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dialog yang terkait dengan masalah muamalah (hubungan) dengan orang lain. Seperti ketika ada tamu, kedatangan keluarga atau teman, tatkala bersilturrahim dan lain-lain. Â· Dialog dalam masalah sehari-hari yang dihadapi suami istri yang tidak bersifat rahasia. Dapat diselesaikan dengan melibatkan orang-orang yang terkait dengan permasalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dialog Jarak Jauh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Yaitu dialog yang dilakukan dengan menggunakan wasilah (sarana) di kala berjauhan, seperti telpon, surat dan sebagainya. Misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tatkala saling berjauhan, di tengah kesibukan keduanya, istri di rumah atau suami di kantor, keduanya saling menelpon, menanyakan kabar masing-masing atau kabar anak-anak dan anggota keluarga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Istri membuat surat cinta untuk suaminya tatkala suami sedang bepergian dalam rangka tugas. Surat ini diselipkan sepemikian rupa, misalnya di koper, tas atau map sehingga dibaca suami setelah tiba di tempat tujuan. Surat seperti ini memberi dorongan semangat kepada suami untuk berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Istri meninggalkan pesan di rumah manakala di saat suami pulang istri terpaksa tidak ada di rumah. Sebaliknya, suami menitip surat pesan untuk istri dengan kata-kata yang mesra.Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang digunakan dalam berbagai dialog ini hendaknya bahasa yang sopan dan santun. Suami hendaknya menyampaikan maksud hatinya dengan panuh kasih sayang. Sedangkan istri pun menyambut dengan penuh penghargaan dan gairah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Diangkat dari Ummi 2/VII/1995 Karya Ummu Abduh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://anugerah.hendra.or.id/"&gt;Hendra Anugerah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-2694367057918137234?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/2694367057918137234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/dialog-suami-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/2694367057918137234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/2694367057918137234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/dialog-suami-istri.html' title='Dialog Suami Istri'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-7306513568608428295</id><published>2010-02-22T18:52:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T18:52:37.901+07:00</updated><title type='text'>Menikah ala Islam, Mudah, Murah dan Berkah</title><content type='html'>Adalah menjadi karakteristik khusus Islam bahwa setiap ada perintah yang harus dikerjakan umatnya pasti telah ditentukan syari’atnya (tata cara dan petunjuk pelaksanaannya). Maka tidak ada satu perintah pun dalam berbagai aspek kehidupan ini, baik yang menyangkut ibadah secara khusus seperti perintah shalat, puasa, haji, dan lain-lain, maupun yang terkait dengan ibadah secara umum seperti perintah mengeluarkan infaq, berbakti pada orang tua, berbuat baik kepada tetangga dan lain-lain, kecuali telah ditentukan syari’atnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula halnya dengan menikah. Ia merupakan perintah Allah SWT untuk seluruh hamba-Nya tanpa kecuali dan telah menjadi sunnah Rasul-Nya, maka sudah tentu ada syariaatnya. Persoalannya, kebanyakan orang mengira bahwa syari’at pernikahan hanya mengatur hal-hal ritual pernikahan seperti ijab qobul dan mahar, sedangkan masalah meminang (khitbah), walimah (resepsi) dan serba-serbi menjalani hidup berumah tangga dianggap tidak ada hubungannya dengan syari’at. Maka tidaklah mengherankan jika kita menghadiri resepsi pernikahan seorang muslim dan muslimah, kita tidak menemukan ciri atau karakteristik yang menunjukkan bahwa yang sedang menikah adalah orang Islam karena tidak ada bedanya dengan pernikahan orang di luar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, memangnya seperti apa menikah ala Islam itu? Untuk membahasnya secara lengkap jelas tidak mungkin di sini, karena tema seperti itu berarti membahas mulai dari anjuran menikah, ta’aruf (perkenalan dua orang yang siap menikah), meminang, akad, resepsi sampai pergaulan suami istri yang para ulama untuk menulisnya memerlukan sebuah buku. Karena itu yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah mengenai mahar dan penyelenggaraan resepsi (walimah). Bukan karena yang lain tidak penting, tetapi mengingat dalam dua hal inilah kebanyakan masyarakat muslim kurang tepat dalam persepsi dan pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang Mahar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Berikanlah mahar kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan …” &lt;/i&gt;(QS An-Nissaa :4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahar merupakan pemberian seorang laki-laki kepada perempuan yang dinikahinya, yang selanjutnya akan menjadi hak milik istri secara penuh. Dalam praktiknya tidak ada batasan khusus mengenai besarnya mahar dalam pernikahan. Rasulullah SAW&lt;i&gt; sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qoyyim dalam kitabnya Zaadul Maad, memberi mahar untuk istri-istrinya sebanyak 12 uqiyah. Abu Salamah menceritakan, “Aku pernah bertanya kepada A’isyah ra, “Berapakah mahar Nabi SAW untuk para istrinya?” A’isyah menjawab, “Mahar beliau untuk para istrinya adalah sebanyak 12 uqiyah dan satu nasy.” Lalu A’isyah bertanya, “Tahukah kamu, berapa satu uqiyah itu?” Aku menjawab, “tidak” A’isyah menjawab, “empat puluh dirham.” A’isyah bertanya, “Tahukah kamu, berapa satu nasy itu?” Aku menjawab, “tidak”. A’isyah menjawab, “Dua puluh dirham”. &lt;/i&gt;(HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Umar bin Khattab berkata, “Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW menikahi seorang pun dari istrinya dengan mahar kurang dari 12 uqiyah.”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah lain Rasulullah SAW menikahkan putrinya Fatimah dengan Ali ra dengan mahar baju besi milik Ali. Diriwayatkan Ibnu Abbas, “Setelah Ali menikahi Fatimah, Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab, “Aku tidak mempunyai sesuatu pun.” Maka beliau bersabda, “Dimana baju besimu? Berikanlah baju besimu itu kepadanya.” Maka Ali pun memberikan baju besinya kepada Fatimah. (HR Abu Dawud dan Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bahkan ketika seorang laki-laki tidak memiliki sesuatu berupa harta yang dapat diberikan sebagai mahar, Rasulullah SAW tidak menolak untuk menikahkannya dengan mahar beberapa surat dalam Al-Qur’an yang dihafalnya. Dikisahkan ada seorang laki-laki yang meminta dinikahkan oleh Rasulullah, tetapi ia tidak memiliki sesuatu pun sebagai mahar, walaupun sebuah cincin dari besi. Kemudian beliau bertanya kepadanya, “Apakah engkau menghafal Al-Qur’an?” Ia menjawab, “Ya, aku hafal surat ini dan surat itu (ia menyebut beberapa surat dalam Al-Qur’an). “Maka beliau bersabda, “Aku menikahkan engkau dengannya dengan mahar surat Al-Qur’an yang engkau hafal itu!” &lt;/i&gt;(disarikan dari hadits yang sangat panjang dalam Kitab Shahih Bukhari Jilid IV, hadits no. 1587).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada batasan tentang bentuk dan besarnya mahar, tetapi yang disunnahkan adalah mahar itu disesuaikan dengan kemampuan pihak calon suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang Walimah (Resepsi Pernikahan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walimah merupakan sunnah, diadakan dengan tujuan agar masyarakat mengetahui pernikahan yang berlangsung sehingga tidak terjadi fitnah di kemudian hari terhadap dua orang yang menikah tersebut. Sedangkan mengenai tata cara penyelenggaraannya, syariat memberikan petunjuk sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khutbah sebelum akad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan ada khutbah sebelum akad nikah yang berisi nasihat untuk calon pengantin agar menjalani hidup berumah tangga sesuai tuntunan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyajikan hiburan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walimah merupakan acara gembira, karena itu diperbolehkan menyajikan hiburan yang tidak menyimpang dari etika, sopan santun dan adab Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jamuan resepsi (walimah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan menjamu tamu yang hadir walaupun dengan makanan yang sederhana. &lt;i&gt;(Dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi SAW telah mengadakan walimah untuk Shofiyah istrinya dengan kurma, keju, susu, roti kering dan mentega).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Diriwayat lain, Rasulullah SAW bersabda kepada Abdurrahman bin Auf, “Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing.” Sedangkan mengenai batasan mengadakan walimah As-Syaukani dalam Nailul Authar menyebutkan bahwa Al Qadhi Iyadh telah mengemukakan bahwa para ulama sepakat tidak ada batasan khusus untuk walimah, meski diadakan dengan yang paling sederhana sekalipun diperbolehkan. Yang disunnahkan adalah bahwa acara itu diadakan sesuai dengan kemampuan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak pelajaran lain yang bisa dipetik berkaitan dengan acara walimah ini, yang membuat kita sampai pada satu kesimpulan bahwa menikah dengan cara Islam ternyata memang mudah, murah dan berkah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di sarikan dari &lt;a href="http://anugerah.hendra.or.id/"&gt;Hendra Anugerah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-7306513568608428295?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/7306513568608428295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/menikah-ala-islam-mudah-murah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7306513568608428295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7306513568608428295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/menikah-ala-islam-mudah-murah-dan.html' title='Menikah ala Islam, Mudah, Murah dan Berkah'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-1042327421580561742</id><published>2010-02-22T17:18:00.001+07:00</published><updated>2010-02-22T17:29:25.758+07:00</updated><title type='text'>Kriteria Memilih Pasangan Hidup</title><content type='html'>Dalam menentukan kriteria calon pasangan, Islam memberikan dua sisi yang perlu diperhatikan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Masalah yang Pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang pertama adalah masalah yang terkait dengan standar umum. Yaitu masalah agama, keturunan, harta, dan kecantikan. Masalah ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW dalam haditsnya yang cukup masyhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,&lt;i&gt;”Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya, dan kecantikannya. Perhatikanlah agamanya, maka kamu akan selamat.” &lt;/i&gt;(HR. Bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus masalah agama, Rasulullah SAW memang memberikan penekanan yang lebih, sebab memilih wanita yang sisi keagamaannya sudah matang jauh lebih menguntungkan ketimbang istri yang kemampuan agamanya masih setengah-setengah. Sebab, dengan kondisi yang masih setengah-setengah itu, berarti suami masih harus bekerja ekstra keras untuk mendidiknya. Itupun kalau suami punya kemampuan agama yang lebih. Tetapi kalau kemampuannya pas-pasan, maka mau tidak mau suami harus ‘menyekolahkan’ kembali istrinya agar memiliki kemampuan dari sisi agama yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja yang dimaksud dengan sisi keagamaan bukan berhenti pada luasnya pemahaman agama atau fikrah saja, tetapi juga mencakup sisi kerohaniannya (ruhiyah) yang idealnya adalah tipe seorang yang punya hubungan kuat dengan Allah SWT. Secara rinci bisa dicontohkan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Aqidahnya kuat.&lt;br /&gt;- Ibadahnya rajin.&lt;br /&gt;- Akhlaqnya mulia.&lt;br /&gt;- Pakaiannya dan dandanannya memenuhi standar busana muslimah.&lt;br /&gt;- Menjaga kohormatan dirinya dengan tidak bercampur baur dan ikhtilath dengan lawan jenis yang bukan mahram.&lt;br /&gt;- Tidak bepergian tanpa mahram atau pulang larut malam.&lt;br /&gt;- Fasih membaca Al-Qur’an Al-Karim.&lt;br /&gt;- Ilmu pengetahuan agamanya mendalam.&lt;br /&gt;- Aktifitas hariannya mencerminkan wanita shalilhah.&lt;br /&gt;- Berbakti kepada orangtuanya serta rukun dengan saudaranya.&lt;br /&gt;- Pandai menjaga lisannya.&lt;br /&gt;- Pandai mengatur waktunya serta selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;- Selalu menjaga diri dari dosa-dosa meskipun kecil.&lt;br /&gt;- Pemahaman syari’ahnya tidak terbata-bata.&lt;br /&gt;- Berhusnuzhan kepada orang lain, ramah, dan simpatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari sisi nasab atau keturunan, merupakan anjuran bagi seorang muslim untuk memilih wanita yang berasal dari keluarga yang taat beragama, baik status sosialnya, dan terpandang di tengah masyarakat. Dengan mendapatkan istri dari nasab yang baik itu, diharapkan nantinya akan lahir keturunan yang baik pula. Sebab, mendapatkan keturunan yang baik itu memang bagian dari perintah agama, seperti yang Allah SWT firmankan di dalam Al-Qur’an Al-Karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”&lt;/i&gt; (QS. An-Nisa : 9). Sebaliknya, bila istri berasal dari keturunan yang kurang baik nasab keluarga, seperti kalangan penjahat, pemabuk, atau keluarga yang pecah berantakan, maka semua itu sedikit banyak akan berpengaruh kepada jiwa dan kepribadian istri. Padahal nantinya peranan istri adalah menjadi pendidik bagi anak. Apa yang dirasakan oleh seorang ibu pastilah akan langsung tercetak begitu saja kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan memilih istri dari keturunan yang baik ini bukan berarti menjatuhkan vonis untuk mengharamkan menikah dengan wanita yang kebetulan keluarganya kurang baik. Sebab, bukan hal yang mustahil bahwa sebuah keluarga akan kembali ke jalan Islam yang terang dan baik. Namun masalahnya adalah pada seberapa jauh keburukan nasab keluarga itu akan berpengaruh kepada calon istri. Selain itu juga pada status kurang baik yang akan tetap disandang terus di tengah masyarakat yang pada kasus tertentu sulit dihilangkan begitu saja. Tidak jarang butuh waktu yang lama untuk menghilangkan cap yang terlanjur diberikan masyarakat.&lt;br /&gt;Maka bila masih ada pilihan lain yang lebih baik dari sisi keturunan, seseorang berhak untuk memilih istri yang secara garis keturunan lebih baik nasabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Masalah yang Kedua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kedua terkait dengan selera subjektif seseorang terhadap calon pasanan hidupnya. Sebenarnya hal ini bukan termasuk hal yang wajib diperhatikan, namun Islam memberikan hak kepada seseorang untuk memilih pasangan hidup berdasarkan subjektifitas selera setiap individu maupun keluarga dan lingkungannya.&lt;br /&gt;Intinya, meskipun dari sisi yang pertama tadi sudah dianggap cukup, bukan berarti dari sisi yang kedua bisa langsung sesuai. Sebab masalah selera subjektif adalah hal yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Karena terkait dengan hak setiap individu dan hubungannya dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah kecenderungan dasar yang ada pada tiap masyarakat untuk menikah dengan orang yang sama sukunya atau sama rasnya. Kecenderungan ini tidak ada kaitannya dengan masalah fanatisme darah dan warna kulit, melainkan sudah menjadi bagian dari kecenderungan umum di sepanjang zaman. Dan Islam bisa menerima kecenderungan ini meski tidak juga menghidup-hidupkannya.&lt;br /&gt;Sebab bila sebuah rumah tangga didirikan dari dua orang yang berangkat dari latar belakang budaya yang berbeda, meski masih seagama, tetap saja akan timbul hal-hal yang secara watak dan karakter sulit dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah selera seseorang untuk mendapatkan pasangan yang punya karakter dan sifat tertentu. Ini merupakan keinginan yang wajar dan patut dihargai. Misalnya seorang wanita menginginkan punya suami yang lembut atau yang macho, merupakan bagian dari selera seseorang. Atau sebaliknya, seorang laki-laki menginginkan punya istri yang bertipe wanita pekerja atau yang tipe ibu rumah tangga. Ini juga merupakan selera masing-masing orang yang menjadi haknya dalam memilih.&lt;br /&gt;Islam memberikan hak ini sepenuhnya dan dalam batas yang wajar dan manusiawi memang merupakan sebuah realitas yang tidak terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Melihat Langsung Calon yang Terpilih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim apabila berkehendak untuk menikah dan mengarahkan niatnya untuk meminang seorang perempuan tertentu, diperbolehkan melihat perempuan tersebut sebelum ia mulai melangkah ke jenjang perkawinan, supaya dia dapat menghadapi perkawinannya itu dengan jelas dan terang, dan supaya tidak tertipu. Sehingga dengan demikian, dia akan dapat selamat dari berbuat salah dan jatuh ke dalam sesuatu yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah justru karena mata merupakan duta hati dan kemungkinan besar bertemunya mata dengan mata itu menjadi sebab dapat bertemunya hati dan berlarutnya jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA berkata,&lt;i&gt; “Saya pernah di tempat kediaman Nabi, kemudian tiba-tiba ada seorang laki-laki datang memberitahu, bahwa dia akan kawin dengan seorang perempuan dari Anshar, maka Nabi bertanya, ‘Sudahkah kau lihat dia?’ Ia mengatakan, ‘Belum!’ Kemudian Nabi mengatakan, ‘Pergilah dan lihatlah dia, karena dalam mata orang-orang Anshar itu ada sesuatu.’”&lt;/i&gt; (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mughirah bin Syu’bah bahwa dia pernah meminang seorang perempuan. Kemudian Nabi SAW mengatakan kepadanya,&lt;i&gt; “Lihatlah dia! Karena melihat itu lebih dapat menjamin untuk mengekalkan kamu berdua.” Kemudian Mughirah pergi kepada dua orangtua perempuan tersebut, dan memberitahukan apa yang diomongkan di atas, tetapi tampaknya kedua orangtuanya itu tidak suka. Si perempuan tersebut mendengar dari dalam biliknya, kemudian ia mengatakan, ‘Kalau Rasulullah menyuruh kamu supaya melihat aku, maka lihatlah.’ Kata Mughirah, ‘Saya lantas melihatnya dan kemudian mengawininya.’”&lt;/i&gt; (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Tarmizi dan ad-Darimi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Rasulullah tidak menentukan batas ukuran yang boleh dilihat, baik kepada Mughirah maupun kepada lain-lainnya. Justru itu sebagian ulama ada yang berpendapat, yang boleh dilihat yaitu muka dan dua tapak tangan, tetapi muka dan dua tapak tangan yang boleh dilihat itu tidak ada syahwat pada waktu tidak bermaksud meminang. Dan selama peminangan itu dikecualikan, maka sudah seharusnya si laki-laki tersebut boleh melihat lebih banyak dari hal-hal yang biasa. Dalam hal ini Rasulullah SAW pernah bersabda dalam salah satu haditsnya, &lt;i&gt;“Apabila salah seorang di antara kamu hendak meminang seorang perempuan, kemudian dia dapat melihat sebagian apa yang kiranya dapat menarik untuk mengawininya, maka kerjakanlah.”&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;(Riwayat Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Batasan untuk Melihat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ulama ada yang sangat ekstrim dalam memberikan kebebasan batas yang boleh dilihat, dan sementara ada juga yang ekstrim dengan mempersempit dan keras. Tetapi yang lebih baik ialah tengah-tengah. Justru itu sebagian ahli penyelidik memberikan batas, bahwa seorang laki-laki di zaman kita sekarang ini boleh melihat perempuan yang hendak dipinang dengan berpakaian yang boleh dilihat oleh ayah dan mahram-mahramnya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mereka berkata, bahwa si laki-laki itu boleh pergi bersama wanita tersebut dengan syarat disertai oleh ayah atau salah seorang mahramnya dengan pakaian menurut ukuran syara’ ke tempat yang boleh dikunjungi untuk mengetahui kecerdikannya, perasaannya, dan kepribadiannya. Semua ini termasuk kata sebagian yang disebut dalam hadits Nabi di atas yang mengatakan, “… Kemudian dia dapat melihat sebagian apa yang kiranya dapat menarik dia untuk mengawininya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan juga si laki-laki melihat perempuan dengan sepengetahuan keluarganya; atau samasekali tidak sepengetahuan dia atau keluarganya, selama melihatnya itu bertujuan untuk meminang. Seperti apa yang dikatakan Jabir bin Abdullah tentang isterinya, “Saya bersembunyi di balik pohon untuk melihat dia.”&lt;br /&gt;Bahkan dari hadits Mughirah di atas, kita tahu bahwa seorang ayah tidak boleh menghalang-halangi anak gadisnya untuk dilihat oleh orang yang berminat hendak meminang dengan dalih tradisi. Sebab yang harus diikuti ialah tradisi agama, bukan agama harus mengikuti tradisi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik itu, seorang ayah dan laki-laki yang hendak meminang maupun perempuan yang hendak dipinang, tidak diperkenankan memperluas mahramnya, seperti yang biasa dilakukan oleh penggemar-penggemar kebudayaan Barat dan tradisi-tradisi Barat. Ekstrimis kanan maupun kiri adalah suatu hal yang amat ditentang oleh jiwa Islam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sadur dari&amp;nbsp; &lt;a href="http://mtks.kotasantri.com/?mtks=artikel&amp;amp;mode=detil&amp;amp;artikel=Pra_Nika/2001.html"&gt;Kota Santri&lt;/a&gt;&amp;nbsp; dengan perubahan seperlunya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-1042327421580561742?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/1042327421580561742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/kriteria-memilih-pasangan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1042327421580561742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1042327421580561742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/kriteria-memilih-pasangan-hidup.html' title='Kriteria Memilih Pasangan Hidup'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-7709441927009783593</id><published>2010-02-22T15:56:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T15:56:07.949+07:00</updated><title type='text'>Khitbah dan Akad Nikah</title><content type='html'>KHITBAH.&lt;br /&gt;Kata khitbah dalam terminology arab memiliki 2 akar kata. Yang pertama al-khithab yang berarti pembicaraan dan yang kedua al-khathb yang artinya persoalan, kepentingan dan keadaan. Jadi, jika dilihat dari segi bahasa khitbah adalah pinangan atau permintaan seseorang (laki-laki) kepada perempuan tertentu untuk menikahinya. Makna khitbah menurut istilah syariat tidak keluar dari makna bahasa tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam, seorang laki-laki berhak meminang perempuan yang diinginkan menjadi istrinya, demikian pula seorang perempuan boleh meminang laki-laki yang diinginkan menjadi suaminya.&lt;br /&gt;Khitbah dalam pandangan syariat bukanlah suatu akad atau transaksi antara laki-laki yang meminang dengan perempuan yang dipinang atau pihak walinya. Khitbah bukanlah suatu ikatan perjanjian antara kedua belah pihak untuk melaksanakan pernikahan. Khitbah tidak lebih dari sekedar permintaan atau permohonan untuk menikah. Khitbah sudah sah dan sempurna hanya dengan ungkapan permintaan itu saja, tanpa memerlukan syarat berupa jawaban pihak yang dipinang. Sedangkan akad baru dianggap sah apabila ada ijab dan qabul (ungkapan serah terima) kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diterimanya sebuah pinangan baik oleh perempuan maupun oleh walinya, tidak bermakna telah terjadi ikatan perjanjian atau akad diantara mereka. Ibarat orang hendak naik kereta api, khitbah hanya bermakna pesan tempat duduk yang nantinya pada saat jadual kereta berangkat ia akan menduduki tempat tersebut sehingga tidak diduduki orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat yang dipinang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan boleh dipinang oleh laki-laki (begitu juga sebaliknya) apabila memenuhi 2 syarat berikut ini :&lt;br /&gt;1. Pada waktu dipinang perempuan itu tidak memiliki halangan syarâ€™i yang melarang dilangsungkannya pernikahan&lt;br /&gt;contoh, wanita yang sedang dalam masa iddah.&lt;br /&gt;2. Belum dipinang laki-laki lain secara sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tata cara meminang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Laki-laki meminang melalui wali perempuan&lt;br /&gt;2. Laki-laki meminang langsung kepada perempuan janda&lt;br /&gt;3. Perempuan meminang laki-laki saleh&lt;br /&gt;Perempuan boleh meminang laki-laki secara langsung oleh dirinya sendiri atau melalui perantara pihak lain agar menyampaikan pinangan kepada seorang laki-laki untuk menjadi suaminya.&lt;br /&gt;4. Khitbah dengan sindiran dimasa iddah (karena suaminya meninggal)&lt;br /&gt;Sindiran itu misalnya seorang laki-laki mengatakan kepada seorang janda ,saya ingin menikah dengan perempuan shalehah atau mudah-mudahan Allah memudahkan saya untukmendapat istri shalehah.&lt;br /&gt;Agar pinangan diterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada standard baku secara teknis untuk masalah ini. Tapi, beberapa langkah dibawah ini diharapkan mampu membantu melancarkan proses penerimaan dalam peminangan :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.Melengkapi persiapan diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Persiapan pertama adalah keikhlasan niat bahwa mengkhitbahnya ini dalam rangka beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;- Persiapan kedua adalah persiapan diri pribadi yang telah dibahas sebelumnya, yaitu menyiapkan minimal 4 persiapan, termasuk diantaranya yaitu persiapan finansial.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Memilih calon yang sekufu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Berbekal restu Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh restu dari orang tua diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Membangun komunikasi yang lancar dengan orang tua&lt;br /&gt;- Melakukan pendekatan kepada orang tua sejak awal&lt;br /&gt;- Mendialogkan perbedaan secara baik&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Memperkenalkan diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu cerita yang kurang baik tentang hal ini. Ada pengalaman buruk ketika seorang ikhwan melaksanakan khitbahnya. Ia belum mengetahui siapa calon istrinya dan belum mengenal kedua orang tuanya. Ia mempercayakan urusan pernikahan kepada seorang teman kepercayaannya, dan ia tidak punya keinginan untuk berkenalan terlebih dahulu secara langsung. Ia hanya mengetahui data calon istri dari biodata tertulis dan pasfoto. Karena ia sudah mantap, tanpa pertemuan dan perkenalan awal, dilaksanakan prosesi khitbah.&lt;br /&gt;Rombongan lelaki datang dengan orang tua dan saudara, Diterima oleh pihak perempuan lengkap pula komposisi keluarganya. Pertemuan menjadi formal karena kedua belah pihak satupun belum pernah ada yang bertemu dan mengenal, termasuk kedua calon mempelai. Suasana berubah menjadi kurang menyenangkan ketika ibu dari lelaki berbisik menanyakan yang mana calon istri yang dipinang, kebetulan diruangan itu ada lebih dari seorang perempuan. Tentu saja anak lelaki yang ditanya tidak bisa menjawab, karena memang belum pernah bertemu denga calon yang akan dipinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula kedua orang tua dari kedua belah pihak menyangka bahwa kedua anak yang akan menikah tersebut telah lama saling kenal, telah berkomunikasi langsung sebagaimana lazim dikenal dalam masyarakat luas. Mereka menjadi terkejut ketika ternyata kedua belah pihak belum saling mengenal. Hal ini menjadi catatan dan bahkan kemarahan pihak orang tua terhadap anaknya, karena dianggap telah mempermainkan orang tua.&lt;br /&gt;Untuk itulah, laki-laki bisa bertemu dan berdialog dengan calon bahkan bisa juga ia memperkenalkan diri dengan bersilaturahmi ke orang tua perempuan sebelum peminangan resmi. Hal ini dapat mencairkan suasana, dan membuat proses peminangan berjalan lancar karena komunikasi telah dibuka sebelumnya.&lt;br /&gt;Ditambah lagi, apabila tidak ada silaturahmi terlebih dahulu, terkadang menimbulkan suudzon, jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada anaknya sehingga meminta pernikahan begitu cepat. Perkenalan dan silaturahmi dapat menghilangkan praduga yang tidak-tidak pada orang tua dan juga keluarga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Melibatkan orang yang dipercaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika khitbah sedang dalam proses, teman calon bisa kita jadikan referensi/tempat bertanya tentang jati dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Berdoa dan tawakal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh manusia pasti membutuhkan Allah. Doa merupakan senjata bagi orang mukmin. Hendaknya seluruh usaha manusiawi kita dilandasi dengan doa kepada Allah agar segala keputusan untuk meminang dia atau tidak, untuk menerima pinangannya atau tidak, senantiasa dalam bimbingan Allah Taâ€™ala. Dengan begitu, sejak awal kehidupan berumahtangga telah bergantung pada Allah dengan berharap dan berdoa pada-Nya saja.&lt;br /&gt;Setelah usaha kita lakukan dengan maksimal, doa kita lantunkan tanpa rasa bosan, akhirnya kita serahkan segalnya kepada Allah. Inilah makna tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AKAD NIKAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian berat itu terikat melalui beberapa kalimat sederhana. Pertama adalah kalimat ijab, yaitu keinginan pihak wanita untuk menjalin ikatan rumah tangga dengan seorang laki-laki. Kedua adalah kalimat qabul, yaitu pernyataan menerima keinginan dari pihak pertama untuk maksud tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab qabul dapat diucapkan dalam bahasa apapun. Bisa dalam bahasa arab maupun bahasa setempat.&lt;br /&gt;Nikah adalah perjanjian berat. Kita harus menghayati ucapan ijab qabul. Salah satu syarat ijab qabul adalah kedua belah pihak memiliki sifat tamyiz (mampu membedakan baik dan buruk), sehingga ia harus memahami perkataan dan maksud dari ijab qabul itu. Diatas pemahaman terhadap maksud ijab qabul, ada penghayatan.&lt;br /&gt;Setelah khitbah dilaksanakan, tidak ada batas minimal ataupun maksimal unutk melaksanakan akad nikah. Seandainya acara khitbah langsung diteruskan dengan akad nikah itu boleh saja dilakukan, walaupun untuk masyarakat Indonesia itu tidak lazim dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah adalah ketika akad nikah dilakukan dalam rentang waktu yang lama setelah khitbah dilaksanakan, peluang timbulnya fitnah akan lebih besar. Resikonya besar untuk keduanya melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Selain itu di satu sisi ia tidak boleh menerima pinangan dari orang lain, sedangkan di sisi lain ia belum menjadi seorang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pelaksanaan akad nikah, yang dituntut hadir adalah mempelai laki-laki, mempelai perempuan, wali perempuan, 2 saksi, serta mahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Disadur dari :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Abu Ishaq Al-Huwaini Al-Atsari. 2002. Bekal-bekal Menuju Pelaminan Mengikuti Sunnah. Solo:At-Tibyan.&lt;br /&gt;Cahyadi Takariawan. 2002. Di Jalan Dakwah Aku Menikah. Jogjakarta. Talenta&lt;br /&gt;Cahyadi Takariawan.2004. Izinkan Aku Meminangmu. Solo. Era Intermedia&lt;br /&gt;H. M. Anis Matta, Lc. 2003. Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu. Bandung. PT Syaamil Cipta Media&lt;br /&gt;Mohammad Fauzil Adhim. 1997. Mencapai Pernikahan Barakah. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-7709441927009783593?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/7709441927009783593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/khitbah-dan-akad-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7709441927009783593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7709441927009783593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/khitbah-dan-akad-nikah.html' title='Khitbah dan Akad Nikah'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-5936278141716402381</id><published>2010-02-22T11:01:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T11:01:24.156+07:00</updated><title type='text'>Akhlak Seorang Pemimpin</title><content type='html'>Suatu masyarakat dan bangsa akan disebut sebagai masyarakat dan bangsa yang maju manakala memiliki peradaban yang tinggi dan akhlak yang mulia, meskipun &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_1" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"&gt;dari segi&lt;/span&gt; &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_2" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer;"&gt;ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;/span&gt; masih sangat sederhana. Sedangkan pada masyarakat dan bangsa yang meskipun kehidupannya dijalani dengan teknologi yang modern dan canggih, tapi tidak memiliki peradaban atau akhlak yang mulia, maka masyarakat dan bangsa itu disebut sebagai masyarakat dan bangsa yang terbelakang dan tidak menggapai kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa merwujudkan masyarakat dan bangsa yang berakhlak mulia dengan peradaban yang tinggi, diperlukan pemimpin dengan akhlak yang mulia. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_3"&gt;Khalifah Abu Bakar&lt;/span&gt; Ash Shiddik ketika menyampaikan pidato pertamanya sebagai khalifah mengemukakan hal-hal yang mencerminkan bagaimana seharusnya akhlak seorang pemimpin. Dalam pidato itu beliau mengemukakan: Wahai sekalian manusia, kalian telah sepakat memilihku sebagai khalifah untuk memimpinmu. Aku ini bukanlah yang terbaik diantara kamu, maka bila aku berlaku baik dalam melaksanakan tugasku, bantulah aku, tetapi bila aku bertindak salah, betulkanlah. Berlaku jujur adalah amanah, berlaku bohong adalah khianat. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_4" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Siapa saja yang&lt;/span&gt; lemah diantaramu akan kuat bagiku sampai aku dapat mengembalikan hak-haknya, insya Allah. Siapa saja yang kuat diantaramu akan lemah berhadapan denganku sampai aku kembalikan hak &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_5"&gt;orang lain yang&lt;/span&gt; dipegangnya, insya Allah. Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Apabila aku tidak taat lagi kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada kewajibanmu untuk taat kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pidato Khalifah Abu Bakar di atas, kita bisa menangkap keharusan seorang pemimpin untuk memiliki delapan sifat &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_6" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;sebagai bagian dari&lt;/span&gt; akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Tawadhu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiyah tawadhu artinya rendah hati, lawannya adalah tinggi hati atau sombong. Dalam pidatonya, Khalifah Abu Bakar tidak merasa sebagai orang yang paling baik, apalagi menganggap sebagai satu-satunya orang yang baik. Sikap tawadhu bagi seorang pemimpin merupakan sesuatu &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_7" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;yang sangat penting&lt;/span&gt;. Hal ini karena seorang pemimpin membutuhkan nasihat, masukan, saran, bahkan kritik. Kalau ia memiliki sifat sombong, jangankan kritik, saran dan nasihatpun tidak mau diterimannya. Akibat selanjutnya adalah ia akan memimpin dengan hawa nafsunya sendiri dan ini menjadi sangat berbahaya. Karena itu kesombongan menjadi kendala utama bagi manusia untuk bisa masuk ke dalam surga. Karena itu, Allah Swt sangat murka kepada siapa saja berlaku sombong dalam hidupnya, apalagi para pemimpin. Sejarah telah menunjukkan kepada kita bagaimana Fir’aun yang begitu berkuasa dimata rakyatnya, tapi berhasil ditumbangkan dengan penuh kehinaan melalui dakwah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_8" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;yang dilakukan oleh&lt;/span&gt; Nabi Musa dan Harun as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menjalin Kerjasama.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato Khalifah Abu Bakar di atas, tercermin juga akhlak seorang pemimpin yang harus dimiliki yakni siap, bahkan mengharapkan kerjasama dari semua pihak, beliau mengatakan:&lt;i&gt; “maka bila aku berlaku baik dalam melaksanakan tugasku, bantulah aku”&lt;/i&gt;. Ini berarti kerjasama yang harus dijalin antar pemimpin dengan rakyat adalah kerjasama dalam kebaikan dan taqwa sebagaimana yang ditentukan Allah Swt dalam firman-Nya:&lt;i&gt;" Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam dosa dan permusuhan."&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (QS 5:2).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin tentu tidak mungkin bisa menjalankan tugasnya sendirian,sehebar apapun dirinya. Karenanya Rasulullah Saw telah menunjukkan kepada kitabagaimana beliau menjalin kerjasama yang baik, mulai dari membangun masjid diMadinah hingga peperangan melawan orang-orang kafir, bahkan dalam suatupeperangan yang kemudian disebut dengan perang Khandak, Rasulullah menerima dan melaksanakan pendapat Salman Al Farisi untuk mengatur strategi perang dengan cara menggali parit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Mengharap Kritik dan Saran.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin, karena kedudukannya yang tinggi dan mulia dihadapan orang lain, iapun mendapatkan penghormatan dari banyak orang, kemana pergi selalu mendapatkan pengawalan yang ketat dan setiap ucapannya didengar orang sedangkan apapun yang dilakukannya mendapatkan liputan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_9" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;media massa&lt;/span&gt; yang luas. Dari sinilah banyak pemimpin sampai mengkultuskan dirinya sehingga ia tidak suka dengan kritik dan saran. Hal itu ternyata tidak berlaku bagi Khalifah Abu Bakar, maka sejak awal kepemimpinannya, ia minta agar setiap orang mau memberikan kritik dan saran dengan membetulkan setiap kesalahan yang dilakukan, Abu Bakar berpidato dengan kalimat: &lt;i&gt;“Bila aku bertindak salah, betulkanlah”. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti ini dilanjutkan oleh &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_10" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Umar bin Khattab&lt;/span&gt; ketika menjadi Khalifah sehingga saat Umar mengeluarkan kebijakan yang meskipun baik maksudnya tapi menyalahi ketentuan yang ada, maka Umar mendapat kritik yang tajam dari seorang ibu yang sudah lanjut usia, ini membuat Umar harus mencabut kembali kebijakan tersebut. Kebijakan itu adalah larangan memberikan mahar atau mas kawin dalam jumlah yang banyak, karena bila tradisi itu terus berkembang hal itu bisa memberatkan para pemuda yang kurang mampu untuk bisa menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Berkata dan Berbuat Yang Benar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Abu Bakar juga sangat menekankan kejujuran atau kebenaran dalam berkata maupun berbuat, bahkan hal ini merupakan amanah dari Allah Swt , hal ini karena manusia atau rakyat yang dipimpin kadangkala bahkan seringkali tidak tahu atau tidak menyadari kalau mereka sedang ditipu dan dikhianati oleh pemimpinnya. Dalam pidato saat pelantikannya sebagai khalifah, Abu Bakar menyatakan: Berlaku jujur adalah amanah, berlaku bohong adalah khianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala seorang pemimpin memiliki kejujuran, maka ia akan dapat memimpin dengan tenang, karena kebohongan akan membuat pelakunya menjadi tidak tenang sebab ia takut bila kebohongan itu diketahui oleh orang lain yang akan merusak citra dirinya. Disamping itu, kejujuran akan membuat seorang pemimpin akan berusaha untuk terus mencerdaskan rakyatnya, sebab pemimpin yang tidak jujur tidak ingin bila rakyatnya cerdas, karena kecerdasan membuat orang tidak bisa dibohongi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Memenuhi Hak-Hak Rakyat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pemimpin harus mampu memenuhi hak-hak rakyat yang dipimpinnya, bahkan bila hak-hak mereka dirampas oleh orang lain, maka seorang pemimpin itu akan berusaha untuk mengembalikan kepadanya. Karena itu bagi Khalifah Abu Bakar, tuntutan terhadap hak-hak rakyat akan selalu diusahakannya meskipun mereka adalah orang-orang yang lemah sehingga seolah-olah mereka itu &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_11" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;adalah orang yang&lt;/span&gt; kuat, namun &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_12"&gt;siapa saja yang memiliki&lt;/span&gt; kekuatan atau pengaruh yang besar bila mereka suka merampas hak orang lain, maka mereka dipandang sebagai orang yang lemah dan pemimpin harus siap mengambil hak orang lain dari kekuasaannya. Akhlak pemimpin seperti ini tercermin dalam pisato Khalifah Abu Bakar yang menyatakan: &lt;i&gt;“Siapa saja yang lemah diantaramu akan kuat bagiku sampai aku dapat mengembalikan hak-haknya, insya Allah”. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak yang seharusnya ada pada pemimpin tidak hanya menjadi kalimat-kalimat yang indah dalam pidato Khalifah Abu Bakar, tapi beliau buktikan hal itu dalam kebijakan-kebijakan yang ditempuhnya sebagai seorang pemimpin. Satu diantara kebijakannya adalah memerangi orang-orang kaya yang tidak mau bayar zakat, karena dari harta mereka terdapat hak-hak bagi orang yang miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Memberantas Kezaliman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kezaliman merupakan sikap dan tindakan yang merugikan masyarakat dan meruntuhkan kekuatan suatu bangsa dan negara. Karena itu, para pemimpin tidak boleh membiarkan kezaliman terus berlangsung. Ini berarti, seorang pemimpin bukan hanya tidak boleh bertindak zalim kepada rakyatnya, tapi justeru kezaliman yang dilakukan oleh orang lain kepada rakyatnyapun menjadi tanggungjawabnya untuk diberantas. Karenanya bagi Khalifah Abu Bakar, sekuat apapun atau sebesar apapun pengaruh pelaku kezaliman akan dianggap sebagai kecil dan lemah, dalam pidato yang mencerminkan akhlak seorang pemimpin, beliau berkata: &lt;i&gt;“Siapa saja yang kuat diantaramu akan lemah berhadapan denganku sampai aku kembalikan hak orang lain yang dipegangnya, insya Allah”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Menunjukkan Ketaatan Kepada Allah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang mengarahkan rakyatnya untuk mentaati Allah Swt dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, iapun harus menunjukkan ketaatan yang sesungguhnya. Namun bila seorang pemimpin tidak menunjukkan ketaatannya kepada kepada Allah dan Rasul-Nya, maka rakyatpun tidak memiliki kewajiban untuk taat kepadanya. Dalam kaitan inilah, Khalifah Abu Bakar menyatakan dalam pidatonya:&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;“Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Apabila aku tidak taat lagi kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada kewajibanmu untuk taat kepadaku”.&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ketataan kepada pemimpin tidak bersifat mutlak sebagaimana mutlaknya ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, inilah diantara isyarat yang bisa kita tangkap dari firman Allah yang tidak menyebutkan kata taat saat menyebut ketataan kepada pemimpin (ulil amri) dalam firman-Nya:&lt;i&gt;" Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri diantara kamu"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_13" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;4:59&lt;/span&gt;).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat kita simpulkan betapa penting bagi kita untuk memiliki pemimpin dengan akhlak yang mulia. Kerancuan dan kekacauan dengan berbagai krisis yang melanda negeri kita dan umat manusia di dunia ini karena para pemimpin dalam tingkat nagara dan dunia tidak memiliki akhlak seorang pemimpin yang ideal. Karenanya, saat kita memilih pemimpin dalam seluruh tingkatan di masyarakat jangan sampai memilih &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809246_14"&gt;mereka yang tidak&lt;/span&gt; berakhlak mulia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-5936278141716402381?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/5936278141716402381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/akhlak-seorang-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/5936278141716402381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/5936278141716402381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/akhlak-seorang-pemimpin.html' title='Akhlak Seorang Pemimpin'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-62173445348807980</id><published>2010-02-22T10:40:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T10:40:04.751+07:00</updated><title type='text'>Jangan Menunggu “Terima Kasih” dari Seseorang</title><content type='html'>Allah menciptakan para hamba Nya agar selalu mengingat Nya, dan Dia menganugerahkan rezki kepada setiap makhluk ciptaan Nya agar mereka bersyukur kepada Nya. Namun, mereka justru banyak yang menyembah selain Dia dan banyak pula yang bersyukur kepada selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Karena itu, Anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari kebaikan yang pernah Anda berikan, mencampakkan budi baik yang telah Anda tunjukkan, serta melupakan bakti yang telah Anda persembahkan. Bahkan, Anda tak usah resah bila mereka pun memusuhi Anda dengan sangat keji dan membenci Anda sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka lakukan adalah justru karma Anda berbuat baik kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan, mereka tidak mencela (Allah dan Rasul Nya) kecuali karma Allah dan Rasul Nya telah melimpahkan karunia Nya kepada mereka.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. At Taubah: 74)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini! Dalam salah satu babnya diceritakan: syahdan, seorang ayah telah memelihara anaknya dengan baik; ia memberinya makan, pakaian dan minum, mendidiknya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya, rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan, mau bersusah payah agar anaknya bahagia. Namun lacur, ketika sudah berkumis lebat dan kuat tulang tulangnya, anak itu bagaikan anjing galak yang selalu menggonggong kepada orang tuanya. la tak hanya berani menghina, tetapi juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka terhadap orang tuanya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan juga tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809395_2" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;siapa saja yang&lt;/span&gt; kebaikannya diabaikan dan dilecehkan oleh orang orang yang menyalahi fitrahnya, sudah seyogyanya menghadapi semua itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan mendatangkan balasan pahala dari Dzat Yang perbendaharaan Nya tidak pernah habis dan sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan ini bukan untuk menyuruh Anda meninggalkan kebaikan yang telah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809395_3" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Anda lakukan&lt;/span&gt; selama ini, atau agar Anda &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266809395_4"&gt;sama sekali tidak&lt;/span&gt; berbuat baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar Anda tak goyah dan terpengaruh sedikit pun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua kebaikan yang telah Anda perbuat. Dan janganlah Anda pernah bersedih dengan apa saja yang mereka perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata, maka Anda akan menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka, dan tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka! Anda harus bersyukur kepada Allah karena dapat berbuat baik ketika orang orang di sekitar Anda berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahwa tangan di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Insan: 9)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali dan menjadi kacau pikiranya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orang orang sekitarnya. Terkesan, mereka seolah olah belum pernah mendengar wahyu ilahi yang menjelaskan dengan gamblang tentang perilaku golongan manusia yang selalu mengingkari Allah. Dalam wahyu itu dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripada nya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.&lt;/i&gt;” &lt;b&gt;(QS. Yunus: )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada Anda. Dan Anda tak usah kaget, bila orang yang Anda beri tongkat untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke kepala Anda. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apalagi kepada saya dan Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Laa Tahzan, Jangan Bersedih. Aidh Al-Qarni]&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-62173445348807980?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/62173445348807980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/jangan-menunggu-terima-kasih-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/62173445348807980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/62173445348807980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/jangan-menunggu-terima-kasih-dari.html' title='Jangan Menunggu “Terima Kasih” dari Seseorang'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-1317860670034035560</id><published>2010-02-20T15:05:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T14:35:53.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Kewajiban Orang Tua terhadap Anak</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGuest%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGuest%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CGuest%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin-top:0cm;	mso-para-margin-right:0cm;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bukan saja sang anak, orang tua pun mempunyai kewajiban terhadap anak yang harus ditunaikan. Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah sebuah wujud aktualitas hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;1. Anak mempunyai hak untuk hidup.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ‘Janganlah kamu membunuh anak anakmu karena takut miskin. Kami akan memberikan rizqi kepadamu dan kepada mereka.’ ( QS. Al-An’am: 151)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa orang tua mempunyai kewajiban agar anak tetap bisa hidup betapapun susahnya kondisi ekonomi orang tua. Ayat itu juga memberi jaminan kepada kita bahwa Allah pasti akan memberikan rizqi baik kepada orang tua maupun sang anak, asalkan tentu saja berusaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Menyusui&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah yang artinya: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS AI Baqarah: 233)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allah berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. lbunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkanya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. (QS Al Ahqaf 15).&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Air&amp;nbsp; susu dalam beberapa hari kelahiran&amp;nbsp; mempunyai beberapa kelebihan, antara lain mengandung zat antibody yang sangat diperlukan oleh bayi. Bayi yang memperoleh air susu jenis ini akan mempunyai daya kekebalan tubuh yang lebih baik. Seorang ibu diwajibkan untuk menyusui anaknya sampai 2 tahun penuh, kecuali ada alas an yang dapat diterima oleh&amp;nbsp; hokum Islam. Menyusui anak sampai dua tahun ini akan menumbuhkan pengaruh positif terhadap sang anak baik secara fisik maupun secara jiwani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Memberi Nama yang Baik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.” &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;4. Mengaqiqahkan Anak &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menurut keterangan A. Hasaan ‘aqiqah adalah; ‘ menyembelih kambing untuk (bayi) yang baru lahir, dicukur dan diberi nama anak itu, pada hari ketujuhnya.&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Tiap tiap seorang anak tergadai dengan ‘aqiqahnya. Disembelih (‘aqiqah) itu buat dia pada hari yang ketujuhnya dan di cukur serta diberi nama dia.’ (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam yang empat dan dishahihkan oleh At Tirmidzy, hadits dari Samurah ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Mendidik &amp;nbsp;anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mendidik anak dengan baik merupakan salah satu sifat seorang ibu muslimah. Dia senantiasa mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Muhammad dan para sahabatnya yang mulia. Mendidik anak bukanlah (sekedar) kemurahan hati seorang ibu kepada anak-anaknya, akan tetapi merupakan kewajiban dan fitrah yang diberikan Allah kepada seorang ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya, sepertI (misalnya) mencucikan pakaiannya atau membersihkan badannya saja. Bahkan mendidik anak itu mencakup perkara yang luas, mengingat anak merupakan generasi penerus yang akan menggantikan kita yang diharapkan menjadi generasi tangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan, hikmah, ilmu, kemuliaan dan kejayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berikut beberapa perkara yang wajib diperhatikan oleh ibu dalam mendidik anak-anaknya: Menanamkan aqidah yang bersih, yang bersumber dari Kitab dan Sunnah yang shahih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Allah berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Maka ketahuilah bahwa sesugguhnya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah.” (QS Muhammad: 19)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah bersabda, yang artinya:&lt;br /&gt;Dari Abul Abbas Abdullah bln Abbas, dia berkata: Pada suatu hari aku membonceng di belakang Nabi, kemudian beliau berkata, ‘Wahai anak, Sesungguhnya aku mengajarimu beberapa kalimat, yaitu: jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapatiNya di hadpanmu. Apablla engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau mohon pertotongan, maka mohonlah pertotongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu satu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberimu satu bahaya, niscaya mereka tidak akan bisa membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan tinta telah kering.” &lt;a href="" name="tex2html3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://vbaitullah.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=163&amp;amp;Itemid=89#foot228"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seorang anak terlahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah maka sesuatu yang sedikit saja akan berpengaruh padanya. Dan wanita muslimah adalah orang yang bersegera menanamkan agama yang mudah ini, serta menanamkan kecintaan tehadap agama ini kepada anak-anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;6. Memberi makan dan keperluan lainnya&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warisanpun berkewajiban demikian.&amp;nbsp; Rasulullah s.a.w. bersabda;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;‘Cukup berdosa orang yang menyia nyiakan ( tanggung jawab) memberi makan keluarganya.’ ( HR Abu Daud )./1100;247/33.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;7. Memberi rizqi yang ‘thayyib’.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda; Dari Abu Rafi’ r.a., telah berkata; Telah bersabda Rasulullah s.a.w. ‘Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik.’ HR Al Hakim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;8. Mendidik anak tentang&amp;nbsp; agama&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda; “&lt;i&gt;Tiap bayi dilahirkan dalam kadaan suci ( fithrah Islamy ) . Ayah dan Ibunyalah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nashrany, atau Majusyi&lt;/i&gt;.” (HR Bukhary)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mendidik anak pada umunya baik laki laki maupun perempuan adalah kewajiban bagi kedua orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan mendidik anak perempuan mempunyai nilai tersendiri dari pada mendidik anak laki laki. Boleh jadi karena mereka adalah calon Ibu rumah tangga yang bakal menjadi ‘Madrasah’ pertama bagi anak anaknya’. Boleh jadi juga karena kaum wanita mempunyai beberapa keitimewaan atau ke khasan tersendiri, sehingga di dalam Al Qur aan pun terdapat surat An Nisa, tetapi tidak ada surat ‘Ar Rijal’. Wallaahu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;”Barang siapa mempunyai dua anak perempuan dan dia asuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk sorga.” ( HR Al Bukhary).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;9. Mendidik anak untuk sholat.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;10. menyediakan tempat tidur terpisah antara laki laki dan perempuan.&lt;/b&gt; &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam mengejarkan ‘hijab’ sejak dini. Meskipun terhadap sesama Muhrim. Bila telah berusia tujuh tahun tempat tidur mereka harus dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda;”&lt;i&gt;Suruhlah anak- anakmu sholat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka ( putra putri )&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maksudnya, kewajiban mendidik anak untuk mengerjakan sholat dimulai setelah anak berumur tujuh tahun. Bila telah berusia sepuluh tahun anak belum juga mau mengerjakan sholat, boleh dipukul dengan pukulan ringan, yang mendidik, bukan pukulan yang membekas atau menyakitkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11. Mendidik anak tentang adab yang baik.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Banyak anak terpelajar, namun sedikit anak yang ‘terdidik’. Banyak orang pandai, namun sedikit orang yang taqwa’. Islam mengutamakan pendidikan mental. ‘Taqwa itu ada disini’, kata Rasulullah seraya menunjukkan kearah dadanya. Artinya hati manusia adalah sumber yang menentukan baik buruknya perilaku seseorang. Nabi tidak menunjukkan kearah ‘kepalanya , tapi kearah dadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. Memberi pengajaran dengan pelajaran yang baik; &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berkata shahabat ‘Aly r.a.; ‘Ajarilah anak anakmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dengan zamanmu.’ (Depag;19).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;13. Memberi pengajaran Al Quraan.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda;”Sebaik baik kalian adalah barang siapa yang belajar Al Qur aan dan mengajarkanny.”&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pengetahuan tentang Al Qur’an harus lebih diutaman dari Ilmu ilmu yang lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Nabi s.a.w. bersabda; “&lt;i&gt;Ilmu itu ada tiga macam. Selainnya adalah sekedar tambahan. Adapun yang tiga macam itu ialah; Ilmu tentang ayat ayat ( Al Qur aan) yang muhkamat, ilmu tentang Sunnah Nabi, dan ilmu tentang pembagian warits.”&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;( HR Ibnu Majah ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;14. Memberikan pendidikan dan pengajaran baca tulis .&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dari Abu Rafi’ r.a., telah berkata; Telah bersabda Rasulullah s.a.w. ‘Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik.’ (HR Al Hakim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;15. Memberikan perawatan dan pendidikan kesehatan&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Jagalah kebersihan* dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. Sesungguhnya Allah Ta’ala menegakkan Islam diatas prinsip kebersihan. Dan tak akan masuk sorga kecuali orang yang memelihara kebersihan.’ ( HR At Thabarany )/Depag; 57.&lt;br /&gt;*Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Mengajarkan kebersihan berarti secara tidak langsung mengajarkan kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;16. Memberikan pengajaran ketrampilan&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam memberantas pengangguran. Salah satu penyebab adanya panganguran adalah apabila seseorang tidak mempunyai ketrapilan tertentu. Bila dia punya ketrampilan tertentu, paling tidak bisa melakukan sesuatu yang berguna buat dirinya ataupun orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Sebaik baik makanan adalah hasil usaha tangannya sendiri’.&lt;br /&gt;Dalam sabdanya yang lain beliau mengatakan; ‘Mengapa tidak kau ajarkan padanya ( anak itu ) menenun sebagaimana dia telah diajarkan tulis baca?’ ( HR An- Nasai ) &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ‘menenun’ sebagai mewakili jenis jenis ketrampilan yang lain. Artinya tidak terbatas pada menenun saja. Kerajinan tangan apapun selama bermanfa’at dan tidak dilarang Agama adalah suatu hal yang ma’ruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;17. Memberikan kepada anak tempat yang yang baik dalam hati orang tua.&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hilangkanlah rasa benci pada anak apa pun yang mereka lakukan, do’akan dia selalu, agar menjadi anak yang sholeh, santunilah dengan lemah lembut, shobarlah menghadapi perilakunya yang tidak baik, hadapi segalanya dengan penuh kearifan, jangan mudah membentak apalagi memukul tanpa alasan, tempatkan dia dengan ikhlash pada hati anda, belailah dengan penuh kasih sayang nasehati dengan santun. Satukan hati kita dengan anak anak. Semoga Allah &lt;br /&gt;menjadikan mereka ‘ waladun shoolihun yad’uu lahu’. Itulah harapan orang tua yang baik.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ; “Seorang datang kepada Nabi s.a.w. dan bertanya; ‘Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini? Nabi s.a.w. menjawab;’ Kau memberinya nama yang baik, memberi adab yang baik dan memberinya kedudukan yang baik ( dalam hatimu ) .”( HR At Tuusy )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;18. Memberi kasih sayang.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kecintaan orang tua kepada anak tidak cukup dengan hanya memberinya materi baik berupa pakaian, makanan atau mainan dan sebagainya. Tapi yang lebih dari pada itu adalah adanya perhatian dan rasa kasih sayang yang tulus dari kedua orang tua.&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Bukanlah dari golongan kami yang tidak menyayangi yang lebih muda dan ( bukan dari golongan kami ) orang yang tidak menghormati yang lebih tua.”( HR At Tirmidzy)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;19. Menikahkannya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bila sang buah hati telah memasuki usia siap nikah, maka nikahkanlah. Jangan biarkan mereka terus tersesat dalam belantara kemaksiatan. Do’akan dan dorong mereka untuk hidup berkeluarga, tak perlu menunggu memasuki usia senja. Bila muncul rasa khawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban berat kelurga, Allah berjanji akan menutupinya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya, sebagaimana firman-Nya, “Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya.” (QS. An-Nur:32) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 5pt 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Keselamatan iman jauh lebih layak diutamakan daripada kekhawatiran-kekhawatiran yang sering menghantui kita. Rasulullah dalam hal ini bersabda, “Ada tiga perkara yang tidak boleh dilambatkan, yaitu: shalat, apabila tiba waktunya, jenazah apabila sudah datang dan ketiga, seorang perempuan apabila sudah memperoleh (jodohnya) yang cocok.” (HR. Tirmidzi) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;20. Mengarahkan anak&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang tua wajib mengarahkan anak-anak, serta menekankan mereka untuk memilih kawan, teman duduk maupun teman dekat yang baik. Hendaknya orang tua menjelaskan kepada anak tentang manfaat di dunia dan di akhirat apabila duduk dan bergaul dengan orang-orang shalih, dan bahaya duduk dengan orang-orang yang suka melakukan kejelekan ataupun teman yang jelek. (Fiqh Tarbiyatil Abna`, hal. 154)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mencari tahu setiap keadaan anak, menanyakan tentang teman-temannya. Betapa banyak terjadi seorang anak yang jelek mengajak teman-temannya untuk berbuat kemungkaran dan kerusakan, serta menghiasi perbuatan jelek dan dosa di hadapan teman-temannya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Padahal anak kecil seringkali meniru, suka menuruti keinginannya serta suka mencari pengalaman baru. Oleh karena itu, orang tua hendaknya berupaya agar anak berteman dengan teman-teman yang baik dan shalih, serta berasal dari keluarga yang baik. Di samping itu juga berupaya untuk memuliakan teman-teman si anak agar mudah memberi bimbingan dan arahan pada mereka dan mereka pun akan bersikap lembut di hadapan orang tua. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(Fiqh Tarbiyatil Abna`, hal. 155)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bila suatu ketika orang tua mendapati anaknya berbuat kejelekan dan kerusakan, tidak mengapa orang tua berusaha mencari tahu tentang keadaan anaknya. Walaupun dengan hal itu mereka terpaksa melakukan salah satu bentuk perbuatan tajassus (mata-mata). Ini tentu saja dengan tujuan mencegah kejelekan dan kerusakan yang terjadi, karena sesungguhnya Allah k tidak menyukai kerusakan. (Fiqh Tarbiyatil Abna`, hal. 156)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Inilah kiranya sebuah kewajiban yang tak boleh dilupakan oleh setiap orang tua. Hendaknya orang tua mengingat sebuah ucapan yang dituturkan oleh ‘Amr bin Qais Al-Mala`I v:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Sesungguhnya pemuda itu sedang tumbuh. Maka apabila dia lebih mengutamakan untuk duduk bersama orang-orang yang berilmu, hampir-hampir bisa dikata dia akan selamat. Namun bila dia cenderung pada selain mereka, hampir-hampir dia rusak binasa.” (Dinukil dari Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma`tsur, bab Hukmus Salaf ‘alal Mar`i bi Qarinihi wa Mamsyahu no.517).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;(Dikompilasi dari beberapa sumber di internet. Saya mohon maaf kepada yang artikelnya saya kompilasi).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-1317860670034035560?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/1317860670034035560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/kewajiban-orang-tua-terhadap-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1317860670034035560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1317860670034035560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/kewajiban-orang-tua-terhadap-anak.html' title='Kewajiban Orang Tua terhadap Anak'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-1310821973625041173</id><published>2010-02-19T14:46:00.001+07:00</published><updated>2010-02-26T14:37:21.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jilbab'/><title type='text'>Tips : Rawat Rambut Berjilbab</title><content type='html'>&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;WANITA&lt;/b&gt; berjilbab sering bermasalah dengan kulit kepala. Apalagi, bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Permasalahan yang paling sering muncul adalah kulit kepala berminyak, rambut kering, bercabang dan rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah itu biasanya terjadi karena proses penguapan tubuh melalui kulit yang terganggu akibat pemakaian jilbab maupun kerudung selama sehari penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=9093335066212764365&amp;amp;postID=1310821973625041173" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda satu dari sekian banyak wanita berjilbab yang mengalami hal sama, maka kini Anda tak perlu khawatir lagi. Sebab, ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh untuk mencegah rambut rusak.&amp;nbsp; Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;gt; Perhatikan jenis bahan jilbab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kulit kepala serta rambut senantiasa sehat, sebaiknya Anda perhatikan jenis bahan jilbab yang akan dikenakan. Bila sering bepergian, gunakan bahan jilbab dengan material ringan serta menyerap keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita pekerja, Anda dapat menggunakan bahan yang lebih tebal untuk melindungi kulit kepala dari hembusan AC yang cenderung membuat rambut kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;gt; Jangan gunakan kerudung dengan banyak lapisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siang hari, Anda cukup mengenakan dua lapis saja. Yakni lapisan tipis sebagai dalaman, serta jilbab atau kerudung. Jilbab sebagai luaran, harus disesuaikan dengan busana yang dikenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;gt; Pantang mengikat rambut terlalu keras&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rambut Anda panjang terurai, pilih karet rambut yang tidak terlalu keras. Pasalnya, setiap helai rambut bisa cepat rapuh dan berpotensi mengalami kerontokan. Jepit rambut lebih disarankan karena tidak terlalu kuat menarik rambut.&lt;br style="font-weight: normal;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&amp;gt; Perawatan intensif terhadap kulit kepala&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihkan rambut secara teratur dan selalu gunakan&lt;i style="font-weight: normal;"&gt; conditioner&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; sehabis keramas. Jangan kenakan jilbab saat rambut Anda masih dalam kondisi basah atau lembap. Sebab, bisa memicu timbulnya ketombe. Sebelum memakai jilbab, biarkan rambut Anda benar-benar kering dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan perawatan rutin dengan masker dan serum rambut setelah keramas. Ini bermanfaat untuk memberi nutrisi pada rambut. Jika Anda rutin melakukannya, berarti Anda berupaya mengembalikan kesehatan rambut yang rusak, kering, dan bercabang. Hasilnya, memiliki rambut indah, sehat, dan berkilau bukan sekadar impian.&lt;/h5&gt;&lt;h5 style="font-weight: normal; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/h5&gt;&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-1310821973625041173?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/1310821973625041173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/tips-rawat-rambut-berjilbab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1310821973625041173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1310821973625041173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/tips-rawat-rambut-berjilbab.html' title='Tips : Rawat Rambut Berjilbab'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-7386553516984895455</id><published>2010-02-19T12:41:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T12:41:40.711+07:00</updated><title type='text'>10 Alasan Aku Mencintaimu</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="entry"&gt;                         &lt;b&gt;10 Alasan kenapa aku mencintaimu,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh teman untuk melalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh kawan untuk berbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh bayangan untuk mengikuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh mentari untuk menerangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh air untuk menyirami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh pohon untuk meneduhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh pagi setelah gelap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh tempat untuk kudiami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh tersenyum setelah bersedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh hati untuk disayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah kuingin kau tetap disini&lt;br /&gt;Hingga kelak kujadikan seorang istri,.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilihmu…&lt;br /&gt;Untuk menemani di kala siang tak bermentari&lt;br /&gt;Saat malam tak berbintang&lt;br /&gt;Agar dapat terangiku dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilihmu…&lt;br /&gt;Saat terik sinar menyengat dan membakar&lt;br /&gt;Ketika bulan sabit atau purnama&lt;br /&gt;Untuk temaniku menyusuri dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilihmu…&lt;br /&gt;Dengan hati yang tak memilih waktu&lt;br /&gt;Sepenuh cinta tanpa masa&lt;br /&gt;Semenjak harap masih mendengung hampa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-7386553516984895455?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/7386553516984895455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/10-alasan-aku-mencintaimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7386553516984895455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/7386553516984895455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/10-alasan-aku-mencintaimu.html' title='10 Alasan Aku Mencintaimu'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-9017186780140437681</id><published>2010-02-19T02:39:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T02:41:40.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Mengapa ayam menyebrang jalan?</title><content type='html'>Jika ada Pertanyaan:&lt;br /&gt;Mengapa Ayam Menyebrang Jalan? &lt;p&gt;Jawaban menurut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Guru TK:&lt;br /&gt;Supaya sampai ke ujung jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;FBI:&lt;br /&gt;Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aristoteles:&lt;br /&gt;Karena merupakan sifat alami dari ayam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Martin Luther King, Jr.:&lt;br /&gt;Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Freud:&lt;br /&gt;Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;George W Bush:&lt;br /&gt;Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Darwin:&lt;br /&gt;Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Einstein:&lt;br /&gt;Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nelson Mandela:&lt;br /&gt;Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Thabo Mbeki:&lt;br /&gt;Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isaac Newton:&lt;br /&gt;Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Miyabi:&lt;br /&gt;Ooohh… Aahhh… Yeeahh… Mmmhhh…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Programmer Oracle:&lt;br /&gt;Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sutiyoso:&lt;br /&gt;Itu ayam pasti ingin naik busway.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soeharto:&lt;br /&gt;Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumikan saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Habibie:&lt;br /&gt;Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nia Dinata:&lt;br /&gt;Pasti mau casting ‘30 Hari Mencari Ayam’ ya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Desi Ratnasari:&lt;br /&gt;No comment!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dhani Ahmad:&lt;br /&gt;Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chinta Laura:&lt;br /&gt;Ayam nyebrang jhalaan..? karena gak ada owject…biecheeck. …&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Julia Perez:&lt;br /&gt;Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh… Cape khan pake alat bantu terus?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Roy Marten:&lt;br /&gt;Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil&lt;br /&gt;sesenggukan) .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Butet Kartaredjasa:&lt;br /&gt;Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Megawati:&lt;br /&gt;Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Harmoko:&lt;br /&gt;Berdasarkan petunjuk presiden.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;and the best answer is:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gus Dur :&lt;br /&gt;‘Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!&lt;/p&gt; —&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-9017186780140437681?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/9017186780140437681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/mengapa-ayam-menyebrang-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/9017186780140437681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/9017186780140437681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/mengapa-ayam-menyebrang-jalan.html' title='Mengapa ayam menyebrang jalan?'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-1188135881855353621</id><published>2010-02-18T21:00:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T21:07:35.875+07:00</updated><title type='text'>Tips: Menjadi Wanita Paling Berbahagia</title><content type='html'>&lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit;" valign="top"&gt;&lt;strong&gt;Penulis DR. Aidh Bin Abdulllah Al-        Qarni, M.A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum,...&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang        mendirikan shalat dan berpuasa dengan taat dan khusyuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat        Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang menutup aurat dan mempunyai rasa malu, yang        berwibawa dan memiliki sikap teguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat        Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;saudariku yang terpelajar, terdidik, serta selalu menelaah dengan penuh kesadaran dan selalu di tuntun oleh petunjuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang memenuhi janji dan        memegang amanah, yang jujur dan mempercayai kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat        Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang bersabar , bertaubat dan hanya tunduk serta        berharap kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang        selalu berzikir, bersyukur dan berdakwah dengan giat dan        cekatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang meneladani Asiyah        (istri Fir'aun), Maryam dan Khadijah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat        Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang mendidik anak-anak nya dan mencetak generasi        -generasi sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang memelihara        nilai-nilai kesucian dan  menjaga keteladanan Nabi        Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat Datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang merasa terusik terhadap pelanggaran ketentuan yang di agungkan dan di hormati, serta menjauhkan diri dari perkara-perkara yang haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari&lt;/span&gt;  &lt;a href="http://argatikel.blogspot.com/2009/01/tips-menjadi-wanita-paling-berbahagia.html"&gt;Arga&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-1188135881855353621?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/1188135881855353621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/tips-menjadi-wanita-paling-berbahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1188135881855353621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1188135881855353621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/tips-menjadi-wanita-paling-berbahagia.html' title='Tips: Menjadi Wanita Paling Berbahagia'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-4172547696312826317</id><published>2010-02-18T19:07:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T19:13:15.323+07:00</updated><title type='text'>Hak Istri adalah Kewajiban Suami</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: fuchsia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;alam         Islam memberi nafkah kepada istri dan anak dimasukkan dalam kategori         ibadah. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW telah bersabda         kepadanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Engkau tiada memberi belanja demi mencari ridha Allah,         melainkan pasti diberi pahala, sekalipun yang engkau suapkan ke dalam         mulut istrimu."&lt;/span&gt; (HR. Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Bahkan         nilai menghidupi anak dan istri itu lebih utama dari pada menyumbangkan         harta demi perjuangan Islam sekalipun, sementara anak dan istri         kelaparan. Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Satu dinar yang         engkau belanjakan untuk perang di jalan Allah dan satu dinar yang engkau         belanjakan untuk istrimu, yang paling besar pahalanya ialah apa yang         engkau berikan kepada istrimu." &lt;/span&gt;(HR. Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Istri         berhak untuk mendapatkan belanja sewajarnya, tergantung seberapa besar         kemampuan suami. Contohnya soal pangan dan pakaian. Kalau suami punya         jatah makanan daging dan keju misalnya, maka istri berhak pula untuk         mendapatkan makanan sekualitas itu. Sebaliknya bila sang suami cuma         mampu membeli nasi dan ikan asin, istri pun tak boleh menuntut untuk         bisa makan ayam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Begitu         pula dalam hal memberi pakaian, harus yang sekualitas. Bukan karena         alasan suami sering keluar rumah, lantas dibelinya jas kemeja yang         mahal-mahal sementara istrinya di rumah dibelikan daster butut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Abu         Sufyan adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang cukup berada.         Sayangnya, ia tergolong pelit. Saking pelitnya, ia terlalu sedikit         memberikan nafkah belanja kepada istrinya. Sang istri pun nekad, mencuri         dari saku suaminya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Dari         Aisyah diceritakan, Hindun, istri Abu Sufyan berkata kepada Nabi, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sungguh         Abu Sufyan adalah orang yang kikir. Ia tidak memberiku belanja yang         mencukupi bagi diriku dan anaknya, sehingga aku terpaksa mengambil         hartanya tanpa sepengetahuannya." Nabi pun menanggapi, "Ambillah         sebanyak yang mencukupi dirimu dan anakmu dengan wajar." &lt;/span&gt;(HR.         Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tetapi         sekali lagi, tetap disesuaikan dengan kemampuan suami. Istri yang baik         tak akan merengek-rengek meminta sesuatu yang tak kuat dibeli oleh         suaminya. Allah menerangkan dalam surah Ath-Thalaaq ayat 7 : "&lt;i style=""&gt;Hendaklah         orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang         disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan         Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan         (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan         kelapangan sesudah kesempitan&lt;/i&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;SEDEKAH         ISTRI. Lalu bagaimana dengan istri yang bekerja dan dari pekerjaannya         itu ia bisa menopang biaya hidupnya? Apakah suami tetap berkewajiban         memberi nafkah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Istri         meminta atau tidak, memberi nafkah tetap menjadi tanggung jawab seorang         suami. Apakah kalau istri tidak minta lantas suami cuma ongkang-ongkang?         Enak betul kalau begitu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Kendati         istrinya berharta sekali pun, atau bergaji yang lumayan besar,         tanggungjawab suami tidak gugur begitu saja. Ia wajib untuk tetap         bekerja sekuat tenaga, walau dengan hasil minim, demi memenuhi tugas         berat ini. Alangkah malunya bila sang istri sibuk dengan kerjanya di         kantor sementara suaminya berleha-leha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Dalam         Islam, wanita benar-benar mendapatkan kedudukan sepantasnya yang amat         terhormat. Perkawinan tidak mengubah kedudukannya menjadi budak suami.         Ia tetap mempunyai hak-hak pribadi yang tak boleh diganggu walau oleh         suami. Misalkan dalam hal harta kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Istri         yang berasal dari keluarga kaya, bisa jadi mendapat pesangon yang cukup         besar dari keluarganya saat akan menikah. Atau didapatnya harta waris         yang banyak dari orang tuanya yang meninggal dunia. Maka, Islam mengakui         bahwa ia berhak memiliki sendiri hartanya tersebut. Demikian pula         aturannya bila istri bekerja dan mendapat penghasilan atas kerjanya itu,         maka akan dimasukkan dalam harta pribadinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Harta         gono-gini (istilah Jawa), yaitu harta milik bersama suami istri yang         didapat dari hasil gaji keduanya selama setelah pernikahan, tak ada         dalam Islam. Bila istri berpenghasilan, maka bukan lantas milik bersama,         tetapi tetap jadi haknya pribadi. Mengenai kerelaan istri untuk         memberikan hartanya kepada suami, itu masalah lain, dan dinilai sebagai         sedekah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Adalah         sepasang suami istri, Zainab dan Abdullah bin Mas'ud. Sang suami         tergolong orang fakir, sementara istrinya memiliki harta pribadi yang         lumayan, yang ingin ia sedekahkan. Maka ia pun mendatangi Rasulullah         ditemani seorang wanita yang punya kepentingan sama. Ketika di depan         rumah beliau mereka bertemu Bilal, berkata Zainab, "Katakanlah         kepada beliau bahwa ada dua orang perempuan yang akan bertanya apakah         cukup kalau harta mereka diberikan kepada suami mereka dan kepada anak         yatim di rumah-rumah mereka? Tolong jangan kau katakan siapa kami."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Bilal         pun masuk dan menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. Lebih         dahulu beliau bertanya siapakah wanita itu. Bilal pun berkata, "Seorang         wanita Anshar dan Zainab."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Zainab         yang mana?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Istri         Abdullah bin Mas'ud."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Mereka         berdua akan mendapatkan dua pahala. satu pahala ibadah dan satu pahala         sedekah," (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Apabila         suatu waktu terjadi perceraian, maka harta pribadi istri tetap menjadi         haknya. Kalaupun ada harta gono-gini, maka aturan pembagiannya         fifty-fifty yang lazim digunakan orang adalah salah. Menurut Islam,         harta istri tetap miliknya, tak ada hak suami atasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;bagi         para wanita, ada kehormatan tinggi tersendiri. Tidak ada kewajiban bagi         mereka untuk mencari nafkah. Bukannya menggambarkan wanita sebagai orang         yang lemah dan tukang membebani laki-laki, tapi ini adalah penghormatan         Islam kepada wanita seubungan dengan tugas mereka yang amat vital di         dalam rumah keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Seorang         ayah wajib membiayai hidup anak-anak perempuannya sampai ia menikah.         Bila ayah tidak mempunyai kesanggupan, tanggung jawab ini beralih ke         pundak saudara laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Rasulullah         berkata, "Barangsiapa menanggung belanja tiga anak putri atau tiga         saudara perempuan, maka pastilah ia memperoleh surga." (HR. Thahawi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Bukan         berarti bila saudara perempuan cuma satu lantas gugur kewajiban untuk         menanggungnya. Hanya saja, belum dijamin surga. Bila ada tiga perempuan         yang jadi tanggungannya, barulah surga bisa dijadikan jaminan. Kalau         surga sudah dijanjikan sebagai balasan, dapat dipastikan bahwa ini         adalah sebuah tugas berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Pada         saat sang wanita menikah, tanggung jawab penghidupannya ada di tangan         suami. Tetapi jika jadi janda, ia kembali menjadi tanggung jawab ayah         dan saudara laki-lakinya. Dan bila tak ada seorang pun yang bisa         menanggungnya, maka negara lah yang wajib memikirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sedangkan         kepada anak laki-laki, kewajiban orang tua menafkahi sampai mereka         dewasa dan dianggap mampu mencari penghasilan sendiri. Seorang anak         laki-laki yang sudah mencapai umur produktif, hendaknya jangan terus         menggantungkan diri kepada orang tua. Belum lulus kuliah, bukanlah satu         alasan yang tepat untuk mengangggur. Harus diupayakan kuliah sambil         bekerja, seberat apapun pekerjaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Anjuran         Islam ini, ternyata diterapkan di negara-negara Eropa dan Jepang. Anak         laki-laki di sana merasa malu kalau masih hidup satu rumah dengan         keluarganya. Biasanya mereka akan memisahkan diri dengan menyewa flat         sederhana. Di sanalah ia belajar bekerja menghidupi diri sendiri sambil         menjalani kuliah. Ada yang cuma jadi tukang cuci piring, tukang sapu         atau penjual minuman, tetapi mereka bangga dengan hasil keringat sendiri.         Hanya sayangnya, kesendirian mereka itu memberikan kesempatan untuk         berbebas-bebas semaunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Seorang         datang kepada Rasulullah dan bertanya, "Pekerjaan macam mana yang         baik ya Rasulullah?" jawab beliau, "Seorang yang bekerja         dengan tangannya sendiri." (HR. Bazzar)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;laki-laki         dewasa yang tidak mau bekerja itu tercela dalam Islam. Mereka yang masih         membebani orang tua, sama halnya merampas hak bagi adik-adiknya yang         lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.unri.ac.id/web-site/ukm-islam/artikel/hak_istri.htm"&gt;UNRI&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-4172547696312826317?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/4172547696312826317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/hak-istri-adalah-kewajiban-suami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4172547696312826317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/4172547696312826317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/hak-istri-adalah-kewajiban-suami.html' title='Hak Istri adalah Kewajiban Suami'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-1577905188352482097</id><published>2010-02-18T18:31:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T18:42:40.262+07:00</updated><title type='text'>40 Keistimewaan Wanita</title><content type='html'>&lt;div id="lw_context_ads"&gt;&lt;p&gt;Berikut merupakan keistimewaan wanita menurut Islam, menunjukkan betapa Islam begitu menghormati dan menghargai para wanita yang shalihah.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-348"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Wanita yang shalihah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria  yang shaleh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah SWT. dan orang yang takut kan Allah SWT. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail as.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam surga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah surga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daripada 'Aisyah ra. “Barang siapa yang diuji dengan se Suatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surga itu di bawah telapak kaki ibu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang taat ber khidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak di hisab.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aisyah ra. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya 'Aisyah kembali, Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT. memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka ber istighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila telah lahir (anak) lalu di susui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang wanita solihah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Raka'at solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 raka'at shalat wanita yang tidak hamil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk surga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan di ampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang menyapu lantai dengan berdzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun shalat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo(2½ tahun),maka malaikat-malaikat di langit akan kabarkan berita bahwa surga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika wanita memicit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang meninggal dunia dengan keridhaan suaminya akan memasuki syurga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika suami mengajarkan istrinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber     &lt;/span&gt;&lt;a href="http://dhika.cikul.or.id/"&gt;Dhika cikul&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-1577905188352482097?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/1577905188352482097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/40-keistimewaan-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1577905188352482097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/1577905188352482097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/40-keistimewaan-wanita.html' title='40 Keistimewaan Wanita'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-6043257705422827968</id><published>2010-02-18T18:20:00.003+07:00</published><updated>2010-02-18T18:30:27.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt; Sebagai bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, berikut, garis besar hak dan kewajiban suami isteri dalam Islam yang di nukil dari buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap”&lt;/span&gt; karangan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; H. A. Abdurrahman Ahmad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hak Bersama Suami Istri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana ma waddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;- Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 - Al-Hujuraat: 10)&lt;br /&gt;- Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)&lt;br /&gt;- Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)&lt;span id="more-232"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Adab Suami Kepada Istri .&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)&lt;br /&gt;- Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)&lt;br /&gt;- Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)&lt;br /&gt;- Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)&lt;br /&gt;- Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.&lt;br /&gt;- Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)&lt;br /&gt;- Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)&lt;br /&gt;- Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)&lt;br /&gt;- Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)&lt;br /&gt;- Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)&lt;br /&gt;- Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)&lt;br /&gt;- Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).&lt;br /&gt;- Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;- Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)&lt;br /&gt;- Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)&lt;br /&gt;- Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)&lt;br /&gt;- Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)&lt;br /&gt;- Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Adab Isteri Kepada Suami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)&lt;br /&gt;- Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)&lt;br /&gt;- Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)&lt;br /&gt;- Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:&lt;br /&gt;a. Menyerahkan dirinya,&lt;br /&gt;b. Mentaati suami,&lt;br /&gt;c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,&lt;br /&gt;d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami&lt;br /&gt;e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)&lt;br /&gt;- Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;- Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)&lt;br /&gt;- Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)&lt;br /&gt;- Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)&lt;br /&gt;- Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi  saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)&lt;br /&gt;- Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)&lt;br /&gt;- Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)&lt;br /&gt;- Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)&lt;br /&gt;- Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)&lt;br /&gt;- Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;- Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Isteri Sholehah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Apabila seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah SWT akan memasukkan nya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;- Istri sholihah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)&lt;br /&gt;- Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)&lt;br /&gt;- Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah SAW sebagai tauladan utama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;  &lt;a href="http://www.hendra.ws/"&gt;Hendra WS&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-6043257705422827968?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/6043257705422827968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/hak-dan-kewajiban-suami-istri-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/6043257705422827968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/6043257705422827968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/hak-dan-kewajiban-suami-istri-dalam.html' title='Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-3505481386774181422</id><published>2010-02-17T10:22:00.000+07:00</published><updated>2010-02-17T10:28:27.327+07:00</updated><title type='text'>Otak Besar, Organ yang paling Membingungkan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="content"&gt;Menurut laporan Life Science Amerika Serikat, bahwa sejumlah besar misteri yang sulit dipecahkan dalam tubuh manusia terhimpun di dalam otak besar. Otak besar merupakan organ yang paling membingungkan kita, seperti misalnya hidup dan mati, kesadaran, tidur dsb, semua itu adalah misteri yang belum mampu dipecahkan manusia hingga saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="content"&gt;&lt;span class="head2"&gt;1.Alam mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menanyakan soal yang sama pada 10 orang, apa yang menyebabkan kita bermimpi? Mungkin anda akan memperoleh 10 jawaban yang tidak sama. Ini dikarenakan misteri yang belum bisa dipecahkan ilmuwan saat ini. Teori pertama bahwa melalui rangsangan saraf informasi antar molekul otak besar menjalankan latihan terhadap otak besar selama mimpi berlangsung. Teori lainnya adalah orang-orang bermimpi akan tugas dan perasaan yang tidak sempat diperhatikan lagi, dalam proses demikian bisa membantu kita memperkuat ingatan dan pikiran. Umumnya, ilmuwan setuju dengan pengertian bahwa “mimpi bisa terjadi saat tidur sebentar”.&lt;span id="more-521"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="content"&gt;&lt;span class="head2"&gt;2.Tidur &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sepanjang hidup manusia sedikitnya menghabiskan ¼ waktunya untuk tidur. Tidur sangat vital bagi keberlangsungan hidup makhluk menyusui, tidur dalam jangka yang terlalu lama dapat menyebabkan kurang sadarkann diri, halusinasi, dan pada akhirnya menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;Dua kondisi selama tidur berlangsung yakni masa tidur penuh (aktivitas bola mata melambat), saat demikian aktivitas metabolisme otak melambat; dan masa tidur sebentar (saat demikian bisa bermimpi), saat demikian aktivitas otak sangat dinamis. Menurut ilmuwan bahwa tidur dalam masa sepenuhnya dapat membuat tubuh kita istirahat, menjaga stamina, seperti tidurnya binatang. Tidur dalam masa sebentar dapat membantu membentuk sesuatu yang diingat, namun, pengertian ini belum dibuktikan.&lt;/p&gt; &lt;p class="content"&gt;&lt;span class="head2"&gt;3.Halusinasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan sekitar 80% orang yang diamputasi pernah mengalami perasaan tersiksa, stres, keinginan, kehangatan dan lain-lain perasaan. Orang yang mengalami fenomena demikian, selalu merasa anggota tubuh yang dipotong masih eksis. Sebuah penjelasan berpendapat, daerah saraf yang terpotong membentuk hubungan yang baru dengan sumsum tulang belakang, dimana anggota tubuh yang kurang seolah-olah masih ada, terus mengirim sinyal ke otak besar. Kemungkinan lainnya, otak besar adalah sebuah “kawat” transmisi, ia mengendalikan tubuh yang cacad bagaikan memperlakukan tubuh yang sempurna tanpa cacad, ini berarti otak besar tetap menyimpan kendali ketika anggota tubuh masih dalam keadaan utuh dan sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p class="content"&gt;&lt;span class="head2"&gt;4.Tertawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tertawa adalah salah satu perilaku manusia yang paling sulit dimengerti. Saat kita tertawa, ada tiga bagian otak besar kita menjadi dinamis yakni: daerah dalam kekuasaan pikiran, ia membuat Anda mendapatkan banyolan (tertawa); daerah gerakan mendorong otot Anda bergerak; daerah emosi (perasaan) membuat kita menyunggingkan senyuman. Perintis peneliti humor John Morryer mendapati, suara tawa adalah sebuah reaksi yang sangat menarik terhadap cerita yang menyalahi kebiasaan. Dan pengertian lainya menganggap tawa sebagai sebuah saluran yang mengirimkan informasi “menarik (lucu)” kepada orang lain. Dengan demikian tampak jelas: tertawa membuat perasaan kita lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="head2"&gt;5. Apriori (bawaan) dan sesudah lahir&lt;/span&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;br /&gt;Apakah pikiran dan sifat kita dikendalikan oleh gen atau berhubungan dengan lingkungan pertumbuhan sesudah lahir, masalah ini selalu diperdebatkan selama ini. Untungnya, para ilmuwan tengah berupaya mencoba mengumpulkan sejumlah besar bukti yang meyakinkan, untuk menjawab pertanyaan di atas. Kurangnya kemampuan meneliti gen individual, menunjukkan bahwa kita sama sekali tidak mampu mengendalikan atas sejumlah besar karakteristik manusia. Namun, beberapa hasil penelitian mendapati, bahwa dalam banyak hal, tekanan yang dihadapi segenerasi atau pendidikan yang diterima, akan menimbulkan dampak yang dalam terhadap orang yang bagaimana, dan apa yang akan kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber &lt;/span&gt;       &lt;a href="http://www.facebook.com"&gt;Sunatullah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-3505481386774181422?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/3505481386774181422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/otak-besar-organ-yang-paling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3505481386774181422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/3505481386774181422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/otak-besar-organ-yang-paling.html' title='Otak Besar, Organ yang paling Membingungkan'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-714195257838168255</id><published>2010-02-16T00:41:00.000+07:00</published><updated>2010-02-16T00:46:37.224+07:00</updated><title type='text'>Kangen</title><content type='html'>kagen sama dia,&lt;br /&gt;ga mau kehilangan dia.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beri kesempatan untuk memperbaki diri ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-714195257838168255?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/714195257838168255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/kangen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/714195257838168255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/714195257838168255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2010/02/kangen.html' title='Kangen'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9093335066212764365.post-8464083523136587967</id><published>2008-06-25T20:26:00.000+07:00</published><updated>2008-06-25T20:36:51.063+07:00</updated><title type='text'>kesepian</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Saat ku termenung membayangkan seraut wajahmuperlahan mengumpul bayangan-bayangan yg terindahselama merajut untaian kasih selama bersamamu ……..&lt;br /&gt;Kupetik satu persatu bunga-bunga asmarayang hidup di setiap tangkai lamunanku tata rapi di permukaan kaca cintakucantik , menawan , menjadi seikat bunga harapanmekar mewangi di sepanjang kerinduan ….&lt;br /&gt;Kerinduan ini membentuk buah khayalanlamunannya menggugurkan dalam kenanganberserakan menghiasi taman rasa di kamar hatikutetap terjaga tali kasih ini , biarpun ribuan kilo terpisah&lt;br /&gt;Cinta nyata anugerah terindah…. .begitu indahnya tiada yg mampu melupakancintamu adalah kekuatankumembayangkan dirimu ku dapat merangkul sorga di hatiku&lt;br /&gt;Cinta memang indah bila bertemu di puncak kasihcinta abadi tiada akhir , membara takan padamcintaku padamu sesuci embun pagimembasahi jiwaku, memberi gairah di hidupkumencintaimu adalah suatu hal yang terindah di setiap lamunanku..&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9093335066212764365-8464083523136587967?l=pramukae.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pramukae.blogspot.com/feeds/8464083523136587967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2008/06/kesepian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8464083523136587967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9093335066212764365/posts/default/8464083523136587967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pramukae.blogspot.com/2008/06/kesepian.html' title='kesepian'/><author><name>pramukae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
